2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri

Budi Arista Romadhoni

Selasa, 30 Juni 2026 | 13:44 WIB
2.596 Warga Klaten Dientaskan dari Kemiskinan, Siap Hidup Mandiri
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi saat menghadiri acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026. [Dok Humas]
baca 10 detik
  • Sebanyak 2.596 keluarga di Kabupaten Klaten resmi lulus dari program bantuan sosial PKH pada 30 Juni 2026.
  • Kelulusan tersebut dicapai melalui kesadaran mandiri serta dukungan program pemberdayaan sosial ekonomi dari pihak Kementerian Sosial.
  • Keberhasilan ini membuktikan peningkatan kesejahteraan keluarga penerima manfaat sehingga mampu hidup mandiri tanpa bergantung bantuan pemerintah.

Suara.com - Sebanyak 2.596 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Klaten resmi keluar dari data kemiskinan. Sebab, mereka berhasil meningkatkan kesejahteraannya dan siap hidup mandiri.

Hal itu ditandai dengan acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026.

Sebagai informasi, pada Tahap I Tahun 2026, terdapat 54.555 Keluarga Penerima Manfaat PKH di Kabupaten Klaten. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.596 keluarga berhasil graduasi karena telah meningkat kesejahteraannya.

Rinciannya adalah sebanyak 992 keluarga memilih graduasi mandiri karena menyatakan sudah mampu dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah, dan sebanyak 1.604 keluarga berhasil graduasi setelah memperoleh Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE).

Salah satu dari ribuan KPM PKH yang menjalani wisuda graduasi mandiri itu adalah Sri Giatmi. Warga Desa Bero, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, tersebut ikut graduasi mandiri setelah merasa sudah mampu dan cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia berharap lebih banyak lagi masyarakat yang ikut KPM PKH segera wisuda graduasi.

"Graduasi ini bagi kita yang sudah mampu, kalau belum cukup ya belum berani untuk graduasi. Cukup nggak cukup kan kita sendiri yang merasakan, kalau saya sendiri alhamdulilah sudah merasa cukup karena sudah dibantu oleh pemerintah sampai sekarang. Sekarang saya sudah mensyukuri apa yang saya lakukan dari berdagang itu, hasil dari keluarga bisa cukup untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Sri Giatmi yang sekarang berjualan jamu keliling.

Acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026. [Dok Humas]
Acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026. [Dok Humas]

Ia kemudian menceritakan bahwa ikut KPM PKH sejak tahun 2013. Saat itu kondisi keluarganya sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk membelikan jajan anak saja susah.

Setelah dapat PKH, ia memperoleh bantuan biaya sekolah untuk anak, kebutuhan anak dan keluarga juga dapat dipenuhi termasuk gizi.

Bahkan, Sri Giatmi masih bisa menyisihkan uang PKH untuk dijadikan modal usaha seperti membeli alat bahan dan peralatan. Hingga akhirnya sekarang ia mendapatkan pemasukan yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari.

baca juga

Tak hanya itu, anak pertamanya sekarang juga sudah bekerja di pabrik dengan penghasilan tetap serta anak keduanya sudah kelas 3 SMP.

"Buat teman-teman semua yang sudah merasa cukup, mari kita memberanikan diri untuk graduasi mandiri, karena yang lebih membutuhkan dari kita itu banyak sekali," tutur ibu dua anak tersebut.

Selain graduasi mandiri, acara yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo tersebut juga ada penyaluran bantuan Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE) dari Kementerian Sosial. Nilai bantuan modal usaha dari Kementerian Sosial itu bisa sampai Rp5 juta per Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Alhamdulillah saya dapat bantuan peralatan untuk jualan bakso. Usaha sudah berjalan enam bulan. Saya juga sudah graduasi. Program ini bisa mengembangkan usaha kami. Semoga perekonomian kami sekeluarga bisa berjalan lancar, jualan tetap jalan," ujar penerima manfaat, Tri Suwiyem, warga Klaten Tengah, Kabupaten Klaten.

Acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026. [Dok Humas]
Acara wisuda graduasi mandiri di Graha Bung Karno, Kabupaten Klaten, Selasa, 30 Juni 2026. [Dok Humas]

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi dan mengucapkan selamat kepada 2.596 KPM PKH yang sudah graduasi. Artinya, ribuan keluarga tersebut sudah dapat berdiri di kakinya sendiri tanpa menerima bantuan sosial dari pemerintah. Ia berharap semangat dari mereka yang sudah graduasi bisa ditularkan kepada masyarakat lainnya.

"Jadi graduasi ini tidak hanya di Klaten, ada juga di Kendal, kemudian ada di Brebes. Mereka sudah bisa berdiri sendiri, sehingga tidak memerlukan bantuan sosial lagi. Mereka sudah terangkat dari miskin, menjadi berdiri sendiri,” kata dia.

Ia menyampaikan, upaya memerangi kemiskinan harus dilakukan secara bersama-sama. Kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan instansi terkait lainnya termasuk perusahaan-perusahaan sangat penting. Hal itu dibuktikan dengan penurunan angka kemiskinan di Jawa Tengah dari 9,58% menjadi 9,39% pada tahun 2025 lalu.

"Kolaborasi ini penting untuk mengeroyok masyarakat miskin dan miskin ekstrem agar bisa kita graduasi," katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Menurut dia, Gubernur Ahmad Luthfi dan para bupati telah bekerja keras untuk mengentaskan kemiskinan dan menghapus kemiskinan ekstrem. Keterbukaan data masyarakat miskin di tiap daerah penting agar intervensi yang dilakukan secara bersama-sama dapat dilakukan dengan tepat. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Bupati Pati Nonaktif Sudewo Berlanjut

Eksepsi Ditolak, Sidang Korupsi Bupati Pati Nonaktif Sudewo Berlanjut

Foto | Senin, 29 Juni 2026 | 18:17 WIB

Gubernur Luthfi Salurkan BLT Cukai Tembakau Rp51 Miliar untuk 85 Ribu Pekerja

Gubernur Luthfi Salurkan BLT Cukai Tembakau Rp51 Miliar untuk 85 Ribu Pekerja

News | Senin, 29 Juni 2026 | 16:27 WIB

Sekolah Rakyat: Solusi Kemiskinan atau Sekadar Program Jangka Pendek?

Sekolah Rakyat: Solusi Kemiskinan atau Sekadar Program Jangka Pendek?

Your Say | Senin, 29 Juni 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Terbukti Sekarang di Timnas Indonesia, Ini Kelemahan Taktik John Herdman Saat Melatih Kanada

Bola | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Jawa Timur Jadi Raja Tembakau, Produksi Tembus 148,77 Ribu Ton

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 07:00 WIB

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

Reklame Roboh Timpa 3 Bangunan di Bandung, 4 Orang Sempat Terjebak

News | Selasa, 29 September 2026 | 06:51 WIB

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

4 Zodiak Beruntung 29 September 2026: Hoki dan Kelimpahan di Depan Mata

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:46 WIB

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Sejarah Jawa Jilid II: Masyarakat, Agama, dan Tradisi dalam Catatan Raffles

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 06:41 WIB

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Talenta Indonesia Tak Cuma Butuh Skill, tapi Juga Akses dan Kesempatan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 06:34 WIB

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Main 10 Orang, Indonesia Tahan Malaysia 0-0 di SUGBK

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 06:00 WIB

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

HUT ke-81, KAI Layani 258,9 Juta Pelanggan pada Semester I 2026

Foto | Selasa, 29 September 2026 | 05:05 WIB

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Suporter Malaysia Klaim Ditahan Lebih dari Sejam Usai Laga Lawan Timnas Indonesia

Bola | Senin, 28 September 2026 | 23:30 WIB

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Tanggal Merah untuk Ibu: Bukan Sekadar Me Time tapi Waktu untuk Recovery

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 23:23 WIB

×