Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 16 Juli 2026 | 07:37 WIB
Kasus Dena Karari, Warga AS Ditahan Sejak 2024 Kini Dibebaskan Iran
Tentara Iran berpatroli. [Shutterstock]
baca 10 detik
  • Iran resmi membebaskan warga negara Amerika Serikat bernama Dena Karari dari penahanan sepihak.

  • Donald Trump memuji langkah Iran dan menyebut pembebasan ini sebagai bentuk iktikad baik.

  • Kuasa hukum memastikan Dena Karari kini sudah aman dan sedang dalam perjalanan pulang.

Suara.com - Iran akhirnya mengizinkan Dena Karari, seorang warga negara Amerika Serikat yang terjebak atas tuduhan palsu sejak Desember 2024, untuk keluar dari wilayah mereka.

Presiden Donald Trump langsung mengonfirmasi kepulangan perempuan yang sempat dicekal dan ditahan secara sepihak oleh otoritas Teheran tersebut.

Langkah mendadak Teheran ini memecah kebuntuan panjang dalam isu penahanan warga asing yang kerap memicu ketegangan diplomatik kedua negara.

Rudal Iran (Tasnimnews)
Rudal Iran (Tasnimnews)

Pengacara hak asasi manusia internasional yang mendampingi kasus ini memastikan bahwa proses pemulangan kliennya kini sedang berjalan menuju Amerika Serikat.

Donald Trump menyampaikan pengumuman resmi mengenai pembebasan ini melalui platform media sosial Truth Social miliknya secara langsung.

"Iran telah mengizinkan seorang Warga Negara Amerika, yang ditahan secara tidak sah pada Desember 2024 di bawah 'kepresidenan' Sleepy Joe Biden, untuk meninggalkan Negara tersebut," tulis Trump.

"Dia sekarang berada dengan aman di luar Iran, dan dalam kondisi baik. Amerika Serikat mengapresiasi isyarat Itikad Baik dari Iran ini!" lanjut Trump dalam unggahan yang sama.

Meskipun Trump tidak menyebutkan identitas sang wanita secara rinci, pihak kuasa hukum segera memberikan konfirmasi terpisah mengenai sosok tersebut.

Jared Genser selaku pengacara internasional yang menangani kasus ini membagikan kabar baik tersebut melalui sebuah pernyataan tertulis di media sosial X.

baca juga

"Saya senang dan gembira melaporkan bahwa klien saya warga negara AS #DenaKarari, die yang telah terjebak di #Iran sejak Desember 2024 atas tuduhan palsu kini telah bebas," ungkap Genser.

Genser secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada Trump atas perkembangan positif yang membawa pulang kliennya dengan selamat.

Sebelum penahanan ini berakhir, seorang sumber menyebutkan bahwa Karari sempat ditangkap, diadili, lalu dibebaskan dengan jaminan tetapi disertai status cekal.

Pencekalan yudisial itulah yang membuat Karari sama sekali tidak bisa keluar dari perbatasan Iran selama berbulan-bulan.

Kasus yang menimpa Dena Karari ini menambah panjang daftar hitam perselisihan mengenai warga negara Amerika Serikat yang tertahan di sana.

Hingga bulan lalu, otoritas Washington mencatat masih ada sedikitnya enam warga negara Amerika Serikat yang berada dalam pengawasan ketat di Iran.

Dua orang di antara para tahanan tersebut telah resmi dikategorikan oleh pemerintah Amerika Serikat sebagai korban penahanan yang tidak sah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

Pasien Rumah Sakit Kanker Anak Dievakuasi karena Serangan Udara AS ke Pantai Selatan Iran

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:24 WIB

Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm

Hantaman Rudal Amerika Serikat Merusak Sumber Pangan Iran, Pabrik Tepung Ikan di Pulau Qeshm

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 07:05 WIB

Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget

Iran Bebaskan Warga Negara Amerika yang Ditahan Sejak 2024, Respon Donald Trump Bikin Kaget

News | Kamis, 16 Juli 2026 | 06:32 WIB

Terkini

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Kecepatan 5G XL Naik 263 Persen, Layanan Ultra 5G+ Kini Hadir di Solo dan Yogyakarta

Tekno | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:04 WIB

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Sinopsis Shadows of Desire, Dracin Daniel Zhou dan Zhao Qing di iQiyi

Your Say | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

Langit Kuning Palangka Raya akibat Karhutla, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?

News | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 07:00 WIB

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

4 Shio Beruntung 16 Oktober 2026, Kelinci hingga Anjing Rasakan Perubahan Positif

Lifestyle | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:27 WIB

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Stok Makanan di Supermarket Terancam Kosong Tahun Depan, Apa yang Sedang Terjadi Terjadi?

Bisnis | Jum'at, 16 Oktober 2026 | 06:15 WIB

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

×