Kado Keranda Mayat BEM UI Dilucuti Polisi, Demo #MatinyaReformasiPolri Ricuh

Muhamad Yasir, Tiara Rosana

Rabu, 01 Juli 2026 | 16:47 WIB
Kado Keranda Mayat BEM UI Dilucuti Polisi, Demo #MatinyaReformasiPolri Ricuh
Aksi Aliansi BEM se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026). [Suara.com/Tiara]
baca 10 detik
  • Aliansi BEM se-UI melakukan aksi simbolik membawa keranda mayat di depan Mabes Polri, Jakarta, pada Rabu (1/7/2026).
  • Aksi tersebut diwarnai kericuhan saat aparat kepolisian melucuti paksa atribut keranda yang dibawa oleh kelompok mahasiswa tersebut.
  • Mahasiswa mengkritik perluasan peran Polri serta menuntut transparansi hukum atas berbagai kasus kekerasan yang melibatkan institusi kepolisian.

Suara.com - Aksi simbolik Aliansi BEM se-Universitas Indonesia (BEM se-UI) di depan Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (1/7/2026), berujung ricuh. Keranda mayat yang dibawa mahasiswa sebagai "kado" HUT Bhayangkara ke-80 dilucuti aparat saat hendak dibawa mendekati gerbang Mabes Polri.

Kericuhan bermula ketika mahasiswa menggotong keranda bambu yang diselimuti kain hijau bertuliskan "Kepolisian Republik Indonesia". Aparat kepolisian yang berjaga langsung mengadang barisan massa.

Aksi saling dorong pun tak terhindarkan ketika petugas menarik paksa kain penutup keranda hingga menyisakan rangka bambunya. Mahasiswa yang keberatan atribut aksinya dilucuti berusaha mempertahankan keranda sambil melontarkan protes.

Sambil memegang kain hijau yang telah robek, Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda, mempertanyakan tindakan aparat yang melarang aksi simbolik tersebut.

"Biasanya di Hari Bhayangkara karangan bunga dikasih, tapi kenapa saat ini kita tidak boleh memberi? Kita kan juga mau kasih hadiah bonus aja, keranda. Karena pada nyatanya, Polri itu udah nggak ngurusin kita semua. Polri itu ngurusnya dapur MBG, Polri itu ngurusnya koperasi," teriak Hafidz melalui pengeras suara.

Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda. [Suara.com/Tiara]
Koordinator Bidang Sosial Politik BEM UI, Hafidz Haernanda. [Suara.com/Tiara]

Aksi bertajuk #MatinyaReformasiPolri itu digelar sebagai bentuk kritik terhadap perluasan peran Polri di ruang sipil.

Massa juga menyoroti draf revisi Undang-Undang Polri yang dinilai memberi kewenangan lebih besar kepada institusi kepolisian tanpa diikuti pengawasan yang memadai, termasuk usulan penambahan batas usia pensiun perwira tinggi.

Dalam orasinya, Hafidz juga menyinggung dugaan kasus kekerasan yang melibatkan aparat kepolisian dan dinilai belum diselesaikan secara transparan.

"Tahun ini sudah ada yang meninggal, kalau teman-teman ingat. Pada bulan Februari, almarhum Arianta Tawakal, remaja 14 tahun, dibunuh di atas trotoar yang kita bayar! Pantas dong kalau kita bilang bahwa reformasi Polri sudah mati. Ini merupakan bukti nyata," tegasnya.

baca juga

Situasi sempat mereda setelah seorang perwakilan kepolisian berpakaian sipil mencoba membuka ruang dialog. Polisi meminta mahasiswa memindahkan lokasi aksi ke kawasan Baharkam atau Museum Polri agar tidak mengganggu arus lalu lintas.

Namun, permintaan itu ditolak. Massa tetap bersikeras ingin bertemu langsung dengan pejabat tinggi Polri di depan Mabes.

"Kita sudah memberi surat, datang secara langsung, bertemu di depan mata, tapi ia hanya ingin memindahkan kita. Pergi ke mana? Ke Baharkam? Ke Museum Polri? Apa relevansinya? Kita ingin bertemu stakeholders, tapi kita ditahan-tahan seperti ini," ujar Hafidz.

Hingga aksi berakhir, mahasiswa tetap bertahan di sekitar lokasi dengan pengawalan ketat aparat kepolisian yang bersiaga di sepanjang Jalan Trunojoyo.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

Prabowo Puji Peran Polri Dukung Ketahanan Pangan dan Program MBG

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 14:15 WIB

Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!

Momen Saling Hormat Prabowo-Jokowi Jadi Sorotan, Gerindra Beri Penjelasan Ini!

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:38 WIB

Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik

Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:46 WIB

Terkini

Sitti Husniah Talenrang dari Parta Apa? Bupati Gowa yang Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU

Sitti Husniah Talenrang dari Parta Apa? Bupati Gowa yang Jadi Tersangka Pemerasan dan TPPU

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:28 WIB

Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu

Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu

Sulsel | Selasa, 29 September 2026 | 16:27 WIB

Jaksa Soroti THR Rp568 Juta, Bupati Nonaktif Cilacap Syamsul Auliya Rachman Dituntut 7 Tahun Penjara

Jaksa Soroti THR Rp568 Juta, Bupati Nonaktif Cilacap Syamsul Auliya Rachman Dituntut 7 Tahun Penjara

Jawa Tengah | Selasa, 29 September 2026 | 16:27 WIB

Ditawari Kerja di Restoran hingga Bengkel, Warga Malah Direkrut Jadi ABK

Ditawari Kerja di Restoran hingga Bengkel, Warga Malah Direkrut Jadi ABK

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:25 WIB

Cara Memilih Moisturizer Khusus Kulit Perimenopause yang Makin Menipis dan Kering

Cara Memilih Moisturizer Khusus Kulit Perimenopause yang Makin Menipis dan Kering

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 16:25 WIB

5 Fakta Tren Smoothie di Balik Gaya Hidup Sibuk: Seperti Apa Manfaatnya?

5 Fakta Tren Smoothie di Balik Gaya Hidup Sibuk: Seperti Apa Manfaatnya?

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 16:24 WIB

Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo: Siapa Foldable Paling Ringan?

Galaxy Z Fold8 vs iPhone Duo: Siapa Foldable Paling Ringan?

Tekno | Selasa, 29 September 2026 | 16:24 WIB

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Rupiah Makin Tertekan, Pasar Tunggu Data Tenaga Kerja AS

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 16:21 WIB

Lagu 'SaWaDiKa' Lisa di VMA 2026: Bukti Budaya Lokal Bisa Taklukkan Dunia

Lagu 'SaWaDiKa' Lisa di VMA 2026: Bukti Budaya Lokal Bisa Taklukkan Dunia

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 16:20 WIB

Sederet Temuan Janggal Ombudsman di Lapas Cibinong: Akses Terbuka, Mobil Mewah Hingga Botol Miras

Sederet Temuan Janggal Ombudsman di Lapas Cibinong: Akses Terbuka, Mobil Mewah Hingga Botol Miras

News | Selasa, 29 September 2026 | 16:17 WIB

×