- Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional pada 22 Juli 2026.
- Sudaryono memiliki latar belakang pendidikan tinggi serta pengalaman luas di bidang politik, bisnis, dan pertanian.
- Laporan kekayaan Sudaryono tercatat meningkat dari delapan miliar rupiah menjadi tiga puluh satu miliar rupiah.
- LHKPN 20 Januari 2025: Total kekayaan bersih Rp8,86 miliar (Rp 8.861.192.525).
- LHKPN 29 Maret 2026: Melonjak menjadi Rp31,39 miliar (Rp 31.394.894.928), naik sekitar Rp22,5 miliar dalam waktu satu tahun.
Aset terbesar Suharyono adalah tanah dan bangunan senilai Rp69,69 miliar dengan lebih dari 21 bidang properti di Bogor, Depok, Tangerang Selatan, Semarang, Sukoharjo, Jepara, Klaten, dan Jakarta Selatan.
Beberapa di antaranya bernilai puluhan miliar, seperti tanah dan bangunan di Semarang (Rp16 miliar) serta di Klaten (Rp14 miliar). Ia juga memiliki kendaraan mewah, surat berharga, serta kas dan setara kas.
Total aset kotor mencapai sekitar Rp91 miliar, dikurangi utang Rp60,3–60,4 miliar, sehingga bersih Rp31 miliar. Utang tersebut umumnya terkait investasi bisnis dan pengembangan properti.
Semua harta kekayaan Suharyono dilaporkan berasal dari hasil usaha sendiri. Kenaikan kekayaan ini sejalan dengan kesuksesan bisnisnya di media, teknologi, farmasi, dan pangan.
Dengan latar belakang yang kuat di pertanian dan pangan, Suharyono diharapkan mampu membawa terobosan di BGN untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berprestasi. Transparansi LHKPN-nya juga menunjukkan komitmen akuntabilitas sebagai pejabat publik.