Pejabat AS: Amerika Rencanakan Perang yang Lebih Besar dengan Iran

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 Juli 2026 | 15:31 WIB
Pejabat AS: Amerika Rencanakan Perang yang Lebih Besar dengan Iran
Salah satu kapal perang AS, USS Chandler. [AFP]
baca 10 detik
  • Amerika Serikat merencanakan serangan militer berskala besar ke wilayah Iran dalam waktu dekat.

  • Rencana gempuran masif tersebut terhambat oleh kondisi persediaan amunisi Pentagon yang menipis.

  • Eskalasi pecah setelah kedua negara saling melanggar kesepakatan damai yang ditandatangani Juni.

Suara.com - Gempuran militer berskala besar kini tengah dipersiapkan oleh Amerika Serikat untuk menyasar wilayah Iran.

Washington memperkuat lini pertahanan dengan memperbanyak penempatan pasukan tempur di kawasan Timur Tengah.

Langkah ini menandai babak baru ketegangan yang semakin mendalam di wilayah tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Spruance (DDG-111), mencegat kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade laut. [NY Post]
Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah kapal perusak Angkatan Laut AS, USS Spruance (DDG-111), mencegat kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade laut. [NY Post]

Armada jet tempur tambahan dan pesawat pengisi bahan bakar dilaporkan sedang digeser dari Eropa.

Mobilisasi besar-besaran armada perang udara ini terendus sejak hari Minggu (19/7) kemarin.

Rencana ofensif ini mencuat di tengah perdebatan sengit mengenai kesiapan logistik tempur Washington.

"AS sedang merencanakan perang yang lebih luas," kata seorang pejabat AS yang mengetahui diskusi internal pemerintahan Trump.

Kekhawatiran internal muncul karena ambisi serangan besar ini terbentur oleh satu kendala fatal.

Kondisi pasokan amunisi militer Amerika Serikat saat ini dikabarkan sedang menipis parah.

baca juga

Faktor keterbatasan logistik tersebut berpotensi menahan laju serangan masif yang dicanangkan Washington.

Ketegangan Baru di Selat Hormuz
Gejolak terbaru ini merupakan buntut dari aksi saling balas di lapangan yang terjadi sebelumnya.

Dua prajurit Pentagon dilaporkan tewas di Yordania bersama penemuan beberapa jenazah tanpa identitas.

Situasi memburuk setelah serangan pesawat tanpa awak milik Teheran merenggut nyawa tentara Amerika di Irak.

Padahal, kedua negara sempat menyepakati nota kesepahaman damai pada tanggal 18 Juni lalu.

Perjanjian tersebut awalnya digadang-gadang mampu menyudahi bentrokan berdarah yang pecah sejak Februari.

Gencatan senjata yang masih seumur jagung itu mendadak sirna dalam hitungan minggu.

Gedung Putih kembali meluncurkan serangan udara ke teritorial Iran pada tanggal 8 Juli.

Langkah ofensif tersebut diklaim sebagai respons atas manuver Teheran yang mengganggu kapal komersial.

Aksi penghadangan komersial oleh Iran itu terjadi di kawasan strategis Selat Hormuz.

Teheran langsung meradang dan menuduh Washington telah mengkhianati komitmen damai secara sepihak.

Balasan bersenjata kemudian dihujankan ke sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DUAAARR! Pembangkit Nuklir Iran Darkhovin Dihantam Rudal Amerika Serikat

DUAAARR! Pembangkit Nuklir Iran Darkhovin Dihantam Rudal Amerika Serikat

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:55 WIB

Breakingnews! Mesir dan Yordania Diskusi Membahas Perang

Breakingnews! Mesir dan Yordania Diskusi Membahas Perang

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:40 WIB

Bahrain, Kuwait, dan Yordania Mencekam, Drone Iran Berdatangan Bawa Bom

Bahrain, Kuwait, dan Yordania Mencekam, Drone Iran Berdatangan Bawa Bom

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:29 WIB

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:22 WIB

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:17 WIB

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11 WIB

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi

Jabar | Selasa, 21 Juli 2026 | 23:04 WIB

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:52 WIB

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47 WIB

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Langkah Kecil yang Diam-Diam Bisa Membuat Perempuan Lebih Percaya Diri

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

JPMorgan Optimistis Kepada BBRI, Saham Dinilai Masih Murah

Banten | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:45 WIB

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

Fakta Lain Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi: Dua Lembaga Negara Italia Boikot

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 22:42 WIB

×