Amerika Ancam Bombardir Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran, Trump: Mustahil Dihentikan

Pebriansyah Ariefana

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:08 WIB
Amerika Ancam Bombardir Fasilitas Nuklir Bawah Tanah Iran, Trump: Mustahil Dihentikan
AS menggempur fasilitas militer Iran dan mengancam sasaran situs nuklir bawah tanah Natanz. (US Army)
baca 10 detik
  • Amerika Serikat menggempur sasaran militer Iran selama 11 malam berturut-turut.

  • Trump mengancam akan menyerang fasilitas nuklir bawah tanah Iran di Natanz.

  • Konflik memanas merusak jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz dan Laut Merah.

Suara.com - Militer Amerika Serikat melancarkan gempuran udara malam ke-11 berturut-turut ke wilayah Iran. Langkah ini memicu eskalasi baru setelah Washington mengancam bakal menghancurkan situs nuklir bawah tanah Iran.

Ketegangan dua negara kini tidak lagi sekadar konflik militer lokal, melainkan ancaman nyata bagi stabilitas rantai pasok energi dunia. Penutupan akses Selat Hormuz dan Laut Merah mulai melumpuhkan rute pelayaran kapal tanker minyak internasional.

Pemerintah Iran merespons ancaman tersebut dengan mengaktifkan sistem pertahanan udara di Teheran dan berbagai kota strategis. Baku tembak rudal dan nirawak kini merembet hingga melibatkan pertahanan udara negara tetangga seperti Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)
Persediaan Rudal AS disinyalir menipis. (Instagram)

Komando Pusat AS (Centcom) menegaskan aksi militer ini berfokus pada penghancuran infrastruktur tempur Iran. Target serangan mencakup pusat operasi militer, hanggar pesawat, gudang nirawak, hingga logistik maritim.

Centcom menyebut langkah ofensif tersebut penting untuk melindungi navigasi kapal komersial. Pihaknya mengklaim serangan itu dirancang untuk terus memperlemah kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Presiden Donald Trump secara terbuka membocorkan sasaran berikutnya, yakni kawasan Gunung Pickaxe dekat Natanz. Lokasi tersebut dicurigai menjadi tempat pengayaan uranium rahasia milik militer Iran.

"Kami akan menyerang area tersebut dalam waktu dekat, dan sangat keras," ujar Trump di Gedung Putih, dikutip dari BBC.

Ia menambahkan bahwa tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikannya.

Centcom juga menuduh Tehran telah menyerang lebih dari 30 kapal komersial selama tiga bulan terakhir.

baca juga

Menurut Centcom, Serangan tanpa alasan tersebut telah membahayakan ratusan pelaut tak bersalah dan merusak kebebasan navigasi.

Menanggapi gertakan Washington, Komando Militer Khatam Al-Anbiya menegaskan tidak akan tinggal diam. Pihak Iran menilai potensi gempuran ke situs nuklir sebagai "perluasan perang di kawasan."

Iran pun mengancam balik bakal menggempur seluruh kepentingan Amerika, sekutu, dan para pendukungnya.

Ledakan dilaporkan telah terjadi di Tabriz, Chabahar, Konarak, hingga Bushehr yang memuat pembangkit listrik nuklir utama.

Krisis makin memanas setelah kelompok Houthi di Yaman mengumumkan pemblokiran Selat Bab al-Mandab bagi kapal Saudi. Trump pun mengancam bakal segera "membereskan" kelompok Houthi jika blokade pelabuhan tetap dilanjutkan.

Ancaman tersebut langsung memicu reaksi pasar maritim secara spontan. Dua kapal tanker pembawa minyak mentah Arab Saudi tujuan Tiongkok dan India memilih berbalik arah menuju Terusan Suez.

Gangguan lalu lintas laut ini memicu lonjakan fluktuasi harga bahan bakar global secara signifikan. Ketidakpastian keamanan maritim membuat para pelaku usaha pelayaran internasional harus menanggung risiko biaya ekstra.

Eskalasi pertempuran ini juga membakar anggaran pertahanan Amerika Serikat dalam jumlah besar. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengungkapkan biaya perang dengan Iran telah membengkak hingga 37,5 miliar dolar AS.

Hegseth memperingatkan Senat AS bahwa latihan militer domestik terpaksa dipangkas jika anggaran tambahan tidak segera disetujui. Lonjakan biaya ini naik hampir 8 miliar dolar AS dibanding perkiraan pada Mei lalu.

Hubungan Washington dan Tehran sebenarnya sempat mereda lewat kesepakatan gencatan senjata pada April. Kedua pihak bahkan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada Juni untuk menghentikan operasi militer selama 60 hari.

Namun, kesepakatan damai itu hancur hanya dalam waktu tiga minggu setelah penandatanganan. Trump menyatakan gencatan senjata "berakhir" menyusul insiden saling serang kapal di Selat Hormuz yang kembali memicu pertempuran terbuka.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Israel Bantai Satu Keluarga Palestina di Gaza, 6 Orang Tewas

Israel Bantai Satu Keluarga Palestina di Gaza, 6 Orang Tewas

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 11:09 WIB

Perang Lagi Panas-panasnya, Amerika Serikat Krisis Rudal Lawan Iran

Perang Lagi Panas-panasnya, Amerika Serikat Krisis Rudal Lawan Iran

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:48 WIB

Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?

Biaya Perang AS vs Iran Beberapa Bulan Tembus Rp 670 Triliun, untuk Bayar Apa Saja?

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 10:28 WIB

Terkini

Luky Alfirman dan Febrio Kacaribu Dikabarkan Balik ke Kemenkeu Usai Dicopot Purbaya, Benarkah?

Luky Alfirman dan Febrio Kacaribu Dikabarkan Balik ke Kemenkeu Usai Dicopot Purbaya, Benarkah?

Bisnis | Kamis, 17 September 2026 | 12:39 WIB

Menang di Kandang FC Seoul, Igor Tolic Beberkan Perjuangan Persib Jaga Keunggulan

Menang di Kandang FC Seoul, Igor Tolic Beberkan Perjuangan Persib Jaga Keunggulan

Bola | Kamis, 17 September 2026 | 12:39 WIB

Berkaca dari Kejadian di KRL, Ini 7 Cara Mencegah HP Overheat dan Terbakar

Berkaca dari Kejadian di KRL, Ini 7 Cara Mencegah HP Overheat dan Terbakar

Tekno | Kamis, 17 September 2026 | 12:39 WIB

Berapa Harga Motor Listrik Polytron September 2026? Intip Spesifikasi FOX Series, Mulai 12 Jutaan

Berapa Harga Motor Listrik Polytron September 2026? Intip Spesifikasi FOX Series, Mulai 12 Jutaan

Otomotif | Kamis, 17 September 2026 | 12:38 WIB

Kulkas Panasonic: Cara Memilih Lemari Es yang Sesuai dengan Kebiasaan Keluarga

Kulkas Panasonic: Cara Memilih Lemari Es yang Sesuai dengan Kebiasaan Keluarga

Lifestyle | Kamis, 17 September 2026 | 12:38 WIB

Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026

Semangat Aksara dalam Festival Kebudayaan Yogyakarta 2026

Jogja | Kamis, 17 September 2026 | 12:37 WIB

Rekam Jejak Sosok 61 Tahun Muhammad Herindra Ketum Esports yang Panen Nyinyiran Publik

Rekam Jejak Sosok 61 Tahun Muhammad Herindra Ketum Esports yang Panen Nyinyiran Publik

Entertainment | Kamis, 17 September 2026 | 12:36 WIB

Kasus TPPU Batubara, KPK Panggil Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie

Kasus TPPU Batubara, KPK Panggil Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:35 WIB

Media Sosial vs Buku: Apakah Membaca Sesuatu yang Disukai Benar-benar Bikin Pintar?

Media Sosial vs Buku: Apakah Membaca Sesuatu yang Disukai Benar-benar Bikin Pintar?

Your Say | Kamis, 17 September 2026 | 12:34 WIB

Wakil Rektor Hingga Dosen Unsoed Dicecar KPK Soal Penerimaan Mahasiswa Baru

Wakil Rektor Hingga Dosen Unsoed Dicecar KPK Soal Penerimaan Mahasiswa Baru

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:31 WIB

×