Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

Bimo Aria Fundrika

Senin, 27 Juli 2026 | 13:05 WIB
Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?
Tanaman mangrove di pesisir Dusun Kure Caddi, Desa Nisombalia, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. (Dok. ANTARA/Nur Suhra Wardyah (B)
baca 10 detik
  • Abdul Latif dan nelayan Maros menggunakan hutan mangrove sebagai tempat berlindung perahu saat musim angin barat.
  • Rehabilitasi mangrove seluas 12 hektare berhasil meredam ombak, menahan abrasi, dan meningkatkan usia pakai perahu nelayan.
  • Kawasan mangrove menyediakan sumber pendapatan alternatif bagi warga melalui pencarian kepiting bakau dan produksi teh herbal.

Manfaat ekonomi juga dirasakan perempuan. Selama tujuh tahun terakhir, Dg. Cora mengembangkan teh herbal "Kalli-kalli" dari daun mangrove jenis Acanthus. Produk itu lahir dari sekolah lapang yang diselenggarakan Blue Forest pada masa pandemi Covid-19, ketika banyak perempuan kehilangan pekerjaan sambilan membuka cangkang kepiting.

Kini, satu karung daun mangrove dapat diolah menjadi teh celup yang dijual Rp15.000 per kotak. Nilainya memang belum besar, tetapi cukup membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

"Kita bersyukur, dari sini saya punya pemasukan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Memang belum banyak karena penjualannya belum luas, tetapi sudah sangat membantu," kata Cora.

Koordinator Kemitraan dan Komunikasi Blue Forest, Rahmat HM, mengatakan konservasi tidak akan bertahan jika masyarakat tidak ikut merasakan manfaatnya. Karena itu, rehabilitasi mangrove selalu dibarengi dengan program pemberdayaan ekonomi, mulai dari pelatihan mengolah hasil perikanan menjadi keripik, sambal, hingga teh herbal berbahan mangrove.

Menurutnya, manfaat ekonomi menjadi pintu masuk untuk membangun kesadaran masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir.

Kisah Kuri Caddi menunjukkan bahwa pelestarian alam tidak harus dipertentangkan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat. Ketika mangrove mampu melindungi perahu, menghadirkan sumber penghasilan baru, sekaligus memulihkan keanekaragaman hayati, masyarakat memiliki alasan yang lebih kuat untuk ikut menjaganya.

Di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata, pengalaman Kuri Caddi memperlihatkan bahwa solusi berbasis alam dapat bekerja ketika dibangun bersama masyarakat. Mangrove bukan sekadar deretan pohon di pesisir, melainkan investasi jangka panjang yang menjaga keselamatan, menguatkan ekonomi lokal, dan memastikan kehidupan tetap tumbuh di tepian laut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir

Hari Mangrove Sedunia, BNI Perkuat Aksi Hijau di Pesisir

Bisnis | Minggu, 26 Juli 2026 | 06:57 WIB

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

Ratusan Hektare Mangrove di Riau Habis Dibabat, Kapolda Turun Tangan

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 20:57 WIB

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Pantesan Nelayan RI Nggak Makmur, Ikannya Banyak Dicuri

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 17:58 WIB

Terkini

Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

Bagaimana Mangrove Membantu Nelayan Kuri Caddi Bertahan di Tengah Cuaca Ekstrem?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:05 WIB

Kaesang Masuk 'Kandang Banteng' di 2029: Siapa Lebih Kuat, Figur Jokowi atau Mesin PDIP?

Kaesang Masuk 'Kandang Banteng' di 2029: Siapa Lebih Kuat, Figur Jokowi atau Mesin PDIP?

News | Senin, 27 Juli 2026 | 13:02 WIB

Sebanyak 69,5 Persen UMKM Kesulitan Akses Pembiyaan Perbankan, Ini Faktornya

Sebanyak 69,5 Persen UMKM Kesulitan Akses Pembiyaan Perbankan, Ini Faktornya

Bisnis | Senin, 27 Juli 2026 | 13:00 WIB

Ulasan Film Smile 2: Sekuel Paling Mencekam dengan Nuansa Horor yang Pekat!

Ulasan Film Smile 2: Sekuel Paling Mencekam dengan Nuansa Horor yang Pekat!

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 13:00 WIB

Fakta Baru di Sidang Pencemaran Nama Baik Heni Sagara: Pabrik Pernah Disegel dan Izin Kedaluwarsa

Fakta Baru di Sidang Pencemaran Nama Baik Heni Sagara: Pabrik Pernah Disegel dan Izin Kedaluwarsa

Entertainment | Senin, 27 Juli 2026 | 12:58 WIB

Review Buku 'Pertama, Sayangi Dirimu Lebih Dahulu': Kecil Langkahnya, Besar Dampaknya

Review Buku 'Pertama, Sayangi Dirimu Lebih Dahulu': Kecil Langkahnya, Besar Dampaknya

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 12:58 WIB

Cerita UMKM Manfaatkan QRIS dan Ekosistem Digital BRI Hingga Tembus Pasar Hong Kong

Cerita UMKM Manfaatkan QRIS dan Ekosistem Digital BRI Hingga Tembus Pasar Hong Kong

Bri | Senin, 27 Juli 2026 | 12:53 WIB

Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI DPR Tunggu Nama Calon Gubernur BI dari Presiden

Perry Warjiyo Mundur, Komisi XI DPR Tunggu Nama Calon Gubernur BI dari Presiden

News | Senin, 27 Juli 2026 | 12:52 WIB

Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump

Kenapa Amerika Stop Serang Iran? Hal Ini Mungkin Jadi Alasan Donald Trump

News | Senin, 27 Juli 2026 | 12:49 WIB

Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea

Bukan Sembarang Donat, Ini 5 Keunikan Kkwabaegi, Donat Kepang Khas Korea

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 12:47 WIB

×