Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Minta Tak Ada Money Politics dan Campur Tangan Parpol

Vania Rossa, Tiara Rosana

Kamis, 02 Juli 2026 | 16:49 WIB
Jelang Muktamar NU, Gus Irfan Minta Tak Ada Money Politics dan Campur Tangan Parpol
Menteri Haji dan Umrah, Irfan Yusuf atau yang akrab disapa Gus Irfan. (Suara.com/Bagaskara)
baca 10 detik
  • Menteri Haji Gus Irfan mengimbau agar Muktamar NU Agustus 2026 di Surabaya berlangsung sejuk tanpa politik uang.
  • Gus Irfan meminta pihak yang sering menciptakan kegaduhan internal agar tidak mencalonkan diri dalam kepengurusan baru organisasi.
  • Elite NU diharapkan meneladani sikap kiai terdahulu yang memandang jabatan sebagai amanah bukan untuk diperebutkan dengan paksaan.

Suara.com - Menteri Haji dan Umrah RI Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan menyoroti dinamika yang berkembang menjelang Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026. 

Cucu pendiri NU itu mengingatkan agar praktik money politics dan perebutan dukungan tidak mewarnai pemilihan kepengurusan organisasi.

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Irfan saat menerima kedatangan kloter terakhir jemaah haji 2026 di Surabaya, Rabu (1/7/2026). 

Ia berharap Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang menjadi forum yang sejuk dan kembali pada nilai-nilai yang diajarkan para ulama pendahulu.

"Mudah-mudahan Muktamar tahun ini bisa menjadi Muktamar yang sejuk. Muktamar di mana para kiai saling ikhlas, tidak ada lagi money politik, tidak pula ada lagi partai politik ikut bermain di sana," kata Gus Irfan.

Ia juga meminta pihak-pihak yang selama ini dinilai membuat kegaduhan di internal NU untuk tidak lagi memaksakan diri masuk ke dalam kepengurusan.

"Dan saya berharap mereka-mereka yang selama ini, dan kita tahu semuanya, mereka yang selama ini membikin gaduh Nahdlatul Ulama, ya sudahlah, ikhlaslah. Tidak usah lagi ikut bergabung, ikut bergabung dalam kepengurusan, cukup membantu di luar kepengurusan," tuturnya. 

"Berikanlah kesempatan kepada kiai-kiai lain yang InsyaAllah jauh lebih ikhlas, sehingga NU akan menjadi organisasi keagamaan, organisasi Islam yang teduh, sangat sejuk, dan bermanfaat bagi umat," tambah Gus Irfan.

Menurut Gus Irfan, dinamika menjelang Muktamar memang hal yang wajar. Namun, ia menilai persaingan tidak semestinya dilakukan dengan menghalalkan segala cara demi meraih dukungan.

baca juga

"Saya sebagai menteri haji, saya sudah berkeliling ke beberapa daerah dalam rangka menyambut kedatangan jamaah haji, dan saya mendapat laporan dari banyak pihak di sana, 'Ini si ini sudah ke sini, menjanjikan ini. Si ini datang ke sini, menemui gubernur ini, minta dukungan.' Kenapa harus seperti itu?" ungkapnya.

Ia pun menegaskan bahwa seseorang yang dinilai layak memimpin tidak memerlukan praktik-praktik semacam itu untuk mendapatkan kepercayaan warga Nahdliyin.

"Kalau Nahdliyin melihat bahwa Anda memang layak, tanpa ngasih uang pun akan dipilih. Tanpa money politik pun akan dipilih. Sudahlah kita hapus jejak-jejak jelek yang pernah terjadi di NU, kita buka lembaran baru di NU supaya NU jauh lebih baik," ucap dia.

Dalam kesempatan yang sama, Gus Irfan juga mengajak para elite NU meneladani para kiai terdahulu yang memandang jabatan sebagai amanah besar, bukan sesuatu yang diperebutkan.

Muktamar NU dijadwalkan digelar pada Agustus 2026 untuk memilih kepengurusan baru organisasi. Menjelang pelaksanaannya, dinamika internal NU menjadi perhatian publik. 

Dalam pernyataannya, Gus Irfan berharap Muktamar berlangsung tanpa praktik money politics maupun campur tangan kepentingan politik sehingga menghasilkan kepengurusan yang mampu menjaga NU sebagai organisasi keagamaan yang teduh dan bermanfaat bagi umat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

'Saya Malu', Pengakuan Gus Irfan soal Kondisi NU Jelang Muktamar 2026

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 16:15 WIB

Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat

Prahara Internal PBNU, Menakar Jejak Konflik KH Miftahul Akhyar dari Surabaya hingga Pusat

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:05 WIB

Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

Kronologi Munas Jelang Muktamar NU Ricuh, Pejabat Organisasi Pecah Pendapat

News | Selasa, 23 Juni 2026 | 12:04 WIB

Terkini

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

Bukan Cuma Iseng, Pelaku Teror Bom SDN Srengseng Sawah Ternyata Pernah Ancam Pak RT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 22:35 WIB

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

Pilu! Korban Rudapaksa Jagakarsa Melahirkan, Bayi Terpaksa Diserahkan ke Dinsos

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:52 WIB

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

Jadi Tersangka, Kejagung Klaim Febrie Adriansyah Mundur Sukarela dan Tak Lagi Dikawal TNI

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:50 WIB

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

Skandal Korupsi Lingkaran Prabowo, Uji Transparansi dan Integritas Penegakan Hukum

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

Prabowo Perintahkan Harga Khusus BBM untuk Nelayan Kapal 30200 GT

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:28 WIB

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

Pimpinan Ponpes Pembakar Santri Segera Ditahan, Polisi Ungkap Fakta Miris Sejak 2005

News | Senin, 13 Juli 2026 | 21:06 WIB

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

DPR Cium Aroma Intervensi Elite Kasus Pembakaran Santri Lombok, Singgung Jaringan Nahdlatul Wathan

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:58 WIB

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:30 WIB

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:10 WIB

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau

News | Senin, 13 Juli 2026 | 20:05 WIB

×