Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Kamis, 18 Juni 2026 | 17:33 WIB
Celios Desak Prabowo Evaluasi Budiman Sudjatmiko: Minim Kontribusi, Malah Ribut di Kampus
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko. (Foto dok. ist)
baca 10 detik
  • Media Wahyudi Askar dari Celios mendesak Presiden Prabowo mengevaluasi Budiman Sudjatmiko terkait kontroversi sikapnya terhadap mahasiswa pada Juni 2026.
  • BP Taskin dinilai minim kontribusi nyata karena tidak memiliki instrumen anggaran dan tugasnya tumpang tindih dengan kementerian terkait.
  • Celios menyarankan pemerintah melebur BP Taskin ke instansi lain agar pengelolaan pengentasan kemiskinan menjadi lebih efektif dan produktif.

Suara.com - Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), Media Wahyudi Askar, menilai Presiden Prabowo Subianto perlu mengevaluasi Budiman Sudjatmiko sebagai Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).

Bukan saja soal kinerja Budiman dan keberadaan BP Taskin, melainkan juga terkait kontroversialnya sikap Budiman dalam diskusi dengan mahasiswa.

Menurut Media, keributan yang terjadi antara Budiman dan mahasiswa justru menjadi bumerang bagi pemerintah dan Kabinet Merah Putih di bawah pimpinan Prabowo.

"Jadi saya kira Pak Budiman harus dievaluasi karena jangankan bicara kinerja ya sekarang malah ribut-ribut kontroversi di kampus dan akhirnya justru memberikan tekanan politik kepada kabinet hari ini," kata Media kepada Suara.com, Kamis (18/6/2026).

Banyak pertanyaan yang menjadi dasar mengapa evaluasi terhadap Budiman dan BP Taskin perlu dilakukan.

"Jadi harus dilakukan evaluasi saya kira untuk Pak Budiman apa target dari BP Taskin yang sebetulnya sudah dicapai? Apa dampak BP Taskin terhadap pengentasan kemiskinan? Karena praktis pejabat struktural di bawah BP Taskin juga tidak punya kemampuan setara Bappenas, setara Kementerian Sosial, bahkan juga tidak memikiki instrumen anggaran ya bahkan untuk melaksanakan program-program pengentasan kemiskinan," tutur Media.

Cuma Bagi Jabatan, Mending Dilebur

Media menyoroti keberadaan BP Taskin yang dinilai memiliki tugas dan fungsu yang tumpang tindih dengan kementerian atau lembaga lain.

Menurutnya pembentukan BP Taskin hanya bagian dari upaya pemerintah berbagi jabatan.

baca juga

"BP Taskin itu sebetulnya kan secara politik itu hanya bagi-bagi jabatan saja. Kalau instrumennya mereka nggak punya, mereka gak punya anggaran yang siginifikan termasuk juga pengimplementasian program dan lain-lain," kata Media.

Mdia mengatakan sejak awal fungsi dari BP Taskin hanya sebatas sinkronisasi, integrasi termasuk juga mungkin penyusunan master plan dan koordinasi lintas sektor.

Diskusi 3 Pejabat Kabinet Prabowo di UGM Ricuh lantaran Digeruduk Mahasiswa, Senin (15/6/2026) malam.
Diskusi 3 Pejabat Kabinet Prabowo di UGM Ricuh lantaran Digeruduk Mahasiswa, Senin (15/6/2026) malam.

Tetapi fungsi tersebut ternyata juga telah terlaksana secara jauh lebih baik dan lebih tepat oleh Bappenas, Kementerian Sosial, dan Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat.

"Jadi praktis hingga saat ini BP Taskin itu gak ada kontribusinya sama sekali saya lihat dampaknya pada percepatan program pengentasan kemiskinan," kata Media.

Menurut Media, secara umum yang dikethaui BP Taskin hanya Budiman sebagai pimpinannya. Sementara hasil dari pekerjaan BP Taskin, menurut Media belum signifikan.

"Ya yang dilakukan yang terlihat di mata publik ya kunjungan lapangan, forum diskusi. Jadi hanya aktivitas birokrasi dan ini nggak mencerminkan hasil sama sekali. Apakah memang kemiskinan sekarang terjadi penurunan karena inovasi dari BP Taskin kan nggak juga gitu ya. Jadi relatif sangat minim kontribusinya pada tata kelola pengentasan kemiskinan di Indonesia," kata Media.

Media justru menyarankan agar BP Taskin dilebur ke dalam kementerian lain yang memiliki fungsi serupa.

"Jadi sebaiknya dievaluasi saja mungkin dilebur ke Kementerian Sosial atau Bappenas itu jauh lebih baik ketimbang ya sekarang malah kontra produktif yang dikerjakan juatur jauh dari upaya upaya mempervepat penyelesaian kemiskinan," kata Media.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

Jajaran Direksi Himbara Merapat ke Istana, Prabowo Gelar Rapat Tertutup Bahas Ekonomi

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:39 WIB

Bukan Sekadar Pertemuan Biasa, Ini Agenda Utama Prabowo Panggil Bos Himbara hingga Rosan ke Istana

Bukan Sekadar Pertemuan Biasa, Ini Agenda Utama Prabowo Panggil Bos Himbara hingga Rosan ke Istana

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 15:20 WIB

Presiden Prabowo Diminta Copot Budiman Sudjatmiko

Presiden Prabowo Diminta Copot Budiman Sudjatmiko

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 12:35 WIB

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Lingkar Dalam Prabowo Bikin Investor Waswas, Rupiah dan IHSG Kena Tekanan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 08:29 WIB

Terkini

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Viral Nasabah MNC Bank Tak Bisa QRIS dan Transaksi Dibatasi, Netizen: Krisis Keuangan?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:26 WIB

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Aksi Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Terancam Ditunda, AFC Masih Tunggu Situasi Arab Saudi

Bola | Senin, 02 November 2026 | 22:15 WIB

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Dua Korporasi Sudah Diselidiki, WALHI Kini Laporkan 9 Perusahaan soal Karhutla Jambi

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:06 WIB

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

Copot Kapolres Sukoharjo Usai Penggeledahan Ponpes, Langkah Kapolri Panen Pujian Ulama Bogor

News | Senin, 02 November 2026 | 21:51 WIB

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Keluarga Tokoh Sumpah Pemuda Berkumpul, Mengenang Perjuangan Para Pendahulu Bangsa

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 21:43 WIB

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Ketika Membeli Pembalut Harus Berhemat, Perempuan Marginal Palembang Hadapi Risiko Kesehatan

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Pemerintah Kerahkan AI Lacak Pajak di Shopee, Lazada, Hingga Gojek

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 21:41 WIB

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Klaim Tak Tahu soal Mahasiswa Palsu, Raffi Ahmad Disentil Sarah Sechan: Itu Namanya Integritas!

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 21:39 WIB

×