- Mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Jumat, 19 Juni 2026.
- Massa memprotes kebijakan pemerintah terkait kenaikan harga BBM serta menyoroti implementasi program Makan Bergizi Gratis yang dianggap bermasalah.
- Demonstran menyampaikan tiga tuntutan utama mengenai stabilitas ekonomi, evaluasi kinerja pejabat, dan penegakan supremasi sipil di Indonesia.
1. Pulihkan Ekonomi dan Politik
Dalam poin pertama ini, mahasiswa mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret dalam menstabilkan harga-harga di pasar. Tuntutan tersebut meliputi:
- Turunkan harga bahan pokok.
- Turunkan harga BBM dan tingkatkan ketersediaan BBM subsidi.
- Hentikan pemborosan APBN.
2. Berantas Inkompetensi Pejabat
Mahasiswa menyoroti kinerja para pembantu presiden yang dianggap tidak cakap dalam mengelola program strategis dan menjalin komunikasi dengan rakyat. Poin ini mencakup:
- Hentikan sementara dan evaluasi total program MBG.
- Perbaiki komunikasi pemerintah kepada publik.
3. Kembalikan Supremasi Sipil
Isu demokrasi dan hak asasi manusia menjadi pilar ketiga dalam tuntutan mahasiswa kali ini. Mereka secara tegas meminta pemerintah untuk:
- Tolak UU Polri.
- Bebaskan seluruh tahanan politik.
- Hentikan represivitas aparat serta militerisme di Indonesia Timur dan ranah sipil.
- Tolak PSN yang tidak berpihak kepada rakyat.
Hingga sore hari, massa masih bertahan di depan gerbang DPR RI. Mereka terus bergantian melakukan orasi dan menyanyikan lagu-lagu perjuangan mahasiswa.
Para demonstran menegaskan bahwa aksi ini adalah awal dari gelombang protes yang lebih besar jika pemerintah tidak segera merespons tuntutan yang mereka bawa.
Kondisi di Jalan Gatot Subroto terpantau masih padat oleh massa aksi yang duduk melingkar mendengarkan arahan dari masing-masing koordinator lapangan. (Reporter: Cornelius Juan Prawira)