Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 16 Juni 2026 | 11:26 WIB
Wapres AS Bocorkan Isi Perjanjian Damai, Iran Bakal Cuan Banyak
Ilustrasi perang Amerika Serikat - Iran (Istimewa)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat menegaskan tidak akan membiayai rekonstruksi Iran menggunakan uang pajak warganya.

  • Pemulihan ekonomi Iran akan didorong melalui investasi asing dan dana dari negara Teluk.

  • Akses dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar bersyarat pada kepatuhan penuh pihak Iran.

Suara.com - Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menegaskan tidak akan ada uang dari pembayar pajak negaranya yang mengalir ke Iran dalam kesepakatan damai. Langkah tegas ini diambil demi melindungi anggaran domestik sekaligus menetapkan syarat ketat bagi pemulihan ekonomi Teheran.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa Washington memilih jalur diplomasi ekonomi yang tidak membebani kas negara. Hubungan internasional baru akan terjalin kembali jika kepatuhan penuh ditunjukkan oleh pihak lawan.

Gedung Putih kini mengarahkan beban finansial pembangunan pascaperang kepada aliansi internasional dan negara-negara kaya di kawasan Teluk. Strategi tersebut memisahkan antara pelonggaran sanksi perdagangan dengan keterlibatan modal langsung dari Washington.

Cawapres Donald Trump, JD Vance (instagram/teamjdvance)
 JD Vance (instagram/teamjdvance)

Ketika ditanya oleh Sean Hannity dari Fox News mengenai kemungkinan mengalirnya dolar Amerika ke Teheran, Vance memberikan jawaban yang sangat tegas.

"Tidak," kata Vance dikutip dari CNN, Selasa (16/6/2026).

"Mereka tidak akan pernah mendapatkan sepeser pun uang pembayar pajak Amerika, tidak pernah, titik. Sama sekali tidak mendekati."

Meskipun menutup rapat dompet Washington, Vance melihat ada potensi besar yang bisa digarap oleh pelaku pasar internasional. Integrasi kembali ke dalam sistem perdagangan dunia menjadi hadiah utama jika ketegangan geopolitik berhasil diredam.

Ilustrasi, perdamaian perang antara Amerika Serikat dengan Iran. [Gemini AI].
Ilustrasi, perdamaian perang antara Amerika Serikat dengan Iran. [Gemini AI].

Penghapusan blokade ekonomi dinilai akan memberikan dampak positif yang saling menguntungkan bagi banyak pihak. Amerika Serikat sendiri mengincar keuntungan tidak langsung dari stabilitas pasar global yang tercipta kemudian.

Vance menjelaskan sudut pandang pemerintahannya mengenai keuntungan finansial yang bisa didapatkan secara global.

baca juga

"Apa yang telah kami katakan adalah ada banyak manfaat ekonomi bagi Amerika Serikat dengan mencabut banyak sanksi dan menyambut mereka kembali ke dalam ekonomi dunia," lanjut Wakil Presiden.

"Bukan uang Amerika, tetapi ada banyak kemakmuran ekonomi yang dapat mengalir dari hal tersebut."

Sikap ini menunjukkan bahwa Washington lebih memilih menjadi fasilitator perdamaian daripada menjadi penyokong dana utama. Investor dari berbagai belahan dunia kini dipersilakan mengambil peran dalam membangun kembali infrastruktur yang rusak.

Pihak otoritas Amerika Serikat juga bersedia memberikan lampu hijau bagi masuknya modal asing ke wilayah Teheran. Namun, komitmen modal senilai ratusan miliar dolar tersebut sepenuhnya bergantung pada perubahan perilaku politik luar negeri mereka.

Vance menguraikan kondisi spesifik yang harus dipenuhi sebelum korporasi global diizinkan menanamkan modalnya di sana.

"Jika orang-orang Iran berperilaku baik, dan jika ada pelonggaran sanksi, dan jika orang-orang Iran terintegrasi ke dalam ekonomi dunia, kami akan mengundang negara-negara lain, bukan kami, tetapi negara-negara lain untuk berinvestasi di negara mereka."

Sebelumnya, Vance sempat menyinggung keberadaan dana bantuan pemulihan raksasa yang bisa diakses oleh Teheran jika mematuhi perjanjian. Dana rekonstruksi senilai 300 miliar dolar AS tersebut dipastikan bersumber dari kantong negara-negara Teluk, bukan dari Washington.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Iran selama ini kerap diwarnai oleh ketegangan diplomatik serta sanksi ekonomi yang melumpuhkan. Upaya untuk mengakhiri konflik bersenjata di kawasan tersebut kini memasuki babak baru melalui negosiasi perjanjian damai.

Pembicaraan mengenai dana pemulihan pascaperang menjadi topik krusial karena membutuhkan jaminan pendanaan yang sangat besar. Pemerintah Amerika Serikat memanfaatkan momentum ini untuk menekan Teheran agar mematuhi hukum internasional tanpa harus mengorbankan uang rakyatnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

Iran dan AS Sepakat Damai, Komisi I DPR RI: Israel Jangan Jadi Provokator!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 11:00 WIB

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

Selat Hormuz Dibuka Jumat, Pengusaha Kapal Masih Takut Kena Rudal Iran

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:45 WIB

Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium

Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026, Bendera Revolusi Berkibar di SoFi Stadium

Bola | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:28 WIB

Terkini

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Mentereng di AS, Mitchell Baker Punya Target Tampil di Premier League, Olimpiade, Piala Dunia

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie Minta Dialog soal Tunggakan PBB IGM Rp2,33 Miliar

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:40 WIB

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel United Kalah 0-1 dari Semen Padang, Gol Menit Akhir Buyarkan Asa Laskar Juaro Raih Poin

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:28 WIB

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Inovasi Fashion Ramah Lingkungan: Botol Plastik Bekas Bisa Disulap Jadi Pakaian Olahraga

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 23:01 WIB

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Dewa United Bukan Lawan Biasa, Shin Tae-yong Minta Persija Hati-hati

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:54 WIB

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Kapolresta Bogor Kota Minta Maaf atas Insiden Intimidasi Videografer

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:50 WIB

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event

Jakarta | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:47 WIB

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Sudah Tunjukkan ID Card Tapi Tetap Diamankan, Jurnalis di Bogor Sempat Diminta Hapus Video

Bogor | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:43 WIB

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Kasus Polisi Diduga Bunuh Ibu Kandung di Siak, Riwayat Skizofrenia Terungkap, Kompolnas Turun Tangan

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:31 WIB

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Bahlil Curiga LNG Indonesia ke Singapura Dijual Lagi, Ada Apa?

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 22:15 WIB

×