- Gubernur Pramono Anung memastikan Pemprov DKI Jakarta akan membangun ulang JPO Tendean yang rusak akibat tertabrak truk pada 14 Juli 2026.
- Pembangunan ulang menjadi prioritas utama karena lokasi tersebut sangat strategis dan padat untuk menunjang kebutuhan mobilitas warga di lapangan.
- Pemprov DKI menyiapkan berbagai skema pembiayaan alternatif melalui dana CSR, KLB, hingga kemitraan strategis jika anggaran APBD belum tersedia.
Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan tetap membangun ulang Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean di Jakarta Selatan.
Pramono menegaskan urgensi pembangunan kembali JPO tersebut mengingat lokasinya yang padat dan strategis.
"Itu adalah lokasi yang sangat padat dan strategis, harus segera ada JPO untuk menyelesaikan persoalan di lapangan," tuturnya di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Soal anggaran, Pramono mengatakan pihaknya akan mencari solusi apabila Dinas Bina Marga menyatakan belum tersedia dana untuk pembangunan ulang.
"Kalau Bina Marga menyampaikan bahwa belum akan dibangun karena memang pasti anggarannya belum ada, maka dengan demikian, saya akan mencarikan ruang," ujar Pramono.
Ia pun membuka sejumlah opsi pembiayaan alternatif melalui skema creative financing yang belakangan gencar diterapkan Pemprov DKI.
"Apakah melalui APBD Perubahan, atau dana-dana CSR (Corporate Social Responsibility), atau dana-dana KLB (Koefisien Lantai Bangunan), atau kami mengundang strategic partner untuk membangun itu," katanya.
Terkait kemungkinan ganti rugi pembiayaan pembangunan ulang dari perusahaan pemilik truk, Pramono memilih menyerahkan sepenuhnya proses tersebut kepada dinas terkait dan aparat penegak hukum.
"Nanti biar dinas terkait beserta APH (Aparat Penegak Hukum) yang akan memproses itu, apakah dilakukan penuntutan atau tidak, tentunya dinas terkait dan APH yang akan melakukannya," ujarnya.
Terlepas ada atau tidaknya itikad baik ganti rugi, Pramono menegaskan kembali bahwa pembangunan ulang JPO Tendean tetap menjadi prioritas utama Pemprov DKI saat ini untuk segera direalisasikan.
"Sekali lagi, seperti yang saya sampaikan, kami segera ingin membangun itu karena termasuk JPO yang strategis," tegasnya.
JPO Tendean rusak parah setelah ditabrak truk pengangkut alat borepile pada Selasa (14/7/2026) dini hari.
Diduga insiden itu terjadi karena sopir truk teledor akibat fokusnya terpecah oleh aktivitas di ponsel, tepatnya saat melihat Google Maps.
Kelalaian sopir yang tidak memperhitungkan batas ketinggian muatan disebut menjadi pemicu utama kejadian tersebut.
Akibat benturan itu, salah satu tiang pondasi JPO bergeser sehingga jembatan harus dibongkar.
Meski kerusakannya tergolong parah, insiden ini dipastikan tidak menimbulkan korban jiwa.