- Zainul Munasichin menyayangkan pengunduran diri Nanik S. Deyang dari Kepala BGN pada Rabu, 22 Juli 2026.
- Faktor kesehatan yang menurun menjadi alasan utama Nanik mengundurkan diri dari jabatannya di Badan Gizi Nasional.
- Zainul mendukung penempatan Nanik ke Dewan Pengawas guna memperkuat transparansi pengelolaan anggaran lembaga tersebut.
Suara.com - Anggota Komisi IX DPR RI, Zainul Munasichin, memberikan respons terkait kabar pengunduran diri Nanik S. Deyang dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Meski mengaku terkejut, Zainul mendukung wacana penempatan Nanik dalam struktur Dewan Pengawas (Dewas) guna memperkuat pengawasan di lembaga baru tersebut.
Zainul mengungkapkan, semula pihaknya berharap Nanik dapat terus mengawal pembenahan di internal BGN. Namun, ia memahami bahwa faktor kesehatan menjadi alasan utama di balik keputusan pengunduran diri tersebut.
"Pertama, tentu saya merasa kaget dan terkejut dengan keputusan pengunduran diri dari Ibu Nani sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Kami di Komisi IX sebenarnya sangat berharap Bu Nani bisa melanjutkan program perbaikan tata kelola di Badan Gizi Nasional," ujar Zainul kepada wartawan, Rabu (22/7/2026).
![Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang. [Suara.com/Novian]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/11/21/33869-wakil-kepala-bgn-nanik-s-deyang.jpg)
Ia menambahkan, informasi mengenai kondisi kesehatan Nanik telah sampai ke telinga para kolega di legislatif maupun internal BGN.
"Namun, dari informasi yang beredar di media massa dan juga dari beberapa kolega Bu Nanik yang ada di internal BGN, kami memang mendapatkan informasi bahwa beliau dalam beberapa minggu terakhir kesehatannya menurun. Dan tentu kami sangat menghargai keputusan Bu Nani ini karena kesehatan adalah yang paling utama," lanjutnya.
Zainul menekankan pentingnya peran Nanik ke depan untuk tetap menyokong kinerja BGN melalui posisi baru.
Ia mengaku mendapat informasi bahwa Nanik akan ditempatkan di jajaran Dewan Pengawas. Menurut Zainul, pembentukan institusi pengawas ini sangat krusial mengingat BGN memegang tanggung jawab besar dengan anggaran yang signifikan.
"Tentu kami berharap ke depan Bu Nani masih tetap bisa me-backup kerja-kerja di Badan Gizi Nasional. Saya mendapatkan informasi katanya beliau akan ditempatkan di Dewan Pengawas. Walaupun sampai sekarang rencana pembentukan Dewan Pengawas BGN ini belum dibicarakan dengan kami, tapi secara prinsip kami sangat menyambut baik jika Presiden membentuk Dewan Pengawas untuk Badan Gizi Nasional," tegas politisi PKB tersebut.
Zainul menilai kehadiran Dewan Pengawas sangat dibutuhkan untuk memastikan tata kelola lembaga baru ini berjalan dengan bersih dan transparan, mulai dari tingkat pusat hingga unit teknis di lapangan.
"Karena Badan Gizi Nasional adalah institusi baru dengan postur anggaran yang cukup besar, tentu dibutuhkan institusi yang bisa mengawasi tata kelola yang ada di Badan Gizi Nasional, termasuk mengawasi kinerja para pimpinan dan juga aparat yang ada di dalam birokrasi BGN sampai ke level yang paling bawah, yaitu Kepala SPBG, Karekor, dan Cangkorwil yang selama ini bersentuhan langsung dengan mitra BGN serta penerima manfaat di level yang paling bawah," pungkasnya.