-
Serangan Houthi terhadap tanker Saudi di Laut Merah mengancam rantai pasokan global.
-
Sekjen IMO Arsenio Dominguez menyerukan de-eskalasi demi keselamatan pelaut dan kebebasan navigasi.
-
Insiden kebakaran pada kapal Encelia memicu kekhawatiran timbulnya tumpahan minyak dan pencemaran laut.
Suara.com - Serangan rudal di koridor strategis di Selat Bab el-Mandeb Laut Merah terancam melumpuhkan arus logistik dunia secara masif. Sebelumnya kapal tanker Arab Saudi dirudal di sana.
Ancaman nyata terhadap efisiensi ekonomi global ini menuntut aksi nyata de-eskalasi demi menyelamatkan nyawa serta ekosistem maritim.
Aksi pemboman terhadap kapal tanker minyak memicu krisis berlapis dari kemacetan distribusi hingga ancaman bencana lingkungan.
![Iran melontarkan ancaman serius terhadap jalur perdagangan global dengan menyatakan siap menutup akses pelayaran di Teluk Persia, Laut Oman, hingga Laut Merah. [Dok NASA]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/04/16/98389-laut-merah.jpg)
Kelompok Ansar Allah Yaman atau Houthi mengklaim bertanggung jawab atas gempuran rudal dan drone terhadap dua kapal tanker Arab Saudi pada Rabu lalu.
Pihak Houthi berdalih bahwa armada tanker tersebut sengaja menerobos barikade navigasi yang mereka tetapkan secara sepihak.
Pemerintah Arab Saudi melalui Otoritas Transportasi Umum mengonfirmasi insiden kebakaran hebat yang menghantam kapal tanker Encelia.
Rentetan ledakan tersebut langsung memantik reaksi keras dari pimpinan badan maritim tertinggi PBB.
"Laut Merah merupakan koridor maritim yang sangat penting untuk perdagangan internasional. Serangan berkelanjutan terhadap kapal di wilayah ini berisiko meningkatkan ketegangan, semakin mengganggu jalur perdagangan, dan merusak prinsip kebebasan navigasi," kata Dominguez, seperti dikutip oleh layanan pers IMO.
Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez menegaskan bahwa aksi kekerasan di perairan bebas tidak dapat dibenarkan.
Ia mendesak seluruh pihak terkait untuk segera menghentikan konfrontasi bersenjata demi menjaga ketenangan koridor vital tersebut.
Dia menyerukan de-eskalasi, dan mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut mengancam nyawa para pelaut, keselamatan pelayaran internasional, lingkungan laut, dan stabilitas rantai pasokan global.
Kekhawatiran mendalam juga tertuju pada potensi tumpahan minyak dalam skala besar akibat hantaman proyektil.
Dominguez juga menyatakan keprihatinannya atas kemungkinan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh insiden tersebut.
Ketegangan di jalur ini berakar dari blokade perairan yang dilancarkan faksi Houthi terhadap kapal-kapal yang dianggap melanggar aturan mereka.
Kawasan Laut Merah sendiri menghubungkan Bab el-Mandeb hingga Terusan Suez, yang menjadi urat nadi utama penyeberangan energi dan barang antara Asia dan Eropa.