BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!

Muhamad Yasir, Tiara Rosana

Rabu, 01 Juli 2026 | 18:20 WIB
BEM UI Sindir BBM 'Elite' yang Turun: Rakyat dan Ojol Butuhnya Pertamax Murah!
Pengendara sepeda motor mengisi BBM di SPBU Pertamina. (dok. Suara)
baca 10 detik
  • PT Pertamina menurunkan harga BBM nonsubsidi tertentu di Jakarta mulai 1 Juli 2026 berdasarkan evaluasi harga minyak dunia.
  • Aliansi mahasiswa menuntut Pertamina menurunkan harga Pertamax karena lebih banyak digunakan masyarakat luas termasuk pengemudi ojek online.
  • Mahasiswa menegaskan penurunan harga Pertamax Turbo dan Dexlite belum memenuhi tuntutan mereka terkait meringankan beban masyarakat secara luas.

Suara.com - Keputusan PT Pertamina (Persero) menurunkan harga sejumlah bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026 belum memuaskan kalangan mahasiswa.

Mereka menilai kebijakan tersebut belum menyentuh kebutuhan mayoritas masyarakat karena harga Pertamax, BBM yang banyak digunakan pengemudi ojek online (ojol) tetap tidak berubah.

Usai menggelar aksi memperingati Hari Bhayangkara di depan Gedung ASEAN, Jakarta, Rabu (1/7/2026), Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menegaskan tuntutan mahasiswa sejak awal adalah penurunan harga Pertamax, bukan Pertamax Turbo maupun Dexlite.

"Kalau Pertamax Turbo sama Dex kan bisa dilihat ya itu mayoritas masyarakat yang memesan BBM itu dari kalangan mana," ujar Yatalathof.

Menurutnya, aliansi yang terdiri atas BEM UI, BEM Pancasila, BEM NF, BEM PNJ, dan sejumlah BEM lainnya memandang harga Pertamax jauh lebih mendesak untuk diturunkan karena digunakan oleh masyarakat luas, termasuk para pengemudi ojol.

"Kami masih memandang bahwa BBM yang urgent untuk diturunkan harganya kembali normal itu Pertamax. Karena Pertamax itu bahkan ojol pun juga pakai," tambahnya.

Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan. [Suara.com/Tiara]
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan. [Suara.com/Tiara]

Yatalathof menilai penurunan harga BBM nonsubsidi kelas atas memang memiliki dampak, tetapi manfaatnya sangat terbatas karena jumlah penggunanya relatif sedikit dibanding pengguna Pertamax.

Saat ditanya apakah kebijakan tersebut sudah cukup meringankan beban masyarakat, ia menjawab singkat.

"Itu belum menjawab tuntutan kami," tegasnya.

baca juga

Ia menilai manfaat penurunan harga Pertamax Turbo dan Dexlite tidak akan dirasakan secara luas oleh masyarakat.

"Berpengaruh pasti berpengaruh, tapi masalahnya kan seberapa tingkat pengaruhnya gitu ya. Karena kita melihat tadi yang memakai Pertamina Turbo dan juga Dex kan itu sangat sedikit dibanding yang Pertamax," jelas Yatalathof.

Karena itu, aliansi mahasiswa memastikan akan terus mendorong pemerintah dan Pertamina agar menurunkan harga Pertamax.

"Dan masih akan terus diperjuangkan. Karena tadi kembali lagi, bahkan sekelas ojol pun mereka pakai Pertamax gitu kan. Jadi memang ini dirasakan bahkan ke kalangan paling bawah," tutupnya.

Sebelumnya, Pertamina resmi menyesuaikan harga BBM nonsubsidi mulai Rabu (1/7/2026).

Di wilayah Jabodetabek, harga Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 menjadi Rp19.300 per liter. Dexlite juga turun menjadi Rp19.700 per liter, sedangkan Pertamina Dex kini dibanderol Rp21.150 per liter.

Penyesuaian tersebut merupakan hasil evaluasi berkala yang mengacu pada formula pemerintah serta perkembangan harga minyak dunia.

Namun, harga Pertamax tetap bertahan di Rp16.250 per liter. Begitu pula Pertamax Green 95 yang masih dijual Rp17.000 per liter, sementara Pertalite dan BioSolar bersubsidi juga tidak mengalami perubahan, masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:35 WIB

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:10 WIB

Kado Keranda Mayat BEM UI Dilucuti Polisi, Demo #MatinyaReformasiPolri Ricuh

Kado Keranda Mayat BEM UI Dilucuti Polisi, Demo #MatinyaReformasiPolri Ricuh

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 16:47 WIB

Terkini

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

Fakta Baru Kasus Bupati Kuansing, KPK Ungkap Dugaan Uang dari Pelepasan Hutan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:54 WIB

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

Panik Dipantau KPK, Bupati Kuansing Jual Land Cruiser ke Showroom Milik Suwito

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

Akal Bulus Maling Motor di PIK 2: Tukar Pelat Sesuai Kartu Parkir Dashboard Biar Lolos Keluar

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:50 WIB

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

Alasan Polisi Tak Izinkan Massa Demo BEM UI Lewati Jalan Trunojoyo di Hari Bhayangkara

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:35 WIB

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

Bupati Kuansing Minta Land Cruiser, Mobil Dibeli Kredit dengan Cicilan Rp46 Juta Per Bulan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:27 WIB

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

AS dan Iran Saling Klaim di Tengah Perang, Gencatan Senjata 60 Hari Gagal Total?

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:24 WIB

Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit

Waspada! Kebijakan B50 Bisa Picu Krisis Minyak Goreng dan Bencana Lingkungan Akibat Sawit

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:21 WIB

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

Waspada El Nino hingga 2027, Megawati Keluarkan Instruksi 'Siaga Satu' Pangan dan Air

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:19 WIB

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

Dilarang Dekat Mabes, BEM UI Beberkan Rapor Merah 602 Kasus Kekerasan Polri di Depan Gedung ASEAN

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:10 WIB

Presiden Belarus Tiba di Jakarta, Disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

Presiden Belarus Tiba di Jakarta, Disambut Menhan Sjafrie Sjamsoeddin

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 17:04 WIB

×