WNI Bunuh WNI di Armenia, 6 Pelaku Ditangkap

Pebriansyah Ariefana

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:36 WIB
WNI Bunuh WNI di Armenia, 6 Pelaku Ditangkap
WNI yang dibunuh di Armenia Valenth Alexie Tamboto (dok Pribadi)
baca 10 detik
  • Empat WNI masih ditahan polisi Armenia atas dugaan pembunuhan WNI di Yerevan.

  • Kemlu menuntut akses kekonsuleran untuk memeriksa jenazah korban serta mendampingi para terduga pelaku.

  • Korban bernama Valenth Alexie Tamboto asal Maros ditemukan tewas di mes perusahaan.

Suara.com - Kasus dugaan pembunuhan yang menimpa warga negara Indonesia WNI di Armenia kini memasuki babak baru. Otoritas setempat masih menahan empat WNI yang disinyalir kuat terlibat dalam tindak pidana maut tersebut.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia bergerak cepat mengawal proses penegakan hukum di Yerevan. Langkah penanganan penuh diambil guna memastikan pemenuhan seluruh hak kekonsuleran para pihak yang bersengketa.

Peristiwa kelam ini menjadi sorotan intensif diplomat Indonesia di wilayah Eropa Timur. Koordinasi lintas perwakilan terus dipacu untuk menyingkap tabir kematian pekerja migran tersebut.

Ilustrasi - Pembunuhan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ilustrasi - Pembunuhan. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah menegaskan bahwa investigasi kepolisian Armenia masih berjalan intensif. Korban meninggal maupun kelompok terduga pelaku dipastikan berstatus warga negara Indonesia.

"Berdasarkan komunikasi dari KBRI Kyiv melalui Konsul Kehormatan kita di Yerevan, sampai saat ini proses penyelidikan masih terus berlangsung. Baik korban maupun terduga pelaku ini merupakan warga negara Indonesia," kata Heni dalam press briefing Kemlu, Kamis (23/7/2026)

Aparat penegak hukum setempat sempat mengamankan enam orang dalam penyisiran awal di lokasi kejadian. Namun dua di antaranya resmi dibebaskan usai menjalani pemeriksaan maraton.

Empat orang lainnya harus bertahan di ruang tahanan guna kepentingan penyidikan mendalam. Status hukum mereka akan ditentukan seiring pemenuhan bukti-bukti baru oleh penyidik.

"Pihak keamanan setempat telah mengamankan six orang WNI yang diduga pelaku. Hanya dua orang di antaranya sudah dilepaskan, sementara empat orang WNI lainnya masih menjalani proses hukum yang masih dalam process penyelidikan," ujarnya.

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam melihat perkembangan perkara hukum yang menghebohkan ini. Nota diplomatik resmi dilayangkan demi menembus barikade birokrasi penanganan perkara di Armenia.

baca juga

Langkah ini penting untuk mengamankan hak pendampingan hukum bagi WNI yang berhadapan dengan pasal pidana. KBRI Kyiv memegang peranan kunci dalam mengawal setiap jengkal proses peradilan.

Prosedur diplomatik terus ditempuh agar perwakilan Indonesia dapat melihat langsung kondisi jenazah korban. Langkah ini menjadi krusial sebelum proses pemulangan jenazah ke tanah air dilakukan.

"Jadi sampai saat ini kita masih menunggu pemberian akses kekonsuleran tersebut sambil berkoordinasi dengan otoritas setempat. Tentunya juga kita akan terus memantau dan melihat apakah diperlukan pendampingan kekonsuleran yang diperlukan untuk para terduga pelaku ini," jelasnya.

Insiden berdarah ini bermula saat Valenth Alexie Tamboto ditemukan tak bernyawa pada 15 Juli 2026. Pemuda asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan itu membeku di dalam kamar mes perusahaan tempatnya bekerja.

Penemuan jasad korban berawal dari kecurigaan rekan kerjanya lantaran korban tidak kunjung merespons panggilan telepon. Peristiwa tragis di Yerevan ini kini menjadi duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan di Sulawesi Selatan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

Kenaikan Tarif WNI Harusnya Tak Tumbalkan Keadilan dan Pengabdian

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 17:48 WIB

Disuruh Cari Negara Lain, WNI Malah 'Dipajaki' Saat Hendak Pergi

Disuruh Cari Negara Lain, WNI Malah 'Dipajaki' Saat Hendak Pergi

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:38 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Negara Cuma Kejar PNBP tapi Lupa Jaga Anak Bangsa?

Tarif Lepas WNI Naik, Negara Cuma Kejar PNBP tapi Lupa Jaga Anak Bangsa?

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:34 WIB

Terkini

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Berapa Honor Manggung Juicy Luicy? Viral usai Batal Tampil gara-gara Masalah Bagasi

Entertainment | Minggu, 13 September 2026 | 12:10 WIB

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Edarkan Narkoba Buat Modal Nikah, Pria di Deli Serdang Ditangkap Polisi

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 12:09 WIB

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

Iran Siapkan 7 Syarat Ketat ke AS Sebelum Membuka Kembali Jalur Pelayaran Selat Hormuz

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:07 WIB

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

Polisi Bekukan Rekening Jaringan Penyelundupan Narkoba Pilot Malaysia Airlines di Bandara Soetta

News | Minggu, 13 September 2026 | 12:05 WIB

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

MotoGP Mandalika 2026 Target Rp5 Triliun, Intip Kesiapan Sirkuit dan Teknologi di Baliknya

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 12:02 WIB

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Holding UMi 5 Tahun, dari Akses Menuju Kesejahteraan

Malang | Minggu, 13 September 2026 | 12:01 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

Pencarian 5 Jurnalis Masih Berlanjut, Tim SAR Gabungan Menyisir Lewat Laut, Darat, dan Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:57 WIB

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

Sinyal Darurat di Laut Jawa: Tim SAR Sisir Titik Koordinat Terakhir Kapal Virgo Transport 8

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Integrasi BRI, Pegadaian, dan PNM, UMKM Naik Kelas

Lampung | Minggu, 13 September 2026 | 11:56 WIB

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Cara PHE NSO Kembalikan Jalan Pulang Gajah Lewat Restorasi Lahan Kritis

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:55 WIB

×