BP Taskin Dinilai Cuma Bagi-Bagi Jabatan, Celios Usulkan Dilebur ke Kementerian

Vania Rossa, Novian Ardiansyah

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:58 WIB
BP Taskin Dinilai Cuma Bagi-Bagi Jabatan, Celios Usulkan Dilebur ke Kementerian
Direktur CELIOS Media Wahyudi Askar. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Direktur Celios, Media Wahyudi Askar, mengusulkan peleburan BP Taskin ke kementerian lain karena dinilai tumpang tindih fungsi.
  • BP Taskin dianggap minim kontribusi nyata serta tidak memiliki instrumen maupun anggaran memadai untuk mengentaskan kemiskinan.
  • Presiden Prabowo diminta mengevaluasi Kepala BP Taskin, Budiman Sudjatmiko, terkait kinerja lembaga dan kontroversi yang membebani pemerintah.

Suara.com - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, mengusulkan agar Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) dilebur ke kementerian lain. Menurutnya, keberadaan lembaga tersebut tumpang tindih dengan tugas sejumlah kementerian dan belum menunjukkan kontribusi yang signifikan.

Media menilai BP Taskin tidak memiliki instrumen maupun anggaran yang memadai untuk menjalankan program percepatan pengentasan kemiskinan.

"BP Taskin itu sebetulnya secara politik hanya bagi-bagi jabatan saja. Instrumennya mereka enggak punya, mereka juga enggak punya anggaran yang signifikan, termasuk untuk implementasi program dan lain-lain," kata Media kepada Suara.com, Kamis (18/6/2026).

Ia menjelaskan, sejak awal fungsi BP Taskin hanya sebatas sinkronisasi, integrasi, penyusunan master plan, serta koordinasi lintas sektor. Namun, menurutnya, fungsi-fungsi tersebut sudah dijalankan oleh Bappenas, Kementerian Sosial, dan Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat.

"Jadi praktis hingga saat ini BP Taskin itu enggak ada kontribusinya sama sekali. Saya lihat dampaknya terhadap percepatan program pengentasan kemiskinan juga tidak terlihat," ujarnya.

Media menilai, selama ini publik lebih banyak melihat aktivitas seremonial dibandingkan hasil konkret dari BP Taskin.

"Yang terlihat di mata publik ya kunjungan lapangan, forum diskusi. Jadi hanya aktivitas birokrasi dan ini enggak mencerminkan hasil sama sekali. Apakah kemiskinan sekarang terjadi penurunan karena inovasi dari BP Taskin? Kan enggak juga. Jadi relatif sangat minim kontribusinya terhadap tata kelola pengentasan kemiskinan di Indonesia," katanya.

Karena itu, ia menyarankan agar BP Taskin dilebur ke kementerian yang memiliki tugas serupa, seperti Kementerian Sosial atau Bappenas.

"Jadi sebaiknya dievaluasi saja, mungkin dilebur ke Kementerian Sosial atau Bappenas. Itu jauh lebih baik ketimbang sekarang malah kontraproduktif dan jauh dari upaya mempercepat penyelesaian kemiskinan," ujar Media.
Minta Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko

baca juga

Selain mengusulkan peleburan BP Taskin, Media juga meminta Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko.

Menurutnya, evaluasi tidak hanya berkaitan dengan kinerja lembaga, tetapi juga menyangkut kontroversi Budiman saat berdiskusi dengan mahasiswa yang dinilai menjadi beban politik bagi pemerintah.

"Jadi saya kira Pak Budiman harus dievaluasi karena jangankan bicara kinerja, sekarang malah ribut-ribut kontroversi di kampus dan akhirnya justru memberikan tekanan politik kepada kabinet hari ini," katanya.

Media mempertanyakan capaian BP Taskin sejak dibentuk dan dampaknya terhadap upaya pengentasan kemiskinan nasional.

"Harus dilakukan evaluasi. Apa target dari BP Taskin yang sebenarnya sudah dicapai? Apa dampaknya terhadap pengentasan kemiskinan? Karena praktis pejabat struktural di bawah BP Taskin juga tidak punya kemampuan setara Bappenas, setara Kementerian Sosial, bahkan juga tidak memiliki instrumen anggaran untuk melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dukung Program Pendidikan, Kementerian Hukum Serahkan Lahan Tangerang untuk Sekolah Rakyat

Dukung Program Pendidikan, Kementerian Hukum Serahkan Lahan Tangerang untuk Sekolah Rakyat

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:56 WIB

Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus

Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:33 WIB

Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...

Ditanya Soal Aliran Uang ke Eks Menag Yaqut, Dirut Maktour: Saya Tak Berani...

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 17:00 WIB

Terkini

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

×