Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 16 Juni 2026 | 21:35 WIB
Guntur Romli Cium Motif Lain BEM Bersatu: Dari Mana Dana Bikin Konferensi Pers?
Juru Bicara PDI Perjuangan Guntur Romli. (Suara.com/Dea)
baca 10 detik
  • Aliansi BEM Bersatu menuding adanya keterlibatan aktor politik senior PDIP dalam aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis di Jakarta.
  • Politisi PDIP, M. Guntur Romli, membantah keras tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai spekulasi tidak berdasar yang merendahkan independensi mahasiswa.
  • Guntur menegaskan bahwa seharusnya pihak terkait fokus pada substansi kritik mahasiswa terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah saat ini.

Suara.com - Politisi PDI Perjuangan (PDIP), M. Guntur Romli, bereaksi keras terhadap tudingan Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu yang menyebut adanya intervensi aktor politik senior di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Guntur Romli menilai tuduhan tersebut hanyalah upaya "cocokologi" yang tidak berdasar dan merendahkan independensi gerakan mahasiswa.

Sebelumnya, dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (16/6/2026), Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, mengindikasikan adanya dukungan logistik mewah berupa mobil SUV Fortuner yang digunakan pimpinan aksi, Tiyo Ardianto. Mobil tersebut diduga milik Siti Nuraeni, adik dari Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso.

BEM Bersatu kemudian mengaitkan nama Setyo Sularso sebagai besan dari Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa, yang merupakan tokoh kunci tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

Menanggapi hal itu, Guntur Romli menegaskan bahwa PDIP sama sekali tidak terkait dengan aksi-aksi mahasiswa tersebut.

"PDI Perjuangan tidak terkait dengan aksi-aksi mahasiswa. Jangan merendahkan gerakan independen mahasiswa dengan memberikan tuduhan ditunggangi oleh partai dengan bukti yang sumir dan tidak masuk akal. Itu hanya 'cocokologi'," ujar Guntur saat dikonfirmasi Suara.com, Selasa (16/6/2026).

Guntur membedah satu per satu tudingan tersebut. Menurutnya, mengaitkan kepemilikan mobil dengan arah politik praktis adalah logika yang dipaksakan.

"Mobil yang dipakai Tiyo adalah pinjaman dari seseorang, dan seseorang itu adik dari seseorang yang besannya dari orang yang dulunya timses di Pilpres, padahal Pilpres sudah selesai. Adik kakak juga belum tentu pilihan politiknya sama, besanan juga belum tentu sama politiknya. Dipaksakan dengan cocokologi," tegasnya.

Selain nama Ganjar Pranowo, BEM Bersatu juga menyoroti kehadiran politisi PDIP, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi sebagai bukti keterlibatan partai. Namun, Guntur membantah kehadiran Andi dalam aksi terbaru.

baca juga

"Aksi kapan? Tadi malam tidak ada Andi Widjajanto. Kalau yang acara di UGM sebelumnya kan banyak yang hadir, kenapa hanya Andi Widjajanto yang disorot?" tukasnya.

Lebih lanjut, Guntur justru mempertanyakan balik motif dan sumber pendanaan BEM Bersatu dalam menggelar konferensi pers tersebut.

"Jangan main-main tuduh. Nanti juga akan bertanya, dari mana dana BEM Bersatu itu bikin konferensi pers? Tempat dan konsumsi nyewa juga kan?" sindirnya.

Ia meminta semua pihak untuk fokus pada substansi kritik yang disampaikan mahasiswa, ketimbang mencari-cari kesalahan di balik layar.

Menurut Guntur, kritik terhadap program MBG adalah jeritan faktual rakyat di tengah kondisi ekonomi yang sulit.

Guntur menekankan bahwa isu-isu yang diangkat mahasiswa—seperti pelemahan rupiah, kenaikan harga BBM, harga bahan pokok, hingga supremasi sipil—adalah masalah nyata yang tengah dihadapi bangsa.

"Fokus saja, apa kritik-kritik mahasiswa itu berdasar apa tidak? Kritik soal MBG, KDMP, pelemahan rupiah, harga BBM naik, harga-harga bahan pokok, soal supremasi sipil dan lain-lain adalah faktual dan merupakan jeritan dari rakyat," pungkasnya.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu dalam konferensi pers yang menilai terdapat aktor politik senior menunggai aksi menolak program MBG.
Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu dalam konferensi pers yang menilai terdapat aktor politik senior menunggai aksi menolak program MBG.

Sebelumnya, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu menduga ada indikasi kuat intervensi aktor politik senior, di balik rangkaian aksi penolakan program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Tidak tanggung-tanggung, nama mantan petinggi militer, Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso, mencuat sebagai sosok yang diduga berada di lingkaran gerakan tersebut.

Pernyataan ini mencuat dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Selasa (16/6/2026).

BEM Bersatu menilai, kemurnian pergerakan mahasiswa saat ini tengah terancam oleh kepentingan politik praktis yang difasilitasi oleh jejaring tokoh tertentu untuk tujuan perebutan kekuasaan.

Indikasi keterlibatan aktor-aktor "kelas atas" ini terendus dari fasilitas yang digunakan oleh para pimpinan aksi.

Juru Bicara BEM Bersatu, Rahmat Djimbula, memaparkan temuan lapangan yang menunjukkan adanya dukungan logistik mewah bagi koordinator lapangan aksi penolakan MBG.

Salah satu yang paling mencolok adalah penggunaan mobil SUV mewah oleh pimpinan aksi, Tiyo Ardianto.

"Salah satu pimpinan aksi, Tiyo Ardianto, diduga memiliki kedekatan dengan jaringan politik tertentu. Mobil Fortuner yang digunakannya diduga terdaftar atas nama Siti Nuraeni, adik Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso," kata Juru Ramhat Djimbula.

Letjen Setyo Sularso, kata dia, merupakan besan Jenderal TNI (Purn) Andhika Perkasa, tokoh tim pemenangan Ganjar Pranowo pada Pilpres 2024.

"Dugaan ini diperkuat kehadiran politisi PDI Perjuangan, Andi Widjajanto, di tengah massa aksi," ujar Rahmat Djimbula saat membacakan pernyataan sikap.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

BEM Bersatu Ungkap Fortuner Tyo Ardianto Atas Nama Adik Jenderal, Gerakan Mahasiswa Disusupi?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:17 WIB

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

BEM Bersatu Tuding Ada Intervensi Politik di Balik Aksi Tolak MBG, Guntur Romli: Cocokologi

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 20:15 WIB

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

PDIP Tuding PSI Bajak Kader, Isyana Jawab Begini

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 18:54 WIB

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 17:35 WIB

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

Bau Orba di Balik Polemik Surat Demo BEM UI, Polisi Sengaja Bungkam Kritik?

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 15:10 WIB

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

Jokowi Resmi Berjaket PSI? Pengamat Sebut Bisa Jadi Ancaman Elektoral bagi PDIP

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 12:07 WIB

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

PDIP Bongkar Taktik PSI: Bajak Kader demi Besar Instan, Urusan Jokowi Selesai!

News | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:48 WIB

Terkini

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

Petani di Daerah Belum Dilibatkan Bahas RUU Reforma Agraria, YLBHI: Jangan Cuma NGO di Jakarta

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

5 Cairan Pembersih Kerak Wajan dan Panci, Lengkap Harga dan Review Pengguna!

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 19:15 WIB

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Antrean Solar Kembali Mengular di Palembang, Mengapa Belum Tuntas Usai Rakor Pemprov?

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

PR Besar Menkeu Suahasil Nazara: Kredibilitas hingga Tinggkatkan Kualitas Belanja

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 19:10 WIB

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

Ambang Batas Parlemen Mau Naik 5 Persen, Pengamat: Suara Rakyat Makin Banyak Hangus

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:08 WIB

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

Istana Buka Suara soal Dugaan Keterlibatan Nusron Wahid di Kasus HGB: Presiden Tidak Ikut Campur

News | Rabu, 16 September 2026 | 19:06 WIB

Harga Murah Bisa Borong Mie Gacoan & Dimsum Pakai Promo BRImo!

Harga Murah Bisa Borong Mie Gacoan & Dimsum Pakai Promo BRImo!

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 19:03 WIB

Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam

Review Film Get Out: Saat Rasisme Dikemas Menjadi Teror yang Mencekam

Your Say | Rabu, 16 September 2026 | 19:00 WIB

3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia

3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia

Bola | Rabu, 16 September 2026 | 18:58 WIB

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Kementan Ungkap Dugaan Penipuan Beras Fortifikasi, 25 Merek Jadi Temuan

Video | Rabu, 16 September 2026 | 18:55 WIB

×