- Seorang WNA asal Uzbekistan menjadi korban penipuan sopir taksi gelap saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (19/6/2026).
- Korban kehilangan uang Rp1,4 juta setelah dibawa ke terminal bayangan di Kalideres oleh pengemudi taksi gelap tersebut.
- Polsek Kalideres membantu mengembalikan uang korban dan memastikan ia melanjutkan perjalanan ke Lombok melalui terminal resmi.
Suara.com - Seorang warga negara asing (WNA) asal Uzbekistan, Sirqjiddin (39), menjadi korban penipuan oleh sopir taksi gelap saat hendak melanjutkan perjalanan menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Peristiwa itu terjadi tak lama setelah Sirqjiddin mendarat di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat dini hari (19/6/2026). Ia datang ke Indonesia untuk berlibur ke Pulau Lombok dan berencana melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.
Namun niat tersebut berubah menjadi pengalaman buruk. Saat mencari transportasi menuju terminal, ia justru dihampiri seorang pengemudi taksi gelap yang menawarkan jasa perjalanan.
Alih-alih diantar ke terminal resmi, Sirqjiddin justru dibawa ke sebuah “terminal bayangan” di kawasan Jalan Kayu Besar, Kalideres, Jakarta Barat.
Di lokasi tersebut, ia kemudian membeli tiket bus dengan harga Rp1,2 juta serta membayar biaya transportasi tambahan sebesar Rp200 ribu. Total Rp1,4 juta pun berpindah tangan.
Sopir taksi gelap itu bahkan sempat menjanjikan akan menjemputnya kembali di hotel tempat ia menginap untuk diantar ke titik keberangkatan bus. Namun janji itu tidak pernah ditepati.
Setelah menunggu cukup lama tanpa kejelasan, Sirqjiddin merasa kebingungan dan terdampar di negara asing tanpa arah. Ia kemudian memutuskan mendatangi Polsek Kalideres untuk meminta bantuan.
Menerima laporan tersebut, Tim Buser Reskrim Polsek Kalideres segera bergerak ke lokasi yang disebut sebagai terminal bayangan itu.
“Petugas kemudian mempertemukan Sirqjiddin dengan pemilik loket bus tersebut,” kata Kanit Reskrim Polsek Kalideres, AKP Rachmad Wibowo saat dikonfirmasi, Senin (22/6/2026).
Hasilnya, uang korban sebesar Rp1,4 juta dikembalikan secara utuh.
Tak hanya itu, polisi juga mengawal langsung Sirqjiddin ke Terminal Kalideres agar ia bisa melanjutkan perjalanan ke Lombok melalui jalur resmi dengan harga yang sesuai ketentuan.