Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power

Vania Rossa

Senin, 15 Juni 2026 | 14:22 WIB
Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power
Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago. (tangkap layar YouTube Bambang Widjojanto)
baca 10 detik
  • Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menyatakan kabinet Presiden Prabowo Subianto masih didominasi oleh loyalis Joko Widodo.
  • Dominasi kelompok tersebut menciptakan ketergantungan tinggi namun berisiko menimbulkan kekosongan kekuasaan jika mereka menarik diri sepenuhnya.
  • Pangi memperingatkan bahwa ketergantungan terhadap loyalis Jokowi dapat menghambat efektivitas pemerintahan Prabowo serta mengancam stabilitas politik masa depan.

Suara.com - Founder Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, melontarkan pandangannya mengenai komposisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kabinet saat ini masih didominasi figur-figur yang memiliki kedekatan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau yang ia sebut sebagai "Geng Solo".

Pernyataan itu disampaikan Pangi dalam perbincangan di kanal YouTube Bambang Widjojanto. Ia menilai keberadaan kelompok loyalis Jokowi menjadi salah satu faktor yang memengaruhi dinamika pemerintahan Prabowo.

"Kalau statement saya dari awal kan berhentilah mengasuh Geng Solo, harus pecah kongsi. Karena artinya mengasuh Geng Solo ini seperti membuat pemerintahan Pak Prabowo nggak efektif," kata Pangi, dikutip Senin (15/6/2026).

Meski demikian, Pangi melihat adanya paradoks. Menurutnya, apabila seluruh figur yang berafiliasi dengan Jokowi keluar dari pemerintahan, kondisi tersebut justru berpotensi menciptakan kekosongan kekuasaan (vacuum of power).

"Cuma jangan-jangan sebaliknya, kalau semua orang Jokowi ini menarik diri dari pemerintahan, jangan-jangan terjadi vacuum of power. Nggak ada kekuasaan lagi Prabowo. Karena isinya kabinet Prabowo ini orang-orangnya Geng Solo semua," ujarnya.

Pangi juga berpendapat sejumlah posisi strategis di pemerintahan masih ditempati tokoh-tokoh yang memiliki kedekatan dengan Jokowi.

"Ya menteri mereka banyak. Kemudian mereka semua yang namanya cabang-cabang kekuasaan penting pengendali republik," katanya.

Ia kemudian mencontohkan sejumlah lembaga negara yang menurutnya masih berkaitan dengan pemerintahan sebelumnya.

"KPK made in Jokowi kan. Belum hari ini kan soal Panglima masih yang lama, sumber kekuasaannya yang melantik. Polri masih yang lama yang melantik, Jaksa masih yang lama yang melantik," ujar Pangi.

baca juga

Lebih lanjut, ia menilai tingkat ketergantungan Presiden Prabowo terhadap figur-figur dari era Jokowi masih cukup tinggi.

"Ketergantungan itu tinggi sekali. Semua badan komunikasinya adalah loyalis Pak Jokowi," katanya.

Di akhir pernyataannya, Pangi juga menyampaikan pandangannya mengenai potensi dinamika politik antara Presiden Prabowo dan kelompok loyalis Jokowi di masa mendatang.

"Keyakinan saya kalau ada apa-apa dengan Presiden Prabowo mereka tidak akan loyal bela Prabowo. Justru mereka akan happy, jangan-jangan mereka juga sudah siap," pungkasnya.

Reporter: Dinda Pramesti K

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

Kenaikan Pertamax Jadi Sinyal Pemerintah Mulai Realistis Kurangi Beban APBN

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:46 WIB

Bosan Drama Politik, Publik Desak Penegakan Hukum Korupsi Jadi Prioritas

Bosan Drama Politik, Publik Desak Penegakan Hukum Korupsi Jadi Prioritas

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:25 WIB

Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja

Istana Bantah Isu Reshuffle Besar-besaran, Prabowo Disebut Fokus Bekerja

News | Senin, 08 Juni 2026 | 19:18 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×