- Final Piala Dunia 2026 antara Argentina dan Spanyol dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium, New York, pada 19 Juli 2026.
- Asap kebakaran hutan dari Kanada menyebabkan kualitas udara di New York mencapai level berbahaya bagi kesehatan masyarakat setempat.
- Kondisi udara yang buruk menimbulkan ketidakpastian terhadap kelangsungan pertandingan final meski belum ada keputusan resmi terkait penundaan laga.
Suara.com - Menjelang final Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina dan Timnas Spanyol, ancaman tak terduga muncul dari faktor non-teknis.
Kualitas udara di wilayah New York dan sekitarnya dilaporkan berada pada level berbahaya.
Pertandingan Argentina vs Spanyol dijadwalkan berlangsung di MetLife Stadium pada 19 Juli 2026 waktu setempat.
Namun, asap kebakaran hutan dari Kanada menyelimuti wilayah timur laut Amerika Serikat, memicu kekhawatiran serius dari otoritas setempat.
![Final Piala Dunia 2026 Argentina Tantang Spanyol: Messi vs Generasi Emas La Roja [@433]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/16/59051-spanyol-vs-argentina.jpg)
Ahli polusi udara, Michael Petroni, menggambarkan situasi ini dengan perumpamaan ekstrem.
Menurutnya, menghirup udara di New York saat ini setara dengan merokok dalam jumlah besar.
“Bernapas di New York saat ini seperti menghisap 10 batang rokok,” katanya dinukil dari TycSport.
Pemerintah setempat mengimbau warga untuk tetap berada di dalam ruangan.
Jika terpaksa keluar, masyarakat disarankan menggunakan masker untuk mengurangi paparan.
Dampak buruk kualitas udara ini juga sudah terasa di dunia olahraga.
Laga uji coba antara Chicago Fire dan Vancouver Whitecaps terpaksa dibatalkan akibat kondisi serupa di wilayah Chicago.
Situasi ini memunculkan ketidakpastian jelang laga final Piala Dunia 2026 yang sangat dinanti.
Meski belum ada keputusan resmi terkait penundaan, kondisi lingkungan menjadi faktor penting yang terus dipantau.