- Abdul Latif dan nelayan Maros menggunakan hutan mangrove sebagai tempat berlindung perahu saat musim angin barat.
- Rehabilitasi mangrove seluas 12 hektare berhasil meredam ombak, menahan abrasi, dan meningkatkan usia pakai perahu nelayan.
- Kawasan mangrove menyediakan sumber pendapatan alternatif bagi warga melalui pencarian kepiting bakau dan produksi teh herbal.
Manfaat ekonomi juga dirasakan perempuan. Selama tujuh tahun terakhir, Dg. Cora mengembangkan teh herbal "Kalli-kalli" dari daun mangrove jenis Acanthus. Produk itu lahir dari sekolah lapang yang diselenggarakan Blue Forest pada masa pandemi Covid-19, ketika banyak perempuan kehilangan pekerjaan sambilan membuka cangkang kepiting.
Kini, satu karung daun mangrove dapat diolah menjadi teh celup yang dijual Rp15.000 per kotak. Nilainya memang belum besar, tetapi cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
"Kita bersyukur, dari sini saya punya pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memang belum banyak karena penjualannya belum luas, tetapi sudah sangat membantu," kata Cora.
Koordinator Kemitraan dan Komunikasi Blue Forest, Rahmat HM, mengatakan konservasi tidak akan bertahan jika masyarakat tidak ikut merasakan manfaatnya. Karena itu, rehabilitasi mangrove selalu dibarengi dengan program pemberdayaan ekonomi, mulai dari pelatihan mengolah hasil perikanan menjadi keripik, sambal, hingga teh herbal berbahan mangrove.
Menurutnya, manfaat ekonomi menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.
Kisah Kuri Caddi menunjukkan bahwa pelestarian alam tidak harus dipertentangkan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Ketika mangrove mampu melindungi perahu, menghadirkan sumber penghasilan baru, sekaligus memulihkan keanekaragaman hayati, masyarakat memiliki alasan yang lebih kuat untuk ikut menjaganya.
Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, pengalaman Kuri Caddi memperlihatkan bahwa solusi berbasis alam dapat bekerja ketika dibangun bersama masyarakat. Mangrove bukan sekadar deretan pohon di pesisir, melainkan investasi jangka panjang yang menjaga keselamatan, menguatkan ekonomi lokal, dan memastikan kehidupan tetap tumbuh di tepian laut.