Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Jum'at, 26 Juni 2026 | 16:03 WIB
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
Presiden Prabowo Subianto Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo, Rabu (24/6/2026). [Dok.Ist]
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto mengucapkan kata "ndasmu" dalam pidatonya di acara PENAS Petani dan Nelayan di Gorontalo, Rabu (24/6/2026).
  • Dosen UMY, Fajar Junaedi, menyatakan tindakan tersebut melanggar etika deontologi karena presiden harus menjaga martabat dan tutur kata publik.
  • Fajar mengapresiasi langkah Presiden Prabowo yang segera meminta maaf sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah melontarkan kata tersebut.

Suara.com - Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Fajar Junaedi, menilai ucapan "ndasmu" yang kembali dilontarkan Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII, Gorontalo, Rabu (24/6/2026) kemarin tidak bisa dipandang sekadar sebagai guyonan atau celetukan spontan.

Menurutnya, sebagai kepala negara, setiap ucapan presiden akan selalu menjadi perhatian publik.

Peristiwa itu berawal ketika Prabowo sedang bersemangat menyampaikan pidato mengenai pemerataan kesejahteraan dan kritik terhadap pejabat yang tidak jujur.

Namun, saat emosi memuncak, kata "ndasmu" terlontar sebelum Prabowo meminta maaf dan bergurau agar bagian itu dihapus karena khawatir kembali menuai kritik.

"Bagi banyak orang, itu hanyalah keceplosan manusiawi yang disambut dengan tawa. Namun, jika kita melihatnya melalui lensa etika deontologi, cerita ini menjadi jauh lebih dalam," kata Fajar, saat dikonfirmasi, Jumat (26/6/2026).

"Etika deontologi mengajarkan bahwa kebenaran suatu tindakan bukan diukur dari niat baik atau akibatnya, melainkan dari kewajiban moral yang harus dipenuhi," imbuhnya.

Menurut Fajar, niat Prabowo untuk mengkritik korupsi atau ingin tampil dekat dengan masyarakat tidak menjadi persoalan.

Namun yang menjadi sorotan adalah posisi Prabowo sebagai presiden yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga tutur kata di ruang publik.

"Seperti yang diajarkan Immanuel Kant, ada imperatif kategoris, aturan mutlak yang berlaku universal, tanpa pengecualian. Bagi seorang Presiden Republik Indonesia, kewajiban itu sangat jelas: menjaga martabat jabatan, menjadi teladan kesopanan, dan menggunakan bahasa yang hormat di ruang publik," ujarnya.

baca juga

Ia menilai seorang presiden memang boleh berbicara lugas dan tegas tapi tetap ada batas yang harus dijaga. Pasalnya ucapan kepala negara dapat memengaruhi cara masyarakat memandang etika dalam komunikasi publik.

"Niat saja tidak cukup. Ketika ia mengucapkan 'ndasmu', ia telah melanggar kewajiban moral yang melekat pada perannya," tandasnya.

Terlepas dari itu, Fajar mengapresiasi respons Prabowo yang langsung meminta maaf setelah mengucapkan kata tersebut.

Baginya, sikap itu menunjukkan kesadaran bahwa ada ucapan yang memang tidak semestinya disampaikan oleh seorang presiden.

"Dalam etika deontologi, tindakan ini bisa dilihat sebagai upaya memenuhi kewajiban lain: tanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan. Ia tidak membela diri dengan alasan 'rakyat suka yang blak-blakan', melainkan langsung mengakui bahwa ia telah keluar dari jalur yang seharusnya," jelasnya.

Peristiwa itu, kata Fajar, menjadi pengingat bahwa seorang pemimpin dapat tetap tampil apa adanya tanpa harus mengabaikan etika berbahasa.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya menilai isi pidato presiden, tetapi juga cara pesan tersebut disampaikan.

"Seorang presiden boleh blak-blakan, boleh penuh semangat, tetapi ia tidak boleh melupakan bahwa ada batas moral yang harus dijaga, bukan karena takut dikritik, melainkan karena itu adalah tugasnya yang paling mendasar," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum

Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:40 WIB

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

Peserta KDMP Meninggal saat Latsarmil, Mensesneg: Baru Hari Kedua, Belum Berat, Diduga Riwayat Sakit

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 15:15 WIB

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

Firdaus Oiwobo Sudah Diperiksa! Polisi Dalami Kasus Penghinaan Tiyo Ardianto ke Presiden Prabowo

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:44 WIB

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

Jokowi Disebut Bawa Misi Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode, Apa Kata Istana?

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 14:00 WIB

Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?

Saat Stigma Menjadi Senjata: Mengapa Label "Demo Bayaran" Bisa Mematikan Demokrasi?

Your Say | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:37 WIB

Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu

Muncul Isu Perintah Awasi Gibran Buntut 'Mahasiswa Bayaran', Gerindra Tepis Ada Agenda Itu

Video | Jum'at, 26 Juni 2026 | 12:00 WIB

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:18 WIB

Terkini

Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown

Malaysia Tetapkan Darurat Kabut Asap, Begini Curhatan Warga Serawak: Jangan Lockdown

News | Sabtu, 05 September 2026 | 16:05 WIB

The Monster in the Lake, Petualangan Eric Si Bebek Melawan Ketakutan

The Monster in the Lake, Petualangan Eric Si Bebek Melawan Ketakutan

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 16:00 WIB

Rumah Menghadap Timur Menurut Feng Shui, Bawa Hoki atau Tidak?

Rumah Menghadap Timur Menurut Feng Shui, Bawa Hoki atau Tidak?

Lifestyle | Sabtu, 05 September 2026 | 15:58 WIB

Sering Mati Lampu Bikin Saya Memutuskan Pindah Provider ke XL

Sering Mati Lampu Bikin Saya Memutuskan Pindah Provider ke XL

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 15:56 WIB

Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat

Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat

Jatim | Sabtu, 05 September 2026 | 15:52 WIB

Lupakan Bolak-balik Aplikasi, Lenovo Qira Disiapkan Jadi AI yang Menghubungkan Aktivitas Digital

Lupakan Bolak-balik Aplikasi, Lenovo Qira Disiapkan Jadi AI yang Menghubungkan Aktivitas Digital

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 15:51 WIB

Teka Teki Masa Depan Saddil Ramdani, Pamit dari Persib, Diego Michiels: Welcome Bro

Teka Teki Masa Depan Saddil Ramdani, Pamit dari Persib, Diego Michiels: Welcome Bro

Bola | Sabtu, 05 September 2026 | 15:50 WIB

5 Rekomendasi Aplikasi Catatan Kuliah Terbaik di Tablet Android, Praktis dan Rapi

5 Rekomendasi Aplikasi Catatan Kuliah Terbaik di Tablet Android, Praktis dan Rapi

Tekno | Sabtu, 05 September 2026 | 15:48 WIB

Review Good Will Hunting: Saat Logika Jenius Tak Cukup untuk Menyembuhkan Luka Masa Lalu

Review Good Will Hunting: Saat Logika Jenius Tak Cukup untuk Menyembuhkan Luka Masa Lalu

Your Say | Sabtu, 05 September 2026 | 15:45 WIB

Tarif Masuk Ragunan Diwacanakan Naik Jadi Rp10 Ribu, Fasilitas dan Keamanan Jadi Sorotan

Tarif Masuk Ragunan Diwacanakan Naik Jadi Rp10 Ribu, Fasilitas dan Keamanan Jadi Sorotan

Jakarta | Sabtu, 05 September 2026 | 15:43 WIB

×