Iran Minta IAEA Akui Kejahatan Amerika Hancurkan Fasilitas Nuklir Darkhovin

Pebriansyah Ariefana

Senin, 20 Juli 2026 | 16:58 WIB
Iran Minta IAEA Akui Kejahatan Amerika Hancurkan Fasilitas Nuklir Darkhovin
Iran mendesak Dewan Gubernur dan Direktur Jenderal IAEA mengutuk serangan udara militer Amerika Serikat. (Al Jazeera)
baca 10 detik
  • Iran mendesak IAEA mengutuk keras serangan udara Amerika Serikat ke fasilitas nuklir Darkhovin.

  • Juru Bicara Esmaeil Baghaei menyindir IAEA yang sebelumnya kerap mengeluarkan pernyataan politik.

  • Teheran menegaskan bahwa proyek reaktor di barat daya Iran tersebut murni bertujuan damai.

Suara.com - Ketegangan geopolitik kembali memanas setelah militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara yang menyasar fasilitas nuklir Darkhovin di wilayah Iran.

Pemerintah Iran langsung bereaksi keras dan menuntut pertanggungjawaban internasional atas aksi agresif yang dinilai melanggar hukum tersebut.

Teheran kini menekan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) agar tidak tinggal diam dan segera mengeluarkan sikap resmi.

Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. [Dok. Antara]
Ilustrasi serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran. [Dok. Antara]

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa lembaga pengawas nuklir PBB tersebut harus berani mengambil posisi yang adil.

"Iran berharap dewan gubernur IAEA dan direktur jenderal menyatakan posisi mereka secara jelas dalam masalah ini untuk mengutuk kejahatan AS," ujar Baghaei dalam konferensi pers di Teheran, dikutip dari Al Jazeera, Senin (20/7/2026).

Tuntutan ini menjadi ujian berat bagi kredibilitas IAEA yang sering kali dianggap tebang pilih oleh negara-negara Timur Tengah.

Baghaei secara terbuka menyindir rekam jejak badan dunia tersebut dalam merespons isu-isu krusial global.

Dia menyebut bahwa pengawas nuklir PBB itu sebelumnya pernah membuat pernyataan politik mengenai isu-isu nuklir.

Kini, Iran menantang IAEA untuk membuktikan independensinya tanpa pengaruh dari kekuatan negara-negara Barat.

baca juga

Langkah konkret dari IAEA dianggap penting untuk mencegah normalisasi serangan militer terhadap fasilitas non-kombatan di masa depan.

Pemerintah Iran mengutuk keras serangan udara tersebut karena target operasi militer Amerika Serikat bukanlah instalasi perang.

Baghaei menyatakan dengan tegas bahwa situs Darkhovin dibangun dan digunakan murni untuk tujuan damai.

Hingga saat ini, fasilitas yang terletak di wilayah barat daya Iran tersebut sebenarnya masih berada dalam tahap konstruksi.

Agresi sepihak ini dinilai dapat merusak peta jalan pemanfaatan energi alternatif yang sedang dikembangkan oleh Teheran.

Konflik seputar program nuklir Iran telah berlangsung selama beberapa dekade dan terus menjadi sumbu ketegangan di Timur Tengah. Amerika Serikat dan sekutunya kerap menuduh Teheran mengembangkan senjata pemusnah massal di balik program energi mereka.

Sebaliknya, Iran berulang kali membantah tudingan tersebut dan menegaskan hak mereka atas teknologi nuklir sipil. Serangan langsung ke situs Darkhovin yang sedang dibangun ini menandai eskalasi baru yang berpotensi merusak stabilitas keamanan regional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pejabat AS: Amerika Rencanakan Perang yang Lebih Besar dengan Iran

Pejabat AS: Amerika Rencanakan Perang yang Lebih Besar dengan Iran

News | Senin, 20 Juli 2026 | 15:31 WIB

DUAAARR! Pembangkit Nuklir Iran Darkhovin Dihantam Rudal Amerika Serikat

DUAAARR! Pembangkit Nuklir Iran Darkhovin Dihantam Rudal Amerika Serikat

News | Senin, 20 Juli 2026 | 14:55 WIB

Bahrain, Kuwait, dan Yordania Mencekam, Drone Iran Berdatangan Bawa Bom

Bahrain, Kuwait, dan Yordania Mencekam, Drone Iran Berdatangan Bawa Bom

News | Senin, 20 Juli 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

Kisah BGS: Merdeka dari Balik Jeruji, Bawa 'Ilmu' Ternak Ayam dari Penjara untuk Mulai Hidup Baru

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:10 WIB

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Diskon di Miniso Karawaci Khusus HUT RI ke-81 dari BRI, Ini Cara Klaimnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:05 WIB

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jemuran Bikin Resah, 27 Pakaian Dalam Warga Tuban Raib Dicuri

Jatim | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:04 WIB

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Bukan Sekadar Lomba, Pesta Rakyat Trindo Residence Jadi Modal Sosial Kekompakan Warga

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 21:00 WIB

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Tagih Pesangon dan THR, Eks Karyawan PT Sritex Upacara Bendera di Depan Pabrik

Jawa Tengah | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:57 WIB

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:44 WIB

×