Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas

Dinda Rachmawati

Rabu, 17 Juni 2026 | 09:58 WIB
Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas
Akses Keuangan Meningkat, Tapi Literasi Masih Tertinggal: Tantangan bagi Anak Muda dan Disabilitas
baca 10 detik
  • Data OJK tahun 2025 menunjukkan tingkat inklusi keuangan di Indonesia meningkat lebih cepat daripada tingkat literasi keuangan.
  • Kesenjangan literasi finansial terjadi pada generasi muda serta penyandang disabilitas yang akses perbankannya masih relatif rendah.
  • HSBC Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia meluncurkan program edukasi keuangan berbasis pengalaman bagi 1.700 pelajar dan disabilitas.

Suara.com - Di tengah pesatnya perkembangan layanan keuangan digital, akses masyarakat terhadap produk finansial kini semakin mudah. Namun, kemudahan ini ternyata belum sepenuhnya diiringi dengan kemampuan mengelola keuangan secara bijak, terutama di kalangan generasi muda dan penyandang disabilitas.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan adanya peningkatan tingkat literasi keuangan pada kelompok pelajar, dari 56,42% pada 2024 menjadi 61,76% pada 2025. Di sisi lain, tingkat inklusi keuangan meningkat jauh lebih cepat, dari 69% menjadi 84,42% pada periode yang sama. 

Kesenjangan ini menandakan bahwa akses ke layanan keuangan belum selalu dibarengi dengan pemahaman yang cukup untuk mengelola keuangan secara sehat dan bertanggung jawab.

Tantangan ini semakin nyata pada kelompok penyandang disabilitas. Data menunjukkan hanya 24,3% penyandang disabilitas usia 15 tahun ke atas yang memiliki rekening bank, jauh tertinggal dibandingkan 47% masyarakat tanpa disabilitas. Kondisi ini memperlihatkan masih adanya hambatan dalam hal akses sekaligus edukasi yang inklusif.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia, Stuart Rogers, menilai bahwa generasi muda saat ini berada dalam situasi yang unik: akses keuangan sangat mudah, tetapi keputusan finansial menjadi semakin kompleks.

“Generasi muda saat ini tumbuh di tengah akses finansial yang semakin mudah, tetapi dihadapkan juga pada keputusan finansial yang semakin kompleks mulai dari tekanan konsumsi digital hingga layanan keuangan instan," ujarnya.

Menurut Stuart, mereka membutuhkan lebih dari sekadar pemahaman teori, mereka perlu membangun kebiasaan dan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan finansial yang sehat.

Pandangan serupa disampaikan oleh Natalia Soebagjo dari Prestasi Junior Indonesia. Ia menekankan bahwa literasi keuangan tidak cukup hanya diajarkan secara teoritis, tetapi perlu dibangun melalui pengalaman langsung.

“Generasi muda hari ini tidak kekurangan akses terhadap uang atau teknologi, tetapi sering kali kekurangan ruang untuk belajar mengambil keputusan finansial secara aman dan bertanggung jawab. Karena itu, literasi keuangan perlu dipelajari melalui pengalaman, bukan sekadar teori,” katanya. 

baca juga

Ia menambahkan bahwa keputusan sehari-hari seperti menabung, membelanjakan uang, hingga menghadapi tekanan sosial merupakan bagian penting dalam membentuk kebiasaan finansial yang sehat.

Menjawab tantangan tersebut, berbagai pihak mendorong penguatan literasi keuangan yang lebih inklusif. Salah satunya melalui kolaborasi antara PT Bank HSBC Indonesia dan Prestasi Junior Indonesia dalam program Financial Empowerment Pathways 2026. 

Inisiatif ini dirancang untuk memperluas edukasi finansial berbasis pengalaman kepada sekitar 1.700 pelajar di Indonesia, termasuk siswa penyandang disabilitas, pelajar SMP, hingga mahasiswa.

Program ini mencakup tiga pendekatan utama, yaitu INFINITY (Inclusive Financial Literacy for Young People), JA More than Money, dan ELEVATE (Elevating Financial Literacy through Action & Innovation). 

Ketiganya dirancang agar peserta tidak hanya memahami konsep keuangan, tetapi juga mampu mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu implementasi awal dilakukan melalui program INFINITY di SLBN 02 Jakarta. 

Program ini melibatkan 100 siswa penyandang disabilitas pendengaran dengan pendekatan pembelajaran visual dan pengalaman langsung. Mereka diajak memahami konsep dasar keuangan seperti earn, save, spend, dan donate melalui simulasi sederhana dalam aktivitas bertajuk Money Adventures.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri

Momen Purbaya Mau Tebus Harley Davidson Sitaan Kejagung, Cita-cita Punya Moge Tapi Dilarang Istri

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:56 WIB

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Purbaya Terima PNBP Rp 1,029 T dari Kejagung, Ada Sitaan Aset Kasus Eddy Tansil

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:32 WIB

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR

Purbaya Ajukan Anggaran Kemenkeu 2027 Sebesar Rp 49,8 Triliun ke DPR

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 15:14 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×