- Dinas Bina Marga DKI Jakarta merencanakan pembangunan kembali JPO Tendean yang ambruk akibat tertabrak truk pengangkut borepile.
- Pemprov DKI Jakarta mencari dana di luar APBD melalui KLB dengan estimasi biaya mencapai lima hingga enam miliar rupiah.
- Pemprov DKI menyediakan pelican cross sebagai penanganan sementara dan menuntut ganti rugi kepada pihak yang bertanggung jawab atas insiden.
Suara.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Bina Marga tengah merencanakan sumber pembiayaan untuk membangun kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean yang ambruk dihantam truk pengangkut borepile belum lama ini.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menyebut pembiayaan pembangunan JPO akan dicari dari luar Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Ya mungkin dari KLB (Koefisien Lantai Bangunan), mungkin ya,” katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (21/7/2026).
Bukan tanpa sebab, Wondo menyebut estimasi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun kembali JPO tersebut lumayan besar.
“Ya mungkin sekitar Rp5-6 miliar,” bebernya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pun telah menginstruksikan agar pembangunan kembali JPO tersebut segera dilakukan.
Lokasi JPO tersebut, kata Pramono, memiliki tingkat mobilitas warga yang tinggi sehingga tidak elok bila dibiarkan rusak berlarut-larut, dan sumber dananya bisa dicari dari mana saja.
Meski demikian, Wondo belum bisa memastikan kapan pembangunan JPO akan dimulai, lantaran anggaran belum diperoleh.
Sebagai penanganan sementara di lokasi, Dinas Bina Marga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk membangun pelican cross bagi pejalan kaki.
Wondo menambahkan, Pemprov DKI Jakarta turut mengajukan permintaan ganti rugi terkait insiden tersebut, kepada mereka yang dinilai bertanggung jawab.
“Kami dari Pemprov menyatakan ada permintaan penggantian “ pungkasnya.