Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB

Bella

Senin, 15 Juni 2026 | 14:07 WIB
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Arsip - Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Jakarta usai akhiri kunjungan di Prancis. Dok Biro Pers Istana Kepresidenan RI
  • Peneliti CELIOS mengungkapkan Presiden Prabowo menghabiskan Rp1,1 triliun untuk 56 kunjungan luar negeri selama 1,5 tahun terakhir.
  • Besaran anggaran tersebut dinilai kontras dengan defisit fiskal daerah yang menyebabkan pemerintah gagal membayarkan gaji guru honorer.
  • Dana perjalanan dinas luar negeri itu dianggap jauh lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk pembangunan rumah sakit daerah nasional.

Suara.com - Peneliti Hukum Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh, mengungkap estimasi fantastis biaya kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto yang mencapai Rp1,1 triliun dalam kurun waktu 1,5 tahun.

Anggaran tersebut disoroti karena dianggap jomplang dengan kondisi fiskal daerah yang kini tengah tercekik hingga tak mampu membayar gaji guru.

Berdasarkan data CELIOS, Presiden telah melakukan setidaknya 56 kali kunjungan internasional. Saleh merinci, rata-rata satu kali perjalanan menghabiskan Rp22,5 miliar, dengan estimasi biaya per wilayah, yakni Asia Rp5-10 miliar, Timur Tengah Rp10-20 miliar, Eropa Rp25 miliar, dan Amerika Rp30 miliar.

“Kita rata-ratakan ada 22,5 miliar per satu kali jalan, dikali 49 kali misalkan kunjungan itu sudah habis 1,1 triliun. Dan itu lebih tinggi dari budget daerah di Kabupaten, di Dompu itu cuman 900 miliar karena sudah kena efisiensi,” ujar Saleh saat podcast di kantor Suara.com, Jakarta Barat, dikutip Senin (15/6/2026).

Peneliti Hukum Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh di kantor Suara.com, Jakarta Barat, Senin (15/6/2026).  [Suara.com]
Peneliti Hukum Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Muhammad Saleh di kantor Suara.com, Jakarta Barat, Senin (15/6/2026). [Suara.com]

Saleh menilai penggunaan anggaran yang masif untuk perjalanan dinas luar negeri ini merupakan bentuk ketidakpekaan terhadap prioritas nasional. Ia membandingkan dana Rp1,1 triliun tersebut dengan kondisi para guru honorer di daerah.

"Beberapa minggu lalu, teman-teman dari pemerintah Provinsi Maluku Utara dan kemudian di Riau menyatakan mereka mengalami defisit fiskal, kemudian tidak bisa membayar gaji guru. Nah kenapa kemudian pemerintah luput bahwa sebenarnya kita punya prioritas-prioritas substantif yang harusnya dilakukan?" tegasnya.

Padahal, menurut perhitungan CELIOS, anggaran Rp1,1 triliun tersebut sangat signifikan jika dialokasikan untuk infrastruktur kesehatan.

"Kita bisa membangun RSUD, tipe D itu 20-30 RSUD kalau kita pakai dana itu," tambah Saleh.

Sepuluh Kali Lipat Anggaran Komnas HAM

Ketimpangan juga terlihat saat membandingkan biaya kenegaraan tersebut dengan anggaran lembaga negara penting lainnya. Dana Rp1,1 triliun tersebut setara dengan 10 kali lipat anggaran tahunan Komnas HAM yang hanya sebesar Rp112 miliar, atau anggaran Komnas Perempuan yang berada di kisaran Rp100 miliar.

Saleh membantah klaim pemerintah bahwa kunjungan tersebut efektif mendorong investasi asing. Ia menyebut, dari klaim investasi Rp2.000 triliun pada 2025, kontribusi asing sebenarnya hanya 49 persen.

“Kalau kita lihat angka belakangan ini, realisasi investasi asing di Indonesia itu kan justru tidak jauh lebih baik. Misalkan Teddy klaim bahwa ada 2.000 triliun investasi di tahun 2025 itu kan angka gabungan dari penanaman modal asing dan penanaman modal dalam negeri. Dan kontribusi asing atau penanaman modal asing itu kan cuman 49% dari keseluruhan itu. Artinya proporsinya itu tidak begitu besar,” ujarnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:44 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

Tiba di Istana Merdeka, Dua Kali Mata Presiden Jerman Frank-Walter Terpukau Tarian Tradisional

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:42 WIB

Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS

Kenapa Dana Pribadi Presiden Prabowo Langgar UU? Ini Penjelasan Peneliti CELIOS

News | Senin, 15 Juni 2026 | 12:26 WIB

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

Bukan Menlu, Sosok Menteri Ini yang Jemput Langsung Presiden Jerman di Tangga Pesawat

News | Senin, 15 Juni 2026 | 11:19 WIB

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

Di Tengah Sorotan Ekonomi, Prabowo Minta Rosan Buka Data Masuknya Investasi Asing ke Indonesia

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:54 WIB

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

Di Tengah Gelombang Kritik, Prabowo Sebut Investasi Asing ke Indonesia Terus Mengalir

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 21:12 WIB

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

Isu Setoran 'Upeti' Program MBG, Ketua BGN: Tidak Benar dan Provokatif

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 18:01 WIB

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

Haris Rusly Moti: Anomali Gerakan Sosial Saat Ini Justru Anti-Rakyat dan Adopsi Narasi Neoliberal

News | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:51 WIB

Terkini

Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap

Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:19 WIB

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

Megawati: Saya Bukan Musuh Prabowo!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

PDIP Tegaskan Tutup Buku dengan Jokowi: Mau Pakai Jaket PSI, Itu Urusannya

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:17 WIB

Bos Blueray Akui Beri Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai, KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan

Bos Blueray Akui Beri Rp 21 Miliar ke Dirjen Bea Cukai, KPK Buka Peluang Kembangkan Penyidikan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:09 WIB

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

Bahaya Konflik Kepentingan di Balik Dana Pribadi Prabowo untuk Diplomasi Luar Negeri

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:04 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

Pangi Syarwi: Kalau Bicara Gibran Lihat Jokowi di Belakangnya, Bisa Jadi Dia Presiden Malam Kan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 16:00 WIB

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

Mendagri Apresiasi Stabilitas Inflasi Mei 2026, Minta Daerah Waspadai Kenaikan Minyak Goreng

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:58 WIB

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:57 WIB

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:51 WIB

Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!

Kritik Pengamanan Demo BEM UI, Megawati: Panggil Polisi Sini, Mau Tangkap Saya? Ayo!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:49 WIB