- Yuda Slamet Santoso mencari pekerjaan di Job Fair Kota Yogyakarta pada 16 Juli 2026 setelah mengalami pemutusan hubungan kerja.
- Yuda berhasil melamar posisi customer service pada dua perusahaan yang menyediakan formasi khusus bagi penyandang disabilitas di acara tersebut.
- Ia berharap akses informasi lowongan kerja bagi penyandang disabilitas dapat ditingkatkan agar peluang kerja menjadi lebih luas dan inklusif.
Terus Mencoba
Job fair kali ini merupakan yang ketiga diikuti Yuda sepanjang tahun ini setelah sebelumnya menghadiri bursa kerja di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan Sleman City Hall (SCH). Baginya, setiap kesempatan harus dicoba. Ia meyakni bahwa keberanian melangkah menjadi awal untuk memperoleh pekerjaan.
"Hasilnya dipikir belakangan, yang penting udah berani nyoba tuh udah bagus," tegasnya.
Lahir sebagai penyandang disabilitas, Yuda mengenyam pendidikan di sekolah umum saat SD sebelum melanjutkan SMP dan SMA di SLB. Ia menilai akses pendidikan bagi penyandang disabilitas kini sudah jauh lebih baik.
Namun, ia tetap berharap kemajuan serupa turut terjadi di dunia kerja. Sehingga akan semakin banyak penyandang disabilitas yang memperoleh kesempatan untuk berkarya.
Dalam kesempatan ini, Yuda berpesan kepada para penyandang disabilitas lain yang tengah mencari pekerjaan.
"Ya tetap semangat, jangan pantang menyerah. Walaupun kita punya keterbatasan kita harus semangat untuk mencari lowongan pekerjaan," tandasnya.
Pameran Bursa Kerja (Job Fair) Kota Yogyakarta 2026 bertajuk Dari Kaum Rebahan Menuju Kaum Gajian digelar di Gedung Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Kampus Yogyakarta pada 15-16 Juli 2026. Terdapat 3.000 lowongan pekerjaan dari 29 perusahaan yang dihadirkan.
Selain mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja, kegiatan yang diselenggarakan Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogyakarta ini turut menghadirkan layanan konsultasi karier serta membuka kesempatan kerja yang inklusif bagi penyandang disabilitas
Pelaksana Tugas Asisten Kesejahteraan Masyarakat Setda Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho menegaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen dalam mewujudkan dunia kerja yang inklusif.
Terlebih dengan memberikan ruang bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh kesempatan kerja sesuai kompetensi yang dimiliki.
"Penyandang disabilitas memiliki kemampuan, keterampilan, semangat, dan potensi yang sama untuk berkontribusi. Kota Yogyakarta terus menuju kota yang inklusif, sehingga kesempatan kerja harus diberikan berdasarkan kompetensi," ungkap Arif.