-
Amerika Serikat merencanakan serangan militer berskala besar ke wilayah Iran dalam waktu dekat.
-
Rencana gempuran masif tersebut terhambat oleh kondisi persediaan amunisi Pentagon yang menipis.
-
Eskalasi pecah setelah kedua negara saling melanggar kesepakatan damai yang ditandatangani Juni.
Gencatan senjata yang masih seumur jagung itu mendadak sirna dalam hitungan minggu.
Gedung Putih kembali meluncurkan serangan udara ke teritorial Iran pada tanggal 8 Juli.
Langkah ofensif tersebut diklaim sebagai respons atas manuver Teheran yang mengganggu kapal komersial.
Aksi penghadangan komersial oleh Iran itu terjadi di kawasan strategis Selat Hormuz.
Teheran langsung meradang dan menuduh Washington telah mengkhianati komitmen damai secara sepihak.
Balasan bersenjata kemudian dihujankan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.