Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan

Bangun Santoso

Senin, 22 Juni 2026 | 16:40 WIB
Langkah Tak Biasa Kapolri Listyo, Ziarah ke Makam Gus Dur hingga Soeharto Jadi Sorotan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. (Suara.com/Yasir)
baca 10 detik
  • Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berziarah ke makam para mantan Presiden RI dan Taman Makam Pahlawan pada 20 Juni 2026.
  • Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan serta upaya meresapi nilai-nilai keteladanan kepemimpinan para pendahulu bangsa bagi pejabat publik.
  • Tindakan Kapolri dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat koneksi moral dan semangat persatuan melalui pembelajaran sejarah perjuangan bangsa.

Suara.com - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rangkaian kegiatan yang menarik perhatian publik pada 20 Juni 2026.

Orang nomor satu di Korps Bhayangkara tersebut melaksanakan ziarah ke makam sejumlah tokoh besar yang pernah memimpin Indonesia, mulai dari makam Presiden ke-1 RI Soekarno, Presiden ke-2 RI Soeharto, hingga Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.

Tidak hanya makam para mantan presiden, Kapolri juga mengunjungi Taman Makam Pahlawan (TMP) sebagai bentuk penghormatan kepada para pejuang yang telah gugur.

Langkah Jenderal Listyo Sigit dinilai sebagai gestur simbolis yang memiliki makna filosofis mendalam, melampaui sekadar kunjungan protokoler atau seremonial tahunan.

Hal itu dinilai sebagai upaya merajut kembali nilai-nilai persatuan melalui penghormatan terhadap para pendahulu bangsa yang memiliki latar belakang perjuangan berbeda-beda.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa peziarahan tersebut merupakan bagian dari perjalanan batin yang mendalam untuk menggali dan meresapi teladan kepemimpinan dari para pendahulu yang telah berjasa membangun bangsa dan negara Indonesia.

Menurutnya, setiap lokasi yang dikunjungi menyimpan warisan nilai-nilai luhur yang sangat relevan untuk dijunjung tinggi oleh setiap pemimpin di negeri ini dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Koordinator Gerakan Indonesia Cerah (GIC), Febri Wahyuni Sabran, dalam keterangannya menekankan pentingnya bagi seorang pejabat publik untuk tetap berpijak pada sejarah bangsa.

"Belajar dari sejarah bukan hanya soal mengenal alur sejarah, tetapi bagaimana kita menghormati dan meneladani kebajikan-kebajikan yang mereka wariskan. Dan itulah yang dilakukan Kapolri Listyo Sigit Prabowo," ujar Febri dalam keterangannya, Senin (22/6/2026).

baca juga

Febri menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Kapolri merupakan sebuah teladan positif yang patut dicontoh oleh para pemimpin lainnya di seluruh tingkatan di Indonesia.

Penghormatan terhadap sejarah dinilai bukan hanya sebagai pelengkap karakter, melainkan bagian integral yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin sejati.

Hal ini penting untuk memastikan adanya koneksi moral dan emosional antara kebijakan yang diambil saat ini dengan semangat perjuangan para tokoh bangsa di masa lalu.

Lebih lanjut, Febri Wahyuni Sabran merinci nilai-nilai spesifik yang bisa dipetik dari masing-masing tokoh yang diziarahi oleh Kapolri.

Setiap presiden yang dikunjungi makamnya memiliki warisan kepemimpinan yang unik dan menjadi fondasi bagi keberlangsungan negara hingga saat ini.

“Dari Presiden Abdurrahman Wahid kita belajar tentang simbol pluralisme, toleransi, dan kepemimpinan yang merakyat. Gus Dur dikenang sebagai pemimpin yang menjunjung tinggi hak asasi manusia dan keberagaman Indonesia. Dari Presiden Soekarno kita menimba semangat nasionalisme, persatuan, dan visi besar tentang Indonesia yang berdaulat dan bermartabat. Dari Presiden Soeharto kita belajar tentang stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia”, beber Febri.

Kunjungan ke Taman Makam Pahlawan juga dianggap sebagai poin krusial dalam rangkaian ziarah tersebut.

Kehadiran Kapolri di makam para pahlawan dinilai mencerminkan penghormatan yang inklusif kepada seluruh pejuang kemerdekaan tanpa terkecuali.

Hal ini mempertegas pesan bahwa kemajuan yang dinikmati bangsa saat ini adalah hasil kumulatif dari pengorbanan banyak pihak di masa lalu.

Dengan meresapi nilai pluralisme dari Gus Dur, nasionalisme dari Bung Karno, serta stabilitas dari era Soeharto, diharapkan institusi kepolisian dan kepemimpinan nasional secara umum dapat berjalan lebih selaras dengan cita-cita luhur bangsa.

Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, penghormatan terhadap para tokoh bangsa menjadi pengingat bahwa perbedaan pandangan di masa lalu tetap bermuara pada satu tujuan, yaitu kejayaan Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menapaki Jejak Rasulullah SAW di Masjid Nabawi

Menapaki Jejak Rasulullah SAW di Masjid Nabawi

Foto | Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Mantan Kapolri Era SBY dan Jokowi Jadi Komisaris Utama Bukalapak

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 14:40 WIB

Boni Hargens Soal Gebrakan Resiprokalitas Kapolri, ASN Kini Bisa Jabat Posisi di Polri

Boni Hargens Soal Gebrakan Resiprokalitas Kapolri, ASN Kini Bisa Jabat Posisi di Polri

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 12:05 WIB

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

Kapolri Jamin Takkan Serobot Kursi ASN: Polisi Masuk Kementerian Hanya Jika Diminta!

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 20:13 WIB

Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026

Cegah Perjudian! Kapolri Aktifkan Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 19:14 WIB

Jabatan Kapolri Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden, Ini Bunyi Pasal Terbaru UU Polri

Jabatan Kapolri Kini Bisa Diperpanjang Sesuai Kebutuhan Presiden, Ini Bunyi Pasal Terbaru UU Polri

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:06 WIB

Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat

Tak Bisa Asal Masuk! Polisi Jabat di Kementerian Wajib Ikuti Open Bidding dan Seleksi Ketat

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:17 WIB

Terkini

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 22:08 WIB

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:58 WIB

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:53 WIB

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:26 WIB

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 21:12 WIB

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:50 WIB

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:16 WIB

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:13 WIB

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 20:05 WIB

×