- Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara pada Rabu, 22 Juli 2026.
- Sudaryono menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan untuk memimpin Program Makan Bergizi Gratis.
- Sudaryono berkomitmen membenahi tata kelola BGN dengan menekankan transparansi, digitalisasi sistem, serta akuntabilitas anggaran yang tepat sasaran.
Suara.com - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru pada Rabu, 22 Juli 2026 di Istana Negara. Penunjukan ini menggantikan Nanik S. Deyang yang mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Sudaryono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), kini memimpin lembaga strategis yang bertanggung jawab atas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program andalan pemerintahan Prabowo-Gibran. Lantas, Sudaryono dari partai apa?
Latar Belakang dan Afiliasi Politik Sudaryono
![Kepala BGN Sudaryono bersiap mengikuti pelantikan saat pelantikan pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/15340-kepala-bgn-sudaryono-sudaryono.jpg)
Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985. Ia dikenal sebagai anak petani yang sukses meraih pendidikan tinggi, termasuk lulusan Akademi Pertahanan Nasional Jepang (B.Eng.) dan Universitas Swiss German (M.M., MBA).
Karier politiknya erat kaitannya dengan Partai Gerindra. Ia menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah sejak 2023 dan sebelumnya aktif sebagai Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Gerindra.
Sebagai kader Gerindra, Sudaryono telah lama mendukung visi Prabowo. Ia sempat menjadi Aspri (Asisten Pribadi) Prabowo dan terlibat dalam berbagai organisasi sayap partai, seperti Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia dan Dewan Pembina PAPERA (Pedagang Pejuang Indonesia Raya).
Pengalamannya di sektor pertanian membuatnya dianggap tepat untuk memimpin BGN, yang fokus pada ketahanan pangan dan penurunan stunting melalui program MBG.
Penunjukan ini berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78B Tahun 2026. Sudaryono tidak akan merangkap jabatan sebagai Wamentan, sehingga posisi tersebut kini kosong.
Pelantikan berlangsung sore hari dan dihadiri sejumlah pejabat, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Profil dan Pengalaman Sudaryono
![Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kedua kanan) didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kedua kiri) dan Trenggono (kanan) menyapa wartawan saat tiba di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/28931-kepala-bgn-sudaryono-sudaryono.jpg)
Dikenal dengan sapaan "Mas Dar", Sudaryono memiliki latar belakang beragam sebagai politikus, pengusaha, dan aktivis petani.
Ia aktif di berbagai organisasi seperti Ketua Umum HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), serta CEO Garuda TV dan PT Indonesian Defense and Security Technologies.
Pengalamannya sebagai Wamentan sejak Juli 2024 di bawah Presiden Jokowi dan kemudian Prabowo memberikan modal kuat dalam koordinasi program pangan nasional.
Sudaryono juga terlibat dalam perencanaan awal MBG, sehingga diharapkan dapat menjaga kesinambungan kebijakan.
Tantangan dan Komitmen Baru Sudaryono

BGN tengah menghadapi sorotan publik terkait tata kelola MBG, termasuk isu transparansi pengadaan dan potensi penyimpangan.
Nanik S. Deyang, yang menjabat singkat sekitar 45 hari, mundur untuk pengobatan jantung dan kini ditunjuk sebagai Ketua Dewan Pengawas tanpa kewenangan pengelolaan dana.
Sudaryono langsung menyatakan komitmennya membenahi tata kelola. Ia menegaskan BGN bukan "panitia bagi-bagi makanan", melainkan lembaga yang menyediakan gizi berkualitas.
Arahan Presiden Prabowo menekankan transparansi, digitalisasi sistem, dan keterlibatan UMKM serta kantin sekolah. Sudaryono berjanji memprioritaskan akuntabilitas agar MBG tepat sasaran, terutama di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Pengamat menilai penunjukan Sudaryono sebagai langkah politik untuk memperkuat kontrol Gerindra di sektor strategis.
Meski demikian, tantangan utama adalah memperbaiki tata kelola di tengah target ambisius MBG yang melibatkan anggaran besar dan jutaan penerima manfaat.
Dampak dan Harapan ke Depan
![Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono (kedua kiri) didampingi Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari (kiri) menyapa staf BGN saat tiba di Kantor BGN, Jakarta, Rabu (22/7/2026). [ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/tom]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/07/22/84455-kepala-bgn-sudaryono-sudaryono.jpg)
Penunjukan ini memperkuat posisi Gerindra dalam kabinet Prabowo. Sudaryono diharapkan membawa pendekatan berbasis pertanian dan keterlibatan masyarakat dalam program gizi.
Dengan latar belakang sebagai anak petani dan pengalaman eksekutif, ia dinilai mampu menjembatani produksi pangan lokal dengan kebutuhan gizi nasional.
Keberhasilan Sudaryono akan menjadi tolok ukur efektivitas program unggulan pemerintahan saat ini dalam mengatasi stunting dan ketahanan pangan.
Secara keseluruhan, pelantikan Sudaryono menandai babak baru bagi BGN. Dari kader Gerindra yang naik daun, kini ia menghadapi ujian berat memimpin lembaga vital di era transisi kebijakan pangan Indonesia. Harapan besar tertumpu agar MBG tidak hanya menjadi program besar, tapi juga berdampak nyata bagi generasi mendatang.