Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite

Bangun Santoso, Hiskia Andika Weadcaksana

Senin, 06 Juli 2026 | 20:48 WIB
Soroti Fenomena 'Rule by Law', Eks Ketua KY Sebut Hukum Dibajak Oligarki Demi Proyek Elite
Mantan Ketua Komisi Yudisial RI periode 2013-2015, Suparman Marzuki. (Suara.com/Hiskia)
baca 10 detik
  • Mantan Ketua Komisi Yudisial Suparman Marzuki mengkritik praktik rule by law yang melegitimasi kepentingan penguasa dan oligarki di Indonesia.
  • Biaya politik mahal pascareformasi mengakibatkan produk hukum kehilangan orientasi publik dan hanya melayani kepentingan elit serta pemilik modal.
  • Kerusakan sistemik ini menyebabkan masyarakat rentan menjadi korban ketidakadilan karena hukum tumpul terhadap kekuasaan dan sulit diperbaiki figur bersih.

Suara.com - Mantan Ketua Komisi Yudisial RI periode 2013-2015, Suparman Marzuki, melayangkan kritik tajam terhadap realitas hukum dan politik di Indonesia pascareformasi.

Ia menilai tatanan hukum nasional saat ini telah bergeser menjadi sekadar instrumen untuk membenarkan tindakan penguasa dan pemilik modal.

"Sekarang kita sedang menghadapi situasi ini, di mana hukum dalam istilah banyak orang, termasuk Pak Mahfud sendiri, bukan rule of law, tetapi rule by law," kata Suparman dalam acara Srawung Demokrasi 12 - Bedah Buku: Pemikiran Hukum dan Politik Mahfud MD di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Senin (6/7/2026).

Suparman memaparkan, bahwa dalam kondisi rule by law, segala bentuk tindakan elit politik maupun ekonomi dapat dengan mudah dicarikan pembenaran formalnya.

Hukum tidak lagi bekerja untuk menegakkan keadilan substantif bagi masyarakat, melainkan tunduk pada syahwat kekuasaan.

"Apa saja bisa dikerangkakan, bisa dilegitimasi, bisa dicarikan doktrinnya, bisa dicarikan asasnya, normanya untuk membenarkan tindakan-tindakan yang sesungguhnya adalah orientasi pada kepentingan kekuasaan, kepentingan kapital, dan lain-lain," ujarnya.

Menurut Suparman, akar dari rusaknya tatanan ini bermula dari konfigurasi politik pascareformasi yang sangat oligarkis.

Biaya politik yang terlampau mahal dalam pemilu membuat partai politik kehilangan fungsi etisnya dan berubah menjadi sekadar kerumunan pemburu kekuasaan.

"Kalau partai kehilangan fungsi etisnya, maka produk hukum juga kehilangan orientasi publiknya. Undang-undang bisa lahir bukan karena kebutuhan rakyat, tapi karena kompromi elit," tuturnya.

baca juga

Lebih lanjut, ia memaparkan dampak paling nyata dari pembajakan hukum oleh oligarki ini adalah maraknya ketidakadilan di level akar rumput.

Ketika orientasi pembuatan dan penegakan hukum hanya berpusat pada pengamanan proyek ekonomi elite, kelompok masyarakat rentan menjadi pihak yang paling dikorbankan.

"Sebab, ketika hukum dibajak oligarki, yang paling dirugikan adalah rakyat kecil yang menjadi korban pelanggaran hak asasi manusia. Masyarakat adat, buruh, tani, kaum miskin, dan kelompok rentan," ujarnya.

Suparman mengingatkan bahwa untuk membenahi sengkarut ini, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan kemunculan figur pemimpin yang bersih dan berani.

Sistem yang korup di Indonesia dinilai memiliki kemampuan aktif untuk menyingkirkan orang-orang baik yang mencoba melakukan reformasi.

Suparman bilang bahwa Indonesia saat ini sedang mengalami kelimpahan dalam hal kerusakan sistemik di berbagai lini kehidupan.

"Dalam sistem yang buruk, orang bersih bisa diisolasi. Orang berani bisa dikriminalisasi... Dengan kata lain, problem kita bukan hanya kekurangan orang baik, tetapi juga kelebihan sistem buruk yang mampu menindak orang baik. Jadi kita ini surplus keburukan," tandasnya.

Ditambahkan Suparman, bahwa sebuah negara hukum tidak hanya hancur ketika peraturan perundang-undangan menghilang.

Kehancuran yang sesungguhnya terjadi saat undang-undang itu ada, namun tumpul dan tidak berdaya ketika harus berhadapan dengan tembok kekuasaan.

"Negara hukum menjadi juga runtuh ketika hukum ada, tetapi kehilangan kekuatan untuk menghadapi kekuasaan," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Chromebook Berlanjut, Empat Hakim Pengadil Nadiem Diadukan ke KY

Kasus Chromebook Berlanjut, Empat Hakim Pengadil Nadiem Diadukan ke KY

Foto | Senin, 06 Juli 2026 | 18:03 WIB

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Ekonom: Investor Butuh Kepastian Hukum di Indonesia, Bukan Sekedar Insentif!

Bisnis | Minggu, 05 Juli 2026 | 21:13 WIB

Ketika Kebiasaan Buruk Menjadi Budaya, Korupsi Pun Sulit Diberantas

Ketika Kebiasaan Buruk Menjadi Budaya, Korupsi Pun Sulit Diberantas

Your Say | Sabtu, 04 Juli 2026 | 15:45 WIB

Prabowo Serukan Penegakan Hukum yang Adil, Tolak Balas Dendam Politik

Prabowo Serukan Penegakan Hukum yang Adil, Tolak Balas Dendam Politik

Video | Jum'at, 03 Juli 2026 | 18:05 WIB

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

Said Didu Blak-blakan: Sebut Safari Politik Jokowi Disokong Oligarki hingga Para Koruptor

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:19 WIB

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

PDIP: Prabowo Tahu Hukum Masih Dipakai untuk Kepentingan Politik, Rakyat Tunggu Perubahan

News | Kamis, 02 Juli 2026 | 19:40 WIB

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

Polri Diminta Kuasai KUHP-KUHAP Baru, Kepastian Hukum Jadi Taruhan

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 21:13 WIB

Terkini

Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko

Sinopsis Life Trade, Drama Jepang Dibintangi Baba Fumika dan Maki Yoko

Your Say | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:50 WIB

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

FTSE Russell Pertahankan Indonesia di Posisi Emerging Market

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Soroti Putusan MK, Denny Indrayana Desak Gibran Segera Lengser!

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Polisi Amankan Dua Terduga Pencuri Kabel Menara Seluler di Cicalengka

Jabar | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:34 WIB

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Pulang dari Indonesia, Gianni Infantino Resmi Dilaporkan di 3 Kasus Kontroversial

Bola | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:31 WIB

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

KPK Geledah Dinkes Kota Madiun Terkait Kasus Walikota Maidi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Warung Makan Nunung di Solo Mendadak Sepi, Karyawan Temukan Teror Tanah Kuburan di Parkiran

Entertainment | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:30 WIB

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Atlet Sulsel Raih Medali di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sulsel | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Huawei Watch GT 7 Series Rp3,7 Jutaan, Bisa Pantau Risiko Jantung dan Diabetes

Tekno | Rabu, 07 Oktober 2026 | 19:27 WIB

×