Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM

Dwi Bowo Raharjo, Lilis Varwati

Selasa, 14 Juli 2026 | 16:05 WIB
Sering Picu Demo, 10 Undang-Undang Ini Tengah Dievaluasi oleh Kementerian HAM
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) lakukan finalisasi analisis dan evaluasi terhadap 10 undang-undang serta rancangan undang-undang strategis untuk memastikan setiap regulasi nasional telah sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM). (Suara.com/Lilis)
baca 10 detik
  • Kementerian HAM memfinalisasi evaluasi sepuluh undang-undang strategis di Jakarta pada Selasa (14/7/2026) guna memastikan keselarasan prinsip hak asasi manusia.
  • Langkah ini dilakukan karena banyak kebijakan sektoral selama ini dinilai belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek perlindungan hak asasi masyarakat.
  • Hasil analisis akan menjadi rekomendasi bagi kementerian dan lembaga untuk merevisi undang-undang atau menyusun kebijakan yang lebih komprehensif.

Suara.com - Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) lakukan finalisasi analisis dan evaluasi terhadap 10 undang-undang serta rancangan undang-undang strategis untuk memastikan setiap regulasi nasional telah sesuai dengan prinsip-prinsip hak asasi manusia (HAM).

Beberapa di antaranya yang jadi sorotan Undang-Undang Cipta Kerja, Undang-Undang Kepolisian hingga Undang-Undang Peradilan Militer.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Instrumen dan Penguatan HAM Kementerian HAM, Sofia Alatas, mengatakan bahwa selama ini masih banyak kebijakan yang disusun berdasarkan kebutuhan sektoral, tetapi belum sepenuhnya mempertimbangkan aspek perlindungan hak asasi manusia.

"Sering kali terjadi, tidak hanya di pusat maupun di daerah, banyak kebijakan disusun memang disesuaikan dengan kebutuhan, tapi luput dari aspek hak asasi manusianya," kata Sofia dalam rapat finalisasi rekomendasi analisis dan evaluasi peraturan perundang-undangan di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

"Inilah yang menjadi kenapa masyarakat sering melakukan demo atau merasa tidak puas karena merasa haknya tidak terlindungi," katanya menambahkan.

Nantinya, hasil analisis tersebut akan menjadi rekomendasi bagi kementerian dan lembaga untuk menyempurnakan kebijakan agar lebih berperspektif HAM.

Terhadap UU yang telah sah akan diajukan kepada DPR untuk dilakukan perbaikan.

"Kalau perbaikannya hanya beberapa pasal saja, kita ajukan revisi, tapi kalau lebih dari setengahnya akan kita minta untuk diganti," ucap Sofia.

Ia menjelaskan, pembentukan Kementerian HAM merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk mengawal agar setiap kebijakan yang diterbitkan kementerian dan lembaga telah memiliki indikator HAM sejak tahap perumusan.

baca juga

"Kami tidak hanya melakukan analisis terhadap undang-undang yang sudah existing, tapi bagaimana kita mengawal bersama agar setiap kebijakan yang dikeluarkan kementerian/lembaga itu sudah memiliki indikator dan aspek hak asasi manusia," ujarnya.

Kementerian HAM juga membuka ruang diskusi lanjutan agar rekomendasi tersebut dapat ditindaklanjuti melalui revisi maupun penyusunan aturan yang lebih komprehensif.

Sepuluh regulasi yang dianalisis meliputi:

  1. Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
  2. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
  3. UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum
  4. UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Perppu Cipta Kerja menjadi Undang-Undang
  5. UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan
  6. Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber
  7. UU Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer
  8. UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian
  9. UU tentang Organisasi Kemasyarakatan
  10. UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak

Mitra MBG Tuntut Kepastian Program, Khawatir Rakyat Kecil Terdampak

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 19:30 WIB

Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran

Program MBG Tersendat, Massa Turun ke Jalan Bawa Sayuran

Foto | Rabu, 08 Juli 2026 | 18:33 WIB

Massa Pendukung MBG Kecewa Berat, Pimpinan BGN Ogah Temui Pendemo

Massa Pendukung MBG Kecewa Berat, Pimpinan BGN Ogah Temui Pendemo

News | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:57 WIB

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Demo 1.500 Buruh di Kemenkeu Batal Digelar usai Said Iqbal Lobi Purbaya

Bisnis | Rabu, 08 Juli 2026 | 17:25 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×