Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:19 WIB
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
Para tokoh yang hadir di pembukaan Muktamar ke-35 NU di Tambakberas Jombang. [YouTube/Prabowo Subianto]
baca 10 detik
  • Muktamar ke-35 NU menghapus sistem pemilihan langsung Ketua Umum PBNU periode 2026–2031.

  • Sembilan anggota tim AHWA dan Rais 'Am terpilih berwenang menetapkan Ketua Umum PBNU.

  • Sebanyak 73 persen muktamirin menyetujui perubahan mekanisme demi menjaga marwah ulama sepuh.

Suara.com - Muktamar NU ke-35 atau Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama secara resmi menghentikan sistem voting langsung untuk menentukan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama masa bakti 2026–2031. Sebanyak 73 persen utusan muktamirin sepakat mengembalikan wewenang penetapan nakhoda baru PBNU kepada kiai sepuh melalui tim Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA.

Keputusan krusial ini diambil dalam Sidang Pleno III yang berlangsung di Gedung Serbaguna Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Ahad dini hari. Langkah ini menandai pergeseran substansial dalam tradisi demokrasi internal organisasi kemasyarakatan Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Dukungan mutlak cabang dan wilayah menjadi benteng utama perubahan alur kepemimpinan yang dinilai lebih mendepankan supremasi syuriyah. Pimpinan Sidang Pleno, Prof Muhammad Nuh, mencatat 401 suara dari total 552 peserta berhak suara menyetujui penghapusan pemilihan langsung secara terbuka.

Peserta Muktamar Ke 35 NU memegang wewenang penuh menentukan dan mengubah keputusan forum tertinggi organisasi. (Antara)
Peserta Muktamar Ke 35 NU memegang wewenang penuh menentukan dan mengubah keputusan forum tertinggi organisasi. (Antara)

Opsi mempertahankannya hanya didukung 150 suara, sementara satu suara dinyatakan gugur oleh panitia pemungutan.

"Dari seluruh 552 suara yang hadir, sebanyak 401 suara atau sekitar 73 persen menghendaki adanya perubahan di dalam mekanisme pemilihan. Yang memilih untuk tetap ada 150 suara, dan 1 suara tidak sah," ujarnya seusai memimpin jalannya pemungutan suara, dikutip dari laman MUI, Minggu (30/8/2026).

Sistem baru mensyaratkan setiap pengurus cabang, wilayah, hingga cabang istimewa mengajukan maksimal lima nama kandidat ketua umum.

Panitia akan menabulasi seluruh usulan tersebut secara terbuka hingga menjaring lima nama dengan perolehan suara terbanyak.

Bagaimana Alur Penetapan Ketua Umum PBNU Berdasarkan Aturan Baru?

Kelima kandidat peraih suara tertinggi tidak langsung diadu dalam voting terbuka antarpeserta sidang pleno.

baca juga

Seluruh nama tersebut harus melalui saringan restu, pertimbangan, dan catatan khusus dari Rais 'Am PBNU terpilih.

"Setelah mendapatkan restu dari Rais 'Am terpilih, barulah nama-nama kandidat tersebut dipilih dan diputuskan bersama-sama dengan sembilan anggota AHWA," terang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut.

Untuk penentuan sembilan anggota AHWA, pengurus daerah dan cabang juga berhak mengusulkan sembilan nama kiai sepuh.

Sembilan kiai peraih akumulasi suara teratas akan dilantik sebagai anggota AHWA untuk menetapkan figur Rais 'Am.

Posisi Rais 'Am sendiri dapat dimandatkan kepada kiai di dalam keanggotaan AHWA maupun tokoh di luar sembilan nama tersebut.

Meski prinsip dasar perubahan tata cara telah disetujui mayoritas, perincian tata tertib formal disahkan pada rapat lanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:18 WIB

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:08 WIB

Gus Yahya soal Muktamar NU ke-35 Ricuh: Saya Janji Cari Jalan Keluar yang Bijaksana

Gus Yahya soal Muktamar NU ke-35 Ricuh: Saya Janji Cari Jalan Keluar yang Bijaksana

News | Minggu, 30 Agustus 2026 | 18:40 WIB

Terkini

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Komdigi Klaim 98,9% Wilayah Berpopulasi Sudah Tercover Seluler, Blank Spot Jadi Pekerjaan Berikutnya

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:23 WIB

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei

Jatim | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Ada Risiko Fiskal Meski Pemerintah Ambil Alih Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:22 WIB

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 20:18 WIB

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Bubur Cirebon Jadi Jalan Sukses Tati Purwanti, Mantan PMI yang Kini Berbisnis di Taipei

Riau | Sabtu, 12 September 2026 | 20:17 WIB

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Tati Purwanti Buktikan Mantan PMI Bisa Sukses, Bubur Cirebon Kini Hadir di Taipei

Bogor | Sabtu, 12 September 2026 | 20:14 WIB

×