Sisi Gelap Filipina, Orangtua Suruh Anak Sendiri Lakukan Adegan Dewasa, Video Dijual ke Pria Nakal

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 24 Juli 2026 | 11:50 WIB
Sisi Gelap Filipina, Orangtua Suruh Anak Sendiri Lakukan Adegan Dewasa, Video Dijual ke Pria Nakal
Ilustrasi pelecehan seksual. [Pexels]
baca 10 detik
  • Desa nelayan berubah menjadi lokasi eksploitasi seksual anak berbasis internet.
  • Permintaan global membuat praktik kejahatan terus berkembang.
  • Korban mengalami trauma panjang sementara penegakan hukum masih menghadapi banyak hambatan.
 
 
 

Suara.com - Sebuah desa nelayan di Filipina berubah menjadi pusat eksploitasi seksual anak berbasis internet akibat tingginya permintaan dari pelaku di berbagai negara.

Kejahatan tersebut tidak hanya melibatkan jaringan kriminal, tetapi juga tumbuh di tengah lingkungan masyarakat yang menormalisasi praktik tersebut sehingga sulit diungkap.

Fenomena itu menunjukkan bahwa persoalan bukan sekadar kemiskinan, melainkan kombinasi antara permintaan global, penerimaan sosial, dan hambatan penegakan hukum.

Ilustrasi pelecehan anak difabel di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten. (freepik.com)
Ilustrasi pelecehan anak difabel di Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Provinsi Banten. (freepik.com)

Ibabao dikenal sebagai desa kecil di wilayah selatan Filipina yang sebelumnya mengandalkan hasil laut sebagai sumber penghidupan.

Kini, sebagian aktivitas ekonomi bergeser untuk mendukung siaran langsung bermuatan eksploitasi seksual terhadap anak melalui internet.

Anak-anak dipaksa tampil di depan kamera oleh orang-orang terdekat, termasuk tetangga maupun anggota keluarga sendiri.

Setiap siaran dapat menghasilkan bayaran hingga 100 dolar Amerika Serikat dari pelanggan yang berada di berbagai negara.

Perubahan tersebut membuat sebagian warga meninggalkan pekerjaan sebagai nelayan dan beralih mendukung operasional siaran, seperti memasang kabel atau membawa perlengkapan pencahayaan.

Kasus serupa tidak hanya ditemukan di Ibabao, melainkan juga muncul di berbagai wilayah Filipina.

baca juga

Organisasi hak asasi manusia memperkirakan puluhan ribu anak di Filipina menjadi korban eksploitasi seksual berbasis internet.

Permintaan dari luar negeri menjadi faktor utama yang terus menghidupkan praktik tersebut.

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memperkirakan sekitar 750.000 pria setiap hari mengakses sekitar 400.000 ruang percakapan daring untuk mencari kontak dengan anak di bawah umur.

Pada 2013, organisasi Terre des Hommes menjalankan operasi penyamaran melalui akun bernama "Sweetie".

Akun tersebut menyamar sebagai anak perempuan Filipina berusia 10 tahun menggunakan gambar animasi untuk menarik pelaku.

Dalam waktu sepuluh pekan, akun itu berhasil mengidentifikasi sekitar 20.000 pria dari berbagai negara yang meminta konten tidak pantas.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina

Dor Dor! Penembakan Sadis di Sekolah SMA, 3 Siswa Tewas Mengenaskan di Filipina

News | Senin, 22 Juni 2026 | 13:16 WIB

Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR

Filipina Kembali Gempa Bumi Besar 6,2 SR

News | Senin, 15 Juni 2026 | 17:21 WIB

Kembali Beraktivitas, Kim Soo Hyun Gabung Proyek Iklan untuk Merek Filipina

Kembali Beraktivitas, Kim Soo Hyun Gabung Proyek Iklan untuk Merek Filipina

Your Say | Rabu, 10 Juni 2026 | 10:53 WIB

Terkini

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Anak-Anak Bambu: Ketika Rumah Beralas Bambu Mengajarkan Arti Keluarga

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:40 WIB

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sebelum Jadi Deputi BGN, Ini Warisan Penanganan Kasus Ketut Sumedana di Kejati Sumsel

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:38 WIB

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

Kawal Kuota Tak Hangus, DPR Wanti-wanti Operator: Jangan Siasati dengan Naikkan Tarif!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:35 WIB

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

7 Zodiak dengan Pemikiran Dewasa dan Bijaksana Melebihi Umurnya

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Dilema Jobseeker: Dituntut Berpengalaman, tetapi Tak Diberi Kesempatan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:30 WIB

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

Pemerintah Siapkan SRUK Jadi Infrastruktur Perdagangan Karbon, Pendanaan Lingkungan Diperluas

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:24 WIB

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

Bro Ron Skakmat Pramono: Daripada Urus Orang Pindah Partai, Mending Beresin Bau Sampah Rorotan!

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:20 WIB

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

Tarif Lepas WNI Naik, Legislator Dorong Pemerintah Benahi Faktor Pemicu Warga Lepas Status WNI

DPR | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:17 WIB

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Menu Digital di Restoran: Efisiensi yang Menggeser Kenyamanan Pelanggan

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Margin Keuntungan Anjlok Parah Porsche Siapkan Gelombang PHK Massal Ribuan Pekerja

Otomotif | Jum'at, 24 Juli 2026 | 19:10 WIB

×