Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:15 WIB
Konsentrasi Karbon Dioksida di Atmosfer embali Cetak Rekor: Apa Artinya bagi Indonesia?
Potret Perkotaan yang Diselimuti Polusi Udara (Pexels/Chengxin Zhao)

Suara.com - Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di atmosfer bumi kembali mencetak rekor. Pada Mei 2026, para ilmuwan dari Scripps Institution of Oceanography mencatat kadar CO2 di Observatorium Mauna Loa, Hawaii, mencapai 432 bagian per juta (ppm)—angka tertinggi sejak pengamatan modern dimulai.

Angka ini naik sekitar 1,8 ppm dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan memperlihatkan satu hal: emisi gas rumah kaca dunia masih terus bertambah.

Kenaikan tersebut menjadi sinyal bahwa atmosfer bumi kini menyimpan jauh lebih banyak karbon dibandingkan era sebelum revolusi industri. Semakin tinggi konsentrasi CO2, semakin besar pula panas yang terperangkap di atmosfer dan semakin sulit dunia menahan laju pemanasan global.

Direktur Program CO2 Scripps Institution of Oceanography, Ralph Keeling, mengatakan tren tersebut menunjukkan dunia belum berhasil mengurangi emisi dalam skala yang dibutuhkan.

“Konsentrasi CO2 di atmosfer terus meningkat tanpa henti selama setahun terakhir, mencapai rekor tertinggi lainnya dan membawa kita semakin dalam ke dunia dengan konsentrasi CO2 yang tinggi,” ujar Keeling.

Menurutnya, setiap kenaikan konsentrasi karbon membuat target pembatasan kenaikan suhu global semakin sulit dicapai apabila emisi tidak ditekan secara signifikan.

Bukan Sekadar Angka, Dampaknya Bisa Sampai ke Indonesia

Karbon dioksida merupakan gas rumah kaca utama yang memerangkap panas di atmosfer. Ketika jumlahnya terus meningkat, dampaknya tidak berhenti pada kenaikan suhu rata-rata bumi.

Perubahan pola hujan, cuaca ekstrem yang lebih sering, kekeringan berkepanjangan, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan menjadi sebagian konsekuensi yang mulai terlihat di berbagai wilayah dunia.

baca juga

Bagi Indonesia, ancaman ini memiliki konsekuensi yang lebih kompleks.

Sebagai negara kepulauan tropis, Indonesia termasuk wilayah yang rentan terhadap dampak perubahan iklim. Kenaikan permukaan laut berpotensi memperparah banjir pesisir, sementara perubahan musim dapat memengaruhi hasil pertanian dan ketersediaan pangan.

Ekosistem pesisir seperti mangrove dan terumbu karang juga menghadapi tekanan yang semakin besar. Di saat yang sama, sektor perikanan dan kesehatan masyarakat diperkirakan ikut terdampak seiring meningkatnya suhu dan perubahan kondisi lingkungan.

Pengurangan Emisi Dinilai Perlu Dipercepat

Di tingkat nasional, tantangan pengurangan emisi juga masih besar. Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan emisi gas rumah kaca Indonesia pada 2023 mencapai sekitar 1,36 miliar ton CO2, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor energi.

Di tengah kebutuhan energi dan pembangunan ekonomi yang terus tumbuh, pengurangan emisi menjadi pekerjaan yang semakin mendesak.

Sejumlah langkah mitigasi mulai dilakukan, mulai dari percepatan transisi energi bersih, rehabilitasi hutan dan mangrove, hingga pengembangan kendaraan listrik. Namun, tren peningkatan emisi global menunjukkan upaya tersebut masih perlu dipercepat.

Rekor baru konsentrasi CO2 ini menjadi pengingat bahwa krisis iklim bukan lagi ancaman di masa depan. Dampaknya sudah mulai dirasakan saat ini, dan tanpa penurunan emisi secara nyata, tekanan terhadap lingkungan dan kehidupan manusia diperkirakan akan semakin besar.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Emisi Tersembunyi di Dapur: Mengapa Sampah Makanan Lebih Berbahaya dari Karbon Dioksida?

Emisi Tersembunyi di Dapur: Mengapa Sampah Makanan Lebih Berbahaya dari Karbon Dioksida?

Your Say | Senin, 15 Juni 2026 | 17:36 WIB

KAI Siapkan Penerapan Biodiesel B50 pada Operasional Kereta Api

KAI Siapkan Penerapan Biodiesel B50 pada Operasional Kereta Api

Foto | Minggu, 14 Juni 2026 | 07:00 WIB

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

KRL hingga Whoosh Jadi Andalan KAI Tekan Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 18:17 WIB

Terkini

Daftar Tersangka dan Pihak yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati Pemalang

Daftar Tersangka dan Pihak yang Diperiksa KPK Terkait Kasus Korupsi Bupati Pemalang

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:11 WIB

Kembangkan Kemandirian Ekonomi, BRI Peduli Latih PMI Taiwan Rancang Usaha Berkelanjutan

Kembangkan Kemandirian Ekonomi, BRI Peduli Latih PMI Taiwan Rancang Usaha Berkelanjutan

Bri | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:10 WIB

Salman Khan Diduga Melakukan Prosedur Perawatan Rambut Ilegal

Salman Khan Diduga Melakukan Prosedur Perawatan Rambut Ilegal

Entertainment | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:10 WIB

Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian

Usut Dugaan Jual Beli Jabatan ASN, Inspektorat Kabupaten Bogor Pasrahkan Kasus ke Kepolisian

Bogor | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:07 WIB

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

Perbatasan Ceuta Jebol, Migran Maroko Berenang ke Spanyol

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:06 WIB

Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti

Kapolri Mutasi 146 Perwira, Kadivhubinter hingga Karoprovos Divpropam Berganti

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:00 WIB

iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km

iCAR V27 Solusi Mobil Listrik Anti Cemas dengan Jarak Tempuh 1200 Km

Otomotif | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:00 WIB

Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu

Ulasan Novel 23:59, Keberanian Ami dalam Mengikhlaskan Luka Masa Lalu

Your Say | Jum'at, 31 Juli 2026 | 14:00 WIB

Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari

Tanah Abang Masih Jadi Sarang Obat Keras, Polisi Tangkap 2-3 Pengedar Setiap Hari

News | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:58 WIB

Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang

Kondisi Ekonomi Tidak Pasti, Industri Pilih Tahan Barang di Gudang

Bisnis | Jum'at, 31 Juli 2026 | 13:58 WIB

×