Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Kamis, 25 Juni 2026 | 12:02 WIB
Geger Suap BEM FH UBK, Tiyo Singgung Pernyataan Prabowo: Mungkin Beliau Tidak Hanya Tahu
Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Ketua BEM FH UBK mengakui menerima dana sebesar Rp300 juta untuk memobilisasi massa demonstrasi mahasiswa baru-baru ini.
  • Tiyo Ardianto mengaitkan aliran dana tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo mengenai pihak yang mendanai aksi demonstrasi.
  • Tiyo menilai mobilisasi massa untuk mendukung pemerintah mencerminkan strategi politik pecah belah dan kepanikan pihak istana.

Suara.com - Mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, menanggapi mencuatnya dugaan aliran dana kepada mahasiswa yang belakangan ramai diperbincangkan publik.

Dugaan aliran dana sebesar Rp300 juta itu menyeret Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (BEM FH UBK) memicu gelombang kritik dari sejumlah pihak.

Skandal ini terungkap setelah Ketua BEM FH UBK mengakui telah menerima uang muka sebesar 20 persen.

Tiyo kemudian mengaitkan fenomena tersebut dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo yang mengaku mengetahui pihak-pihak yang membiayai demonstrasi.

Menurut Tiyo, pernyataan tersebut justru memunculkan pertanyaan baru mengenai pihak yang berada di balik dugaan mobilisasi massa dalam sejumlah aksi.

Ia bahkan menduga pihak yang mengetahui praktik tersebut bisa jadi memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas pembiayaan demonstrasi.

"Kemarin itu Pak Prabowo pidato. Beliau sampaikan bahwa beliau tahu siapa yang bayar-bayar demo. Mungkin beliau tidak hanya tahu, tapi beliaulah bagian yang terlibat untuk membayar demo-demo itu," kata Tiyo ditemui di UGM, Kamis (25/6/2026).

Tak hanya itu, Tiyo turut menyoroti fenomena mobilisasi massa untuk mendukung program pemerintah merupakan hal yang tidak lazim dalam praktik demokrasi.

"Baru kali ini loh ada program yang dibela mati-matian sampai ada mobilisasi massa untuk mendukung programnya," ucapnya.

baca juga

Ia berpandangan kemunculan kelompok-kelompok yang secara aktif membela program pemerintah di tengah derasnya kritik publik menunjukkan adanya kegelisahan dari lingkar kekuasaan.

Apalagi dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang banyak menuai kritikan.

"Saya kira ini sebenarnya ekspresi kepanikan istana di dalam merespons banyak sekali kritikan pada MBG dan ini wajah dari pemerintahan yang sebenarnya sangat kolonial," ujarnya.

Lebih lanjut, Tiyo menilai pola yang muncul saat ini mengingatkannya pada strategi politik pecah belah yang kerap digunakan dalam pemerintahan kolonial. Menurutnya, polarisasi sengaja diciptakan dengan mempertentangkan kelompok masyarakat satu dengan yang lain.

"Ciri pemerintahan kolonial itu kan devide et impera. Mereka senang mengadu domba," ujarnya.

Kondisi tersebut terlihat dari munculnya pertentangan antarkelompok masyarakat maupun mahasiswa dalam merespons berbagai kebijakan pemerintah. Tiyo menilai situasi itu menjadi potret bagaimana kritik publik dihadapi dengan membangun konflik horizontal.

"Hari ini rakyat diadu domba, mahasiswa versus mahasiswa, rakyat versus rakyat. Bagi saya ini potret yang menunjukkan kepanikan, sekaligus karakter pemerintahan kolonial yang sampai hari diwarisi oleh pemerintahan nasional," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

6 Fakta Skandal BEM FH UBK Mengaku Dapat Uang 'Pelicin' dalam Demo Mahasiswa

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 08:23 WIB

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

Ada Upaya 'Jurang Pemisah' Prabowo-Gibran? Gerindra Buka Suara Soal Isu Suap BEM UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:21 WIB

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

Demo Mahasiswa di Patung Kuda Memanas, Orator Teriak Minta Massa dan Polisi Mundur

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:51 WIB

Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta

Suap Mahasiswa UBK Viral, Terseret Nama 'Kapolda' dan Aliran Dana Rp20 Juta

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:00 WIB

Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan

Dosen UGM Soroti Ketua BEM UBK Kena Suap: Cara Busuk Pertahankan Kekuasaan

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:27 WIB

Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK

Perlu Diinvestigasi, Polri Didesak Ungkap Aktor Intelektual di Balik Suap BEM FH UBK

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 17:17 WIB

Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA

Industri China Lebih Pilih Kasih Beasiswa ke Mahasiswa Vokasi RI daripada Datangkan TKA

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 15:58 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×