Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 18 Juni 2026 | 14:27 WIB
Donald Trump: Kalau Iran Tak Bersikap Baik, Amerika Akan Jatuhkan Bom di Atas Kepala Mereka
Donald Trump menegaskan kesepakatan sementara Iran belum final dan mengancam serangan bom jika Teheran melanggar. (Donald Trump)
baca 10 detik
  • Donald Trump menegaskan kesepakatan memorandum dengan Iran bukan akhir dan siap melanjutkan pengeboman.

  • Perjanjian diplomatik ini berhasil menyelamatkan stabilitas pasar internasional dari ancaman depresi ekonomi global.

  • Harga minyak mentah dunia langsung merosot tajam menyusul tercapainya kesepakatan perdamaian sementara tersebut.

Suara.com - Amerika Serikat menegaskan bahwa kesepakatan nuklir darurat yang baru saja dicapai bersama Iran bukanlah keputusan akhir yang mutlak. Status gencatan senjata diplomasi ini sewaktu-waktu bisa dibatalkan jika Teheran terbukti mengkhianati komitmen bersama.

Pemerintah Washington bahkan siap menggerakkan kembali armada tempur udara untuk melancarkan serangan masif ke jantung wilayah Iran. Langkah ekstrem ini menjadi opsi utama apabila kesepakatan tersebut dilanggar oleh pihak Teheran.

Ketegangan ini mencuat setelah kesepakatan awal tidak langsung memberikan pemulihan ekonomi atau pencabutan sanksi sepihak bagi Iran. Situasi ini menempatkan posisi tawar Amerika Serikat jauh lebih unggul dalam negosiasi lanjutan tersebut.

Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]
Presiden China, Xi Jinping, diperkirakan akan menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait isu Taiwan dan perang tarif dalam pertemuan tingkat tinggi yang berlangsung di tengah memanasnya perang Iran. [istimewa]

Di sela-sela KTT G7 di Prancis, Donald Trump menegaskan posisi militer negaranya yang tetap siaga penuh. Pernyataan ini memperjelas sikap keras Washington terhadap kepatuhan Teheran.

"Ini adalah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembaki mereka, menjatuhkan bom di kepala mereka. Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak bersikap baik, kita akan langsung kembali menjatuhkan bom tepat di tengah-tengah kepala mereka, oke?" ujar Trump, dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026).

Di sisi lain, tim perunding Amerika Serikat mengklaim draf kesepakatan ini sebagai salah satu produk diplomasi terkuat yang pernah ada. Meskipun detail dokumen dirahasiakan, draf ini mendapat dukungan luas dari sekutu internasional.

Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)
Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)

"Itu adalah kesepakatan yang sangat kuat. Tidak ada yang tahu apa isinya, tapi itu sangat kuat, dan sebagian besar orang tampaknya sangat senang," puji Trump terhadap kerangka kerja yang dinegosiasikan pemerintahannya.

Aktivitas perdagangan internasional langsung menyambut baik keputusan politik ini dengan sentimen yang sangat positif. Kekhawatiran pelaku usaha terhadap potensi konflik bersenjata yang lebih besar kini mulai mereda.

Stabilitas baru ini dinilai menyelamatkan perekonomian global dari jurang keterpurukan yang lebih dalam. Tanpa adanya kesepakatan ini, krisis keuangan global diprediksi akan menghantam banyak negara berkembang.

baca juga

"Tidak ada yang sepintar pasar, dan pasar menyukainya melampaui apa pun yang sebenarnya pernah saya lihat," tambahnya seraya melanjutkan, "Alternatifnya adalah depresi di seluruh dunia."

Dampak langsung dari peredaan tensi geopolitik ini terlihat jelas pada pergerakan komoditas energi di bursa internasional. Harga minyak mentah dunia merosot tajam hingga menyentuh level terendah dalam periode 3 bulan terakhir.

Trump bahkan memproyeksikan penurunan nilai komoditas tersebut akan terus berlanjut ke titik yang lebih rendah. Tren penurunan ini diperkirakan mampu meringankan beban biaya energi masyarakat global.

"Saya pikir harga minyak mungkin bisa menjadi lebih rendah daripada sebelum perang terjadi," pungkas Trump optimis.

Hubungan bilateral antara Washington dan Teheran terus memburuk setelah serangkaian pelanggaran kesepakatan di kawasan Timur Tengah. Blokade ekonomi berkepanjangan telah melumpuhkan sektor ekspor utama Iran selama beberapa tahun terakhir.

Negosiasi di Prancis ini menjadi upaya darurat global untuk mencegah perang terbuka yang bisa mengacaukan jalur pasokan energi dunia. Ketidakpastian kini tetap membayangi karena ancaman kekuatan militer masih menjadi instrumen utama diplomasi Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

Stok Senjata AS Menipis, Donald Trump Paksa Industri Militer Genjot Produksi Rudal

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 13:23 WIB

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

Kata-kata China soal Perdamaian AS - Iran: Kini Fokus ke Masalah Selat Hormuz

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:21 WIB

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

Lokasi Donald Trump Teken Perdamaian Perang Iran Ternyata Saksi Bisu Kegagalan AS di Masa Lalu

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:09 WIB

Terkini

BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air

BRI Perkuat Bekal Kewirausahaan PMI Taiwan, Siapkan Langkah Membangun Usaha di Tanah Air

Jawa Tengah | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:01 WIB

Buruh Warning DPR: Agustus Diprediksi Ada Kerusuhan Besar, Situasi Sangat Rawan

Buruh Warning DPR: Agustus Diprediksi Ada Kerusuhan Besar, Situasi Sangat Rawan

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Kejagung 3 Jam Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI

Kejagung 3 Jam Geledah Rumah Febrie yang Pernah Dijaga TNI

Video | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:00 WIB

Kepala BGN Gemas Program MBG Dikritik Gara-gara Sekolah Rusak: Yang Dulu ke Mana?

Kepala BGN Gemas Program MBG Dikritik Gara-gara Sekolah Rusak: Yang Dulu ke Mana?

Video | Senin, 03 Agustus 2026 | 15:00 WIB

NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintah, Perkuat Integrasi Layanan Publik

NIK dan IKD Jadi Fondasi Transformasi Digital Pemerintah, Perkuat Integrasi Layanan Publik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:59 WIB

Dorong PMI Jadi Wirausaha Mandiri, BRI Hadirkan Pelatihan Bisnis dan Literasi Keuangan di Taiwan

Dorong PMI Jadi Wirausaha Mandiri, BRI Hadirkan Pelatihan Bisnis dan Literasi Keuangan di Taiwan

Jogja | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:58 WIB

Gandeng Lansia dan Hidupkan Payet Sabit Jadul, Khayae Curi Perhatian di IFW 2026

Gandeng Lansia dan Hidupkan Payet Sabit Jadul, Khayae Curi Perhatian di IFW 2026

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Makna Lambang Tunas Kelapa Pramuka, Simbol Generasi Tangguh dan Bermanfaat

Makna Lambang Tunas Kelapa Pramuka, Simbol Generasi Tangguh dan Bermanfaat

Lifestyle | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:53 WIB

Golkar Buka Suara Soal Kepala Daerah Marak Kena OTT, Singgung Mahalnya Biaya Politik

Golkar Buka Suara Soal Kepala Daerah Marak Kena OTT, Singgung Mahalnya Biaya Politik

News | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:52 WIB

Gardu Induk Gandul Bermasalah, Listrik di Jakarta Hingga Tangerang Sempat Gelap Gulita

Gardu Induk Gandul Bermasalah, Listrik di Jakarta Hingga Tangerang Sempat Gelap Gulita

Bisnis | Senin, 03 Agustus 2026 | 14:52 WIB

×