- Pemerintah memperkenalkan Becak Kayuh Listrik Wisata di Yogyakarta pada Kamis, 16 Juli 2026, untuk mendukung moda transportasi tradisional.
- Sebanyak 80 pengayuh becak menerima hibah kendaraan listrik tersebut untuk mengurangi beban fisik serta menekan biaya operasional harian.
- Program ini melibatkan tenaga lokal dalam pembuatannya guna melestarikan ikon budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga para pengemudi becak.
Suara.com - Becak kayuh listrik wisata atau Bekalista mulai diperkenalkan ke publik dan mengaspal di Yogyakarta.
Selain mengurangi beban fisik saat bekerja, kendaraan baru tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga para pengemudi yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.
Salah seorang penerima manfaat, Paimin (73), warga Imogiri, Bantul, mengaku bersyukur memperoleh becak listrik setelah lebih dari lima dekade mengayuh becak kayu.
Sejak 1973, ia setiap hari berangkat dari rumahnya di Imogiri menuju kawasan Malioboro menggunakan sepeda motor sebelum mulai menarik becak untuk mencari nafkah.
"Bagus sekali, sangat terima kasih, bisa meningkatkan kesejahteraan keluarga, ngirit tenaga," kata Paimin ditemui di Alun-alun Selatan Kota Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).
Paimin mengaku pendapatan sebagai pengayuh becak selama ini tidak menentu. Saat musim liburan, penumpang relatif ramai. Namun ketika masa sekolah dimulai penghasilannya kerap turun drastis.
Karena itu, ia menilai becak listrik ini setidaknya dapat membantu mengurangi biaya operasional sekaligus menghemat tenaga saat bekerja.
"Becak lebih enak becak listrik kok ya. Nggak polusi, nggak pakai bahan bakar, enak. Daya tariknya juga nggak perlu kencang-kencang, santai," ungkapnya.
Dihibahkan untuk Pengayuh Becak
Menurut Paimin, becak kayuh listrik yang diterimanya berstatus hibah. Usai mendapatkan becak listrik ini maka becak kayuh yang selama ini digunakan kemungkinan tidak lagi dioperasikan.
Ia mengatakan antusiasme pengayuh becak lain cukup tinggi untuk bergabung apabila program tersebut diperluas.
Saat ini, bantuan baru diberikan kepada kelompok tertentu yang dipilih berdasarkan pendataan dari dinas terkait.
Pengayuh becak lainnya, Supardi (61), turut menyambut positif pergantian becak motor ke becak listrik. Menurutnya, sistem pengoperasian kendaraan dirancang agar tetap aman.
Pasalnya kecepatan kendaraan listrik ini sudah dibatasi, sementara kayuhan pedal hanya digunakan untuk membantu saat mulai berjalan atau ketika melintasi tanjakan.
"Harapannya ya bisa meningkatkan penghasilan kita," ungkap Supardi.