OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD

Bangun Santoso, Lilis Varwati

Senin, 22 Juni 2026 | 19:08 WIB
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
Ilustrasi lowongan kerja. [Ist]
baca 10 detik
  • Sekjen OPSI Timboel Siregar menyoroti praktik lowongan kerja fiktif oleh HRD perusahaan demi memenuhi target KPI administratif.
  • Pemerintah perlu memperketat pengawasan serta verifikasi faktual terhadap seluruh data lowongan kerja di platform Karir Hub Kemnaker.
  • Pemerintah wajib menindak tegas perusahaan yang melakukan manipulasi lowongan kerja guna mencegah kerugian serta penipuan terhadap pencari kerja.

Suara.com - Praktik dugaan pembuatan lowongan kerja fiktif untuk memenuhi Key Performance Indicator (KPI) HRD dinilai menjadi persoalan serius dalam sistem rekrutmen tenaga kerja di Indonesia.

Sekretaris Jenderal Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI), Timboel Siregar, menilai pemerintah perlu memperketat pengawasan terhadap seluruh proses rekrutmen, mulai dari pembukaan lowongan hingga pelaporan akhir perusahaan.

Ia menjelaskan, secara aturan seluruh lowongan kerja seharusnya dilaporkan ke pemerintah melalui sistem Kementerian Ketenagakerjaan, termasuk dimasukkan ke dalam platform Karir Hub.

"Kalau dalam ketentuan kita kan seluruh lowongan kerja dikirim ke pemerintah, Kementerian Tenaga Kerja, dimasukkan dalam website-nya Karir Hub itu," kata Timboel kepada suara.com, Senin (22/6/2026).

Menurut dia, pemerintah tidak cukup hanya menerima laporan, tetapi juga harus melakukan verifikasi terhadap kebenaran informasi yang disampaikan perusahaan, termasuk mempertanyakan langsung kepada pihak HRD.

"Pemerintah juga nanya kepada misalnya HRD, ini bener gak? Dia harus mempertanggungjawabkan apa yang dikirim kepada pemerintah. Pemerintah harus memonitor, mengawasi," ujarnya.

Timboel menegaskan, pengawasan pemerintah tidak berhenti pada tahap pembukaan lowongan saja. Setelah proses rekrutmen selesai, pemerintah juga harus memastikan status lowongan tersebut diperbarui dan dinyatakan selesai dalam sistem.

"Ketika nanti sudah selesai pemerintah tinggal ngasih status bahwa ini sudah selesai," katanya.

Lebih lanjut, ia menyoroti potensi adanya lowongan kerja fiktif yang dibuat hanya untuk kepentingan internal perusahaan atau sekadar memenuhi target administratif. Menurutnya, kondisi ini tidak boleh dibiarkan karena dapat merugikan pencari kerja.

baca juga

"Pemerintah juga harus memastikan bahwa lapangan kerja yang dibuka itu benar-benar ada, gak bisa sekedar ada. Kalau nanti iseng-iseng HRD atau si perusahaan, ya sanksi. Itu diduga melakukan penipuan," tegasnya.

Ia menilai praktik tersebut dapat dikategorikan sebagai dugaan penipuan karena perusahaan melaporkan sesuatu yang sebenarnya tidak ada.

Selain itu, Timboel juga menekankan pentingnya aturan ketenagakerjaan dalam proses rekrutmen, termasuk larangan pungutan biaya kepada pelamar kerja.

Demikian pula, ia menolak adanya persyaratan yang bersifat diskriminatif seperti batasan usia tertentu atau larangan bagi penyandang disabilitas. Menurutnya, proses seleksi tetap menjadi kewenangan perusahaan, namun harus tetap dalam koridor aturan yang berlaku.

"Seleksi itu kan punya subjektivitas pengusaha, tinggal dipilih saja. Tapi tidak boleh ada pembiayaan, tidak boleh diskriminasi," ujarnya.

Timboel menegaskan, penguatan sistem pelaporan dan pengawasan ketenagakerjaan menjadi penting agar data lowongan kerja di pemerintah benar-benar akurat, serta dapat mencegah praktik manipulasi rekrutmen di lapangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

Antrean 1.000 Pencari Kerja di Malaysia Jadi Alarm, Indonesia Terancam Hadapi Situasi Serupa!

News | Senin, 22 Juni 2026 | 18:02 WIB

Kalau Kamu Bukan HRD atau Calon Mertua, Tolong Jangan Tanya soal Gaji Saya

Kalau Kamu Bukan HRD atau Calon Mertua, Tolong Jangan Tanya soal Gaji Saya

Your Say | Minggu, 12 April 2026 | 13:22 WIB

Cara Bikin CV 'Sat-set' Dilirik HRD: Gak Perlu Bayar Jasa Rp600 Ribu!

Cara Bikin CV 'Sat-set' Dilirik HRD: Gak Perlu Bayar Jasa Rp600 Ribu!

Lifestyle | Kamis, 29 Januari 2026 | 17:09 WIB

Jarang Diajarkan di Sekolah, Inilah 7 Soft Skill yang Bikin Kamu Cepat Dapat Kerja

Jarang Diajarkan di Sekolah, Inilah 7 Soft Skill yang Bikin Kamu Cepat Dapat Kerja

Your Say | Kamis, 29 Januari 2026 | 14:34 WIB

Panduan Lengkap Menulis Surat Lamaran Kerja yang Benar dan Menarik HRD

Panduan Lengkap Menulis Surat Lamaran Kerja yang Benar dan Menarik HRD

Lifestyle | Kamis, 30 Oktober 2025 | 18:22 WIB

Jawabannya Bikin HRD Terdiam, Kisah Pilu Pelamar Yatim Piatu yang Hidupnya Sebatang Kara

Jawabannya Bikin HRD Terdiam, Kisah Pilu Pelamar Yatim Piatu yang Hidupnya Sebatang Kara

Entertainment | Selasa, 21 Oktober 2025 | 17:12 WIB

Isu HRD Ramai-ramai Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga Imbas Kasus Viral Siswa Merokok

Isu HRD Ramai-ramai Blacklist Lulusan SMAN 1 Cimarga Imbas Kasus Viral Siswa Merokok

Bisnis | Rabu, 15 Oktober 2025 | 17:45 WIB

Terkini

Kritik Pemerintah Tak Berarti Ngebet Ganti Presiden: Salah Kaprah Demokrasi

Kritik Pemerintah Tak Berarti Ngebet Ganti Presiden: Salah Kaprah Demokrasi

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 07:20 WIB

Harga Emas Sukses Jebol Batas Psikologis, Saatnya Jual atau Beli?

Harga Emas Sukses Jebol Batas Psikologis, Saatnya Jual atau Beli?

Bisnis | Kamis, 05 November 2026 | 07:05 WIB

4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan

4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan

Lifestyle | Kamis, 05 November 2026 | 07:02 WIB

Ragam Seni Tradisional Bali Tampil di Festival Seni Budaya Badung 2026

Ragam Seni Tradisional Bali Tampil di Festival Seni Budaya Badung 2026

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 07:00 WIB

Ada Sidang Ijazah Dihadiri Jokowi, Simak Jalur Alternatif Menuju PN Jakarta Timur Hari Ini!

Ada Sidang Ijazah Dihadiri Jokowi, Simak Jalur Alternatif Menuju PN Jakarta Timur Hari Ini!

News | Kamis, 05 November 2026 | 06:59 WIB

Sinopsis Misty Green, Garapan Chris Rock Tayang 9 November di Netflix

Sinopsis Misty Green, Garapan Chris Rock Tayang 9 November di Netflix

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 06:50 WIB

Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun

Ulasan Exhuma: Tentang Dosa Masa Lalu yang Tak Bisa Dikubur Sedalam Apa Pun

Your Say | Kamis, 05 November 2026 | 06:20 WIB

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Usai Terseret Kasus Penyadapan, Listyo Sigit Dicopot dari Jabatan KSP

Foto | Kamis, 05 November 2026 | 06:00 WIB

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

Siap Jadi Ketum FKPPI, Titiek Soeharto: Putra-Putri Purnawirawan Harus Dukung Program Prabowo

News | Rabu, 04 November 2026 | 23:56 WIB

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Menang AMI Awards 2026, Hindia Angkat 3 Jari: Kami Dedikasikan untuk Teman-teman yang Sulit Bernapas

Entertainment | Rabu, 04 November 2026 | 23:23 WIB

×