Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 29 Mei 2026 | 17:35 WIB
Perubahan Iklim Diprediksi Perparah Polusi Udara di Musim Kemarau, Kenapa?
Potret Masyarakat Mengenakan Masker Saat Beraktivitas di Luar Ruangan (Pexels/Click Jeth)

Suara.com - Perubahan iklim diperkirakan akan memperburuk kualitas udara pada musim panas dalam beberapa dekade mendatang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi Indonesia yang memiliki musim kemarau dengan suhu cukup tinggi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa pada tahun 2025 suhu tertinggi di beberapa wilayah Indonesia mencapai 36,8 derajat Celcius. 

Perubahan Iklim Memperparah Polusi Udara

Penelitian berjudul “Air Quality and Climate Connections” menunjukkan bahwa peningkatan suhu, perubahan pola angin, hingga berkurangnya curah hujan dapat membuat polusi udara lebih mudah terperangkap di atmosfer dan bertahan lebih lama. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit pernapasan.

Di sisi lain, riset berjudul “Air Quality Alerts, Health Impacts, and Adaptation Implications Under Varying Climate Policy”, mengungkapkan bahwa polusi udara dapat berdampak pada kesehatan.

Para peneliti memperkirakan sekitar 100 juta warga Amerika Serikat dapat menghirup udara tidak sehat pada musim panas tahun 2100. Angka tersebut meningkat tujuh kali lipat dibandingkan tahun 2000. Polusi udara yang dimaksud mencakup partikel halus dan ozon permukaan yang dapat memicu penyakit paru-paru, gangguan jantung, hingga kematian dini.

Risiko Kebakaran Hutan Turut Meningkat

Selain itu, meningkatnya risiko kebakaran hutan akibat cuaca panas dan kekeringan turut memperparah kualitas udara. Dilansir dari phys.org (26/5/2026), asap kebakaran menghasilkan partikel berbahaya yang dapat menyebar hingga ratusan kilometer dan memicu lonjakan polusi udara.

Di Indonesia sendiri, selama Agustus 2023 terjadi kebakaran hutan dan lahan terbesar dengan total 144 kejadian. Jumlah tersebut mencapai 64,29 persen dari total kejadian bencana selama bulan Agustus 2023, sebagaimana dilaporkan BNPB (29/5/2026).

baca juga

Para peneliti menyebut dampak sebenarnya kemungkinan lebih buruk karena simulasi mereka belum sepenuhnya menghitung peningkatan kebakaran hutan di masa depan. Kondisi ini diperkirakan akan membuat peringatan kualitas udara semakin sering terjadi pada musim panas. 

Masyarakat pun didorong untuk lebih memperhatikan informasi kualitas udara harian, mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta membatasi aktivitas luar ruangan ketika tingkat polusi sedang tinggi.

Peneliti menilai bahwa pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan akses terhadap ruang dengan udara bersih menjadi langkah penting untuk mencegah dampak kesehatan yang lebih besar di masa mendatang. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Balik Promo Tanggal Kembar: Saatnya Mengaku, Kita Sedang Menumpuk Bencana Lingkungan

Di Balik Promo Tanggal Kembar: Saatnya Mengaku, Kita Sedang Menumpuk Bencana Lingkungan

Your Say | Jum'at, 29 Mei 2026 | 13:28 WIB

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Perempuan Hadapi Dampak Lebih Besar dari Gelombang Panas Ekstrem

Health | Jum'at, 29 Mei 2026 | 11:18 WIB

Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting

Debu di Sudut Rumah hingga Kasur Bisa Picu Alergi, Kebiasaan Bersih Harian Makin Penting

Lifestyle | Kamis, 28 Mei 2026 | 21:37 WIB

Terkini

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Harga Minyak Dunia Melandai Tipis di Tengah Tensi Timur Tengah

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:07 WIB

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Refleksi Mariposa: Pentingnya Orang Tua Memahami Mental dan Hati Anak

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 09:00 WIB

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Infinix GT 50 Pro Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh, Layar AMOLED 144Hz, dan Pendingin Cair

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:59 WIB

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Kompolnas Soroti Kasus Polisi Riau Diduga Habisi Nyawa Ibu Kandung

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:53 WIB

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Proyeksi IHSG Hari Ini Usai Asing Borong Saham, Cek 5 Emiten Paling Laris

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:47 WIB

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Data dan Transaksi Digital Terancam, RI Siapkan Teknologi Baru

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:40 WIB

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bahlil Beri Bocoran RUU Migas: BUK Bakal Dapat Kewenangan Besar!

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:39 WIB

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

5 Tips Memilih Sepatu Lari Maraton yang Nyaman dan Anti Cedera

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Belajar Menjalani Hidup dengan Lebih Tenang melalui Hal-Hal yang Boleh dan Tak Boleh Kulakukan

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:30 WIB

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

×