Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan

Vania Rossa, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 23 Juni 2026 | 15:13 WIB
Ini Biadab! Kutuk Penyekapan Perempuan di Bandung, DPR Bakal Panggil Menteri PPPA ke Senayan
Ilustrasi Penyekapan Perempuan di Bandung. (ist)
baca 10 detik
  • Taufik Hidayat menyekap dan menyiksa kekasihnya berinisial YTR di Bandung selama tiga tahun hingga kondisi korban kritis.
  • Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mendesak aparat hukum memberikan sanksi berat atas tindakan keji tersebut.
  • Komisi VIII DPR RI berencana memanggil KPPPA untuk membahas langkah penanganan komprehensif terkait maraknya kasus kekerasan seksual tersebut.

Suara.com - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid, mengecam keras kasus penculikan, penyekapan, dan penyiksaan terhadap seorang perempuan berinisial YTR di Bandung.

Korban diduga disekap dan dianiaya selama tiga tahun oleh kekasihnya, Taufik Hidayat (30), hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi kritis.

Wachid menyampaikan keprihatinan mendalam atas meningkatnya kasus kekerasan fisik dan seksual yang terjadi belakangan ini. Ia menilai tindakan pelaku terhadap korban sudah melampaui batas kemanusiaan.

“Saya sangat prihatin. Ini kasus yang biadab banget. Pelakunya benar-benar sudah tidak punya moral dan tidak manusiawi lagi. Saya minta aparat penegak hukum memberikan sanksi yang seberat-beratnya,” ujar Wachid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Ia mengaku terkejut bagaimana tindakan keji tersebut bisa berlangsung selama tiga tahun tanpa terungkap. Menurutnya, hal ini menjadi alarm serius agar aparat dan masyarakat lebih waspada terhadap kasus kekerasan dalam relasi personal.

Wachid menegaskan, jika tidak ada penindakan tegas, kasus serupa berpotensi kembali terulang.

Menanggapi kasus tersebut, Komisi VIII DPR RI yang membidangi perlindungan perempuan dan anak berencana memanggil Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) untuk meminta penjelasan dan langkah penanganan.

“Kami akan segera panggil KPPPA, Menteri Perlindungan Perempuan dan Anak. Ini penting karena kasus kekerasan seperti ini terus muncul. Kami juga meminta Komisi III mendorong kepolisian mengusut tuntas sampai ke akar-akarnya,” tegasnya.

Selain luka fisik yang dialami korban, Wachid juga menyoroti dampak psikologis yang sangat berat akibat penyekapan selama tiga tahun tersebut. Ia menilai trauma korban kemungkinan besar sangat mendalam dan berkepanjangan.

baca juga

“Ini tidak hanya fisik yang rusak, tapi mentalnya juga hancur. Kasihan sekali korbannya,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga meminta agar kondisi kejiwaan pelaku turut diperiksa untuk mengetahui motif di balik tindakan tersebut.

“Pelakunya juga harus dicek mentalnya. Orang yang sanggup melakukan hal sekeji itu sudah pasti mentalnya tidak baik,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR

Pemerintah Usulkan RUU Pusat Finansial Internasional Masuk ke Prolegnas DPR

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 15:05 WIB

Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius

Hak Hidup Dirampas! Kemenham: Penyekapan Perempuan 3 Tahun di Bandung Pelanggaran HAM Serius

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:33 WIB

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

Tak Bisa Sembunyi! Polda Jabar Gandeng Meta Lacak Jejak Taufik Penyiksa Kekasih di Rancaekek

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 13:32 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Bukan Sekadar Mendampingi, Ini Peran Perawat dalam Perawatan Pasien Kanker

Health | Senin, 21 September 2026 | 23:37 WIB

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Dari Pesantren ke Layar Lebar, Syakir Daulay Ingin Santri Kuasai Dunia Film

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:31 WIB

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

4 Kreasi Minuman Unik, Dipadukan Serai, Jahe hingga Cabai

Lifestyle | Senin, 21 September 2026 | 23:16 WIB

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Erick Thohir Semangati Atlet Indonesia, Emas Asian Games Diganjar Rp3 Miliar

Video | Senin, 21 September 2026 | 23:10 WIB

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

vivo X500 Bikin Pangling, Modul Kamera Kini Lebih Kecil dan Bodi Bisa Berkilau

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 23:02 WIB

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

FIS Unimed Jadi Tuan Rumah Rapat Tahunan HISPISI 2026 di Danau Toba

Sumut | Senin, 21 September 2026 | 22:53 WIB

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Kasus Video Asusila Viral di Bogor Terbongkar: 2 Tersangka Bikin 20 Konten, Positif HIV

Bogor | Senin, 21 September 2026 | 22:52 WIB

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Gandeng PPM Manajemen, AAJI Dirikan 'Pusat Keunggulan' Asuransi Jiwa

Bisnis | Senin, 21 September 2026 | 22:45 WIB

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Bukan Ultra Lagi, vivo X500 Pro Max Jadi Flagship Tertinggi dengan Kamera 200MP

Tekno | Senin, 21 September 2026 | 22:44 WIB

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

Soeharto Jadi Pahlawan Nasional, Korban Tragedi 65: Sangat-Sangat Tidak Layak

News | Senin, 21 September 2026 | 22:42 WIB

×