Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Muhamad Yasir, Lilis Varwati

Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB
Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!
Ilustrasi-Antrean sepanjang dua kilometer yang dipenuhi lebih dari 1.000 pencari kerja di Melaka, Malaysia. [Suara.com]
baca 10 detik
  • Antrean ribuan pencari kerja di Melaka, Malaysia, memicu kekhawatiran serupa mengenai minimnya lapangan kerja formal di Indonesia.
  • Indonesia menghadapi tantangan penumpukan pencari kerja karena pertumbuhan lapangan kerja formal masih kalah jauh dibandingkan sektor informal.
  • Faktor ekonomi, kebijakan suku bunga, serta sikap investor menyebabkan perlambatan ekspansi industri yang membatasi ketersediaan lowongan pekerjaan berkualitas.

Suara.com - Viral antrean sepanjang sekitar dua kilometer yang dipenuhi lebih dari 1.000 pencari kerja di Melaka, Malaysia, memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi pasar tenaga kerja di Asia Tenggara.

Fenomena tersebut dinilai bisa terjadi di Indonesia jika pertumbuhan lapangan kerja formal tidak mampu mengimbangi lonjakan jumlah pencari kerja setiap tahun.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, mengatakan penumpukan pencari kerja merupakan konsekuensi yang sulit dihindari ketika penciptaan lapangan kerja berjalan lambat.

"Memang secara internasional maupun secara nasional, pembukaan lapangan kerja tidak terlalu besar. Banyak faktor yang memengaruhi, baik geopolitik internasional maupun kebijakan lokal di Indonesia," kata Timboel kepada Suara.com, Senin (22/6/2026).

Timboel menjelaskan, jumlah pencari kerja di Indonesia terus bertambah sekitar 2 juta hingga 3 juta orang setiap tahun. Mereka berasal dari lulusan SMA, perguruan tinggi, korban pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga peserta magang yang belum terserap pasar kerja.

Di sisi lain, ketersediaan pekerjaan formal masih sangat terbatas. Menurut Timboel, meskipun Indonesia mampu membuka sekitar 2,5 juta lapangan kerja, sebagian besar justru berada di sektor informal.

"Sementara yang mengantre ini adalah pekerjaan formal, yang memang juga di luar negeri, di Malaysia, pekerjaan formal itu sangat sedikit sekarang," imbuhnya.

Ia memaparkan, dalam periode Agustus 2024 hingga Agustus 2025 tercipta sekitar 1,9 juta lapangan kerja baru di Indonesia. Namun, hanya sekitar 200 ribu di antaranya merupakan pekerjaan formal, sedangkan sekitar 1,6 juta lainnya berada di sektor informal.

Kondisi tersebut, kata Timboel, berpotensi memicu penumpukan pencari kerja dari tahun ke tahun apabila tidak diimbangi dengan ekspansi industri dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.

baca juga

Menurut dia, perlambatan pembukaan lapangan kerja turut dipengaruhi berbagai faktor ekonomi dan kebijakan. Sejumlah investor, kata Timboel, masih memilih bersikap wait and see sebelum melakukan ekspansi usaha di Indonesia.

Selain itu, suku bunga acuan Bank Indonesia yang masih berada di level 5,75 persen juga dinilai membuat biaya pinjaman dunia usaha semakin tinggi.

"Jadi artinya lapangan kerja yang dibuka juga terbatas, kemudian pencari kerjanya menumpuk, tiap tahun meningkat 2-3 juta. Jadi kalau dibilang itu terjadi gak penumpukan? Ya akan terjadi," ucap Timboel.

Meski demikian, ia menilai penumpukan pencari kerja dapat ditekan apabila pemerintah mampu memperbesar pembukaan lapangan kerja formal dan memperluas akses masyarakat terhadap proses rekrutmen yang lebih mudah dan transparan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:46 WIB

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

Waspada Badai PHK! Pemerintah Gelar Rapat Khusus Pekan Depan

News | Minggu, 07 Juni 2026 | 13:44 WIB

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

Wamenaker Antisipasi Gelombang PHK Dampak Konflik Timur Tengah

News | Minggu, 17 Mei 2026 | 18:10 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×