- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah mengkaji rencana kenaikan tarif layanan bus Transjabodetabek untuk menekan beban subsidi transportasi.
- Transjakarta memastikan adanya peningkatan kualitas layanan serta sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat sebelum penyesuaian tarif resmi diberlakukan.
- Tarif Transjabodetabek saat ini tetap bertahan di harga Rp3.500 sambil menunggu hasil evaluasi tiga bulan dari Gubernur.
Suara.com - Pembahasan kenaikan tarif untuk beberapa rute Transjabodetabek masih terus bergulir di internal Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Direktur Utama Transjakarta (TJ) Welfizon Yuza mengungkapkan bahwa penyesuaian tarif layanan bus masih dalam tahap pembahasan intensif.
"Masih dibahas. Nanti biar disampaikan oleh Pak Gubernur," ujar Welfizon di Jakarta baru-baru ini.
Pembahasan yang sudah berlangsung beberapa kali itu mempertimbangkan banyak aspek, mulai dari kondisi fiskal, biaya layanan, hingga kondisi kantong warga.
"Ada fiskal, layanan, kondisi masyarakat, ability to pay (kemampuan bayar), willingness to pay (kemauan bayar). Daya beli masyarakat juga dipertimbangkan," papar Welfizon.
Yang jelas apabila tarif Transjabodetabek jadi disesuaikan, Transjakarta memastikan adanya peningkatan layanan yang menyertai dan sosialisasi sebelum kebijakan berlaku.
"Kalau misalnya ada penyesuaian, kan juga harus ada pelayanan yang harus bertambah," tutur Welfizon.
Untuk sementara, tarif layanan Transjabodetabek masih bertahan di angka Rp3.500 menggunakan dana subsidi, sambil menunggu hasil evaluasi tiga bulan yang diminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Tetap menggunakan dana subsidi. Tarifnya masih menggunakan tarif yang Rp3.500, tarif yang reguler," ucap Welfizon.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana menaikkan tarif sejumlah rute layanan Transjabodetabek dalam waktu dekat untuk menekan beban subsidi transportasi yang terus membengkak.
Rute Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta menjadi salah satu yang dipastikan mengalami penyesuaian tarif, dan mungkin akan mengalami kenaikan yang paling besar karena menempuh rute yang paling panjang.
"Blok M ke Soekarno-Hatta kan sekarang Rp3.500, koper juga bisa naik ke bus. Bahkan dibandingkan dengan Damri yang paling murah kan Rp80 ribu, taksi rata-rata Rp200 ribu. Kalau kemudian Rp3.500, untuk parkir di Soekarno-Hatta saja tidak cukup," papar Pramono belum lama ini.