Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan

Bangun Santoso

Senin, 15 Juni 2026 | 15:57 WIB
Bukan Negara Kerajaan, Gaya Prabowo Soal Urusan Privat dan Negara Tuai Kritikan
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pidato di Munas HIPMI XVIII (Gerindra)
baca 10 detik
  • CELIOS menyoroti fenomena Presiden Prabowo mencampuradukkan harta pribadi dengan anggaran negara dalam praktik tata kelola pemerintahan Indonesia saat ini.
  • Muhammad Saleh menilai pola penggunaan dana pribadi untuk tugas kenegaraan menyerupai sistem monarki dan mengancam karakter demokrasi konstitusional Indonesia.
  • Pemerintah didesak memisahkan fungsi publik dan privat demi menjaga transparansi fiskal serta mencegah potensi konflik kepentingan dalam penyelenggaraan negara.

Suara.com - Praktik tata kelola pemerintahan Indonesia saat ini dinilai tengah bergeser ke arah patronase personal yang mengkhawatirkan, Center of Economic and Law Studies (CELIOS) menyoroti adanya fenomena 'campur aduk' antara penggunaan harta pribadi dan anggaran negara dalam gaya kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang dinilai mulai menyerupai pola pengelolaan keuangan di negara-negara monarki Timur Tengah.

Peneliti Hukum CELIOS, Muhammad Saleh, mengungkapkan bahwa seorang pemimpin negara demokrasi seharusnya tunduk pada institusionalisasi, bukan pada kekuatan finansial pribadi.

Namun, ia melihat adanya anomali besar dalam pemisahan fungsi publik dan privat di era pemerintahan saat ini.

"Negara ternyata gagal membedakan antara fungsi privat dan fungsi publik. Ini yang menjadi soal,” ujar Saleh seperti disampaikan saat Podcast di kantor Suara.com, Jakarta Barat, dikutip pada Senin (15/6/2026).

Potensi Pergeseran ke Arah Monarki

Saleh memperingatkan bahwa pola di mana pemimpin membiayai tugas negara dari kantong pribadi adalah ciri khas negara monarki atau kerajaan, seperti di wilayah Teluk, Timur Tengah.

Ia menegaskan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi konstitusional yang setiap rupiahnya harus bisa dipertanggungjawabkan melalui sistem.

“Maka praktek penggunaan dana pribadi untuk kegiatan-kegiatan kenegaraan itu memang ada di beberapa negara lain, tapi di negara-negara monarki, seperti negara-negara teluk di Timur Tengah. Pertanyaannya kita ini negara kerajaan atau bukan? Kan bukan,” tegasnya.

Kritik CELIOS juga menyasar pernyataan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang menyebut bahwa tidak semua kegiatan Presiden Prabowo ke luar negeri boleh dipublikasikan.

baca juga

Saleh menilai alasan kerahasiaan tersebut tidak relevan dalam konteks penyelenggaraan negara yang dipilih melalui pemilu (by election).

“Pertanyaannya adalah penyelenggara negara kenapa tidak bisa semua informasi yang berkaitan dengan urusan negara tidak bisa dipublikasikan? Itu konyol dalam urusan penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, CELIOS mengkhawatirkan jika praktik ini terus dibiarkan, Indonesia akan kehilangan karakter kelembagaannya.

Patronase personal di mana kekuasaan dan kebijakan bergantung pada kebaikan hati atau kekayaan figur pemimpin dianggap sebagai langkah mundur bagi demokrasi.

Saleh menekankan bahwa transparansi fiskal adalah harga mati. Ia menuntut pemerintah untuk berhenti mencampuradukkan aset pribadi dengan kebutuhan dinas negara, karena hal tersebut hanya akan mengaburkan akuntabilitas dan membuka celah konflik kepentingan yang besar.

“Penyelenggara negara kita tidak bisa membedakan antara aktivitas kenegaraan dengan aktivitas pribadi. Sebagai contoh misalkan, kunjungan ke luar negeri untuk fungsi kenegaraan, dia menggunakan sebagian defisitnya menggunakan anggaran pribadi. Tapi kegiatan ibadah yang sifatnya personal, misalkan kurban, Presiden Prabowo menganggarkan 100 miliar untuk memotong hewan kurban,” jelasnya. (Reporter: Tsabita Aulia)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

Mahasiswa UBK: Presiden Kerap Tinggalkan Rakyat, Kedaulatan Masih Mengemis!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 15:51 WIB

Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power

Pengamat Soroti Dominasi 'Geng Solo' di Kabinet Prabowo, Singgung Risiko Vacuum of Power

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:22 WIB

Soal Peluang Kerja WNI di Jerman hingga Perdamaian, Ini Obrolan Prabowo dan Presiden Steinmeier

Soal Peluang Kerja WNI di Jerman hingga Perdamaian, Ini Obrolan Prabowo dan Presiden Steinmeier

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:22 WIB

Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB

Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari APBD Satu Kabupaten di NTB

News | Senin, 15 Juni 2026 | 14:07 WIB

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

'Jaga Wibawa dan Jangan Ngeledek', Pengamat Bandingkan Gaya Pidato Prabowo dengan Putin

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:44 WIB

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

Pangi Syarwi: Kalau Prabowo Berhenti Pidato Dua Minggu, Jangan-jangan Tenang Negara Ini

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:36 WIB

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

Prabowo Bukan Negarawan, Tapi Wisatawan!

News | Senin, 15 Juni 2026 | 13:28 WIB

Terkini

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:15 WIB

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:06 WIB

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 23:01 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman

Jabar | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:38 WIB

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:33 WIB

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:24 WIB

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:18 WIB

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:16 WIB

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga

Bogor | Kamis, 30 Juli 2026 | 22:15 WIB

×