Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

Bangun Santoso

Senin, 15 Juni 2026 | 16:04 WIB
Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri
Presiden Prabowo Subianto dalam amanat upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (1/6/2026). [Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo menggunakan dana pribadi untuk agenda kenegaraan yang memicu kekhawatiran pakar terkait risiko konflik kepentingan.
  • Pakar CELIOS menilai penggunaan dana non-APBN harus melalui skema hibah negara yang transparan sesuai aturan hukum.
  • Transparansi anggaran diperlukan untuk mencegah potensi kebijakan negara disetir pihak tertentu demi keuntungan kroni atau pebisnis.

Suara.com - Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menggunakan dana pribadi dalam membiayai sejumlah agenda kenegaraan, termasuk diplomasi luar negeri, memicu kekhawatiran serius dari para pakar hukum.

Peneliti Hukum Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh, memperingatkan adanya resiko besar terkait konflik kepentingan dan potensi kebijakan negara yang "disetir" oleh pihak penyumbang dana.

Saleh menjelaskan, bahwa meski niatnya terlihat baik, secara hukum tata kelola keuangan negara, penggunaan dana non-APBN untuk urusan negara harus melalui mekanisme yang transparan.

Jika Presiden ingin menggunakan dana pribadi, dana tersebut seharusnya dituangkan dalam skema hibah negara.

"Silahkan tuangkan dalam bentuk hibah negara. Jadi dana itu diajukan sebagai hibah, itu sudah ada peraturannya, peraturan Menteri Keuangan tentang hibah. Lalu kemudian nanti didaftarkan ada akta perjanjian hibah antara pemerintah dengan pemerhibah, lalu dimasukan dalam kas negara, lalu dibelanjakan,” ujar Saleh seperti disampaikan saat Podcast di kantor Suara.com, Jakarta Barat, dikutip pada Senin (15/6/2026).

Saleh menyoroti potensi munculnya balas budi politik atau bisnis jika sumber dana tersebut berasal dari yayasan perusahaan atau pihak ketiga tertentu.

Ia mencontohkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang pada masa awal piloting banyak menggunakan dana sponsor dari perusahaan.

Dampaknya, menurut Saleh, perusahaan-perusahaan tersebut berpotensi mendapatkan privilege atau hak istimewa dalam pengadaan bahan baku program pemerintah. Hal ini dinilai merusak iklim kompetisi yang sehat di antara pelaku usaha.

"Diplomasi Prabowo di luar negeri itu berkaitan dengan kegiatan bisnis, berkaitan dengan kepentingan kenegaraan juga ada. Nah kita sangat khawatir ke program-program atau kunjungan itu justru dibiayai oleh barangkali perusahaan atau afiliator tertentu yang terafiliasi dengan pemerintah," ungkapnya.

baca juga

Kebijakan Luar Negeri Berisiko Disetir

Lebih lanjut, Saleh menekankan bahaya yang mengintai jika diplomasi tingkat tinggi seperti pertemuan dengan pengusaha di Amerika Serikat atau perjanjian perdagangan resiprokal dibiayai oleh dana pribadi yang tidak jelas asal-usulnya.

Ia menilai, keputusan politik yang lahir dari kunjungan tersebut memiliki potensi besar untuk hanya menguntungkan pihak tertentu, seperti kroni atau keluarga, alih-alih kepentingan rakyat banyak.

“Keputusan-keputusan politik nanti punya potensi menguntungkan pihak tertentu, entah itu pengusaha di Indonesia, entah itu kroni, entah itu keluarga. Makanya kalau dia menggunakan skema APBN kita bisa minta pertanggung jawaban,” ujarnya.

Sebagai bentuk pertanggungjawaban publik, Saleh menantang Sekretaris Kabinet dan jajaran pemerintahan Prabowo untuk berani membuka rincian anggaran yang diklaim menggunakan dana pribadi tersebut.

"Kita bilang, kalau Teddy berani, buka angkanya. Komponennya apa saja yang didanai dana pribadi Prabowo, entah pesawat, entah hotel, entah kunjungan-kunjungan konsumsi dan sebagainya. Coba dibuka kalau berani. Nah pertanyaannya belum dibuka sampai hari ini,” tantangnya. (Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:57 WIB

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power

Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:22 WIB

Soal Peluang Kerja WNI di Jerman hingga Perdamaian, Ini Obrolan Prabowo dan Presiden Steinmeier

Soal Peluang Kerja WNI di Jerman hingga Perdamaian, Ini Obrolan Prabowo dan Presiden Steinmeier

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:22 WIB

Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB

Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:07 WIB

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:44 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB

Terkini

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Seragam Sekolah yang Layak Masih Jadi Mimpi Sebagian Anak Indonesia

Lifestyle | Minggu, 19 Juli 2026 | 01:16 WIB

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Indonesia Gabung WAICO, Pemerintah Tegaskan AI Bukan Ajang Pilih Kubu China-AS

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:55 WIB

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

3 Sunscreen Jepang agar Kulit Tampak Awet Muda, Lengkap Review Pembeli

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:19 WIB

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Perjalanan Irwansyah Damanik, dari Pedagang Pasar Malam ke Bintang Warintil

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Kemendag Menang Sengketa WTO, Akses Ekspor Rp7,34 Triliun ke Eropa Berhasil Diselamatkan

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:00 WIB

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

Tumpuk Sampah Sembarangan di Jakarta Bisa Berujung Denda Rp 500 Ribu

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:46 WIB

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

Meski Amplop Dikembalikan, KPK Bisa Jerat Raja Juli dengan Pasal Suap dan Gratifikasi

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:38 WIB

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Anak Kecanduan Gawai Picu Gagal Ginjal dan Diabetes, Dedi Mulyadi Beri Peringatan Keras

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:14 WIB

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin

Jabar | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:55 WIB

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Lebak Darurat Air Bersih, Kemarau Panjang Landa 90 Desa di 23 Kecamatan

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 21:50 WIB

×