Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 17:15 WIB
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
Aksi demonstrasi dari Aliansi Rakyat Memanggil di kawasan Simpang Tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026). (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Aliansi Rakyat Memanggil menggelar demonstrasi di Simpang Tiga Gejayan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu, 13 Juni 2026.
  • Massa menuntut pergantian pemerintahan Prabowo-Gibran karena dianggap gagal mengatasi penurunan daya beli serta berbagai masalah ekonomi.
  • Para pengunjuk rasa mendesak penghentian program pemerintah yang dinilai tidak efektif dan berpotensi menjadi sarang tindak korupsi.

Suara.com - Massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Memanggil menggelar aksi demonstrasi di Yogyakarta dengan membawa sejumlah tuntutan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Mereka menilai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat semakin memburuk di berbagai sektor.

Ratusan massa telah memadati kawasan Simpang Tiga Gejayan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu (13/6/2026) sejak siang.

Meskipun hujan sempat mengguyur beberapa saat, massa tetap bertahan hingga sore dan melanjutkan orasi dari sejumlah perwakilan massa yang datang.

Suasana di lapangan diwarnai dengan pengibaran bendera aliansi, spanduk dan poster satire bermotif kritik sosial, serta orasi-orasi politik yang disampaikan secara bergantian dari atas mobil komando.

Humas Aliansi Rakyat Memanggil, Marsinah, menyebut demonstrasi tersebut digelar sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan nasional yang dianggap gagal memperbaiki kondisi rakyat.

Massa bahkan secara terbuka menyerukan pergantian pemerintahan.

"Hari ini kita turun aksi untuk menuntut hal yang diinginkan oleh seluruh rakyat Indonesia yaitu turunkan Prabowo-Gibran karena dilihat tidak punya kemampuan untuk mempertahankan apalagi memperbaiki ya situasi kehidupan rakyat Indonesia," kata Marsinah ditemui di sela-sela aksi.

Dalam aksinya, massa menyoroti sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, hingga Danantara.

baca juga

Mereka menilai program-program tersebut berpotensi membuka ruang penyimpangan dan tidak menjawab kebutuhan mendesak masyarakat di tengah tekanan ekonomi.

"Solusinya yang paling dekat adalah untuk menghentikan MBG, kemudian menghentikan Koperasi Desa Merah Putih, belum lagi kalau kita sebut Danantara gitu. Persoalannya adalah itu menjadi sarang korupsi," ujarnya.

Marsinah menilai kondisi ekonomi masyarakat saat ini semakin berat ditandai dengan menurunnya daya beli, sepinya pasar tradisional, serta meningkatnya pemutusan hubungan kerja. Belum lagi kondisi pekerja informal seperti pengemudi ojek online yang dinilai semakin terjepit oleh sistem kerja dan perusahaan aplikasi.

"Kita lihat hari ini pasar tradisional itu sepi, enggak ada pembelinya. Hari ini daya beli anjlok, kelas menengah tidak ada lagi. Banyak sekali orang-orang yang di-PHK," ucapnya.

Ia turut mengkritik pelaksanaan program MBG yang disebut justru membebani guru honorer di sekolah. Menurutnya, penghentian sementara sejumlah SPPG menjadi bukti adanya tekanan publik terhadap kebijakan tersebut.

"Mita lihat saat ini SPPG memang sudah disuspen. Tapi itu kami lihat sebagai salah satu wujud desakan rakyat saat ini. Sehingga kalau bisa kita desak terus sampai itu berhenti, dananya dikembalikan untuk pendidikan, untuk kesehatan, untuk kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," tegasnya.

Marsinah menegaskan aksi demonstrasi akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dipenuhi.

Aliansi tersebut menyebut aksi diikuti berbagai elemen masyarakat mulai dari mahasiswa, guru, akademisi, peneliti, hingga ibu-ibu yang anaknya menjadi penerima program MBG.

"Kelanjutannya adalah aksi terus. Kita aksi terus sampai Prabowo-Gibran ini turun," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga

Sinergi Bajaj Adira Finance: Dorong Ekonomi Lokal dan Perluas Kepemilikan Kendaraan Roda Tiga

Otomotif | Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:19 WIB

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

Viral TNI Ikut Hadang Massa Mahasiswa saat Demo di Bundaran HI, Kapuspen: Atas Permintaan Polri

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 10:21 WIB

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

Bukan untuk Perang, Kenapa Komcad-TNI Dikerahkan Saat Demo Mahasiswa? Ini Kritik Tajam Koalisi Sipil

News | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:55 WIB

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

Gangguan Akses CCTV Publik Saat Aksi Unjuk Rasa di Sudirman Bukan dari Sistem Pemprov DKI

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 22:18 WIB

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

Mahasiswa Sudah Pergi, Siapa Massa Berbaju Hitam yang Masih Bertahan di Sudirman?

News | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:12 WIB

Terkini

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:23 WIB

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam

Jabar | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:22 WIB

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:21 WIB

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:11 WIB

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:08 WIB

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil

Riau | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:02 WIB

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:57 WIB

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:55 WIB

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 20:52 WIB

×