PDIP Tegaskan Kritik Anak Muda Harus Dirawat Bukan Dibungkam

Bangun Santoso, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 28 Juli 2026 | 12:48 WIB
PDIP Tegaskan Kritik Anak Muda Harus Dirawat Bukan Dibungkam
Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, MY Esti Wijayati. (Suara.com/Bagas)
baca 10 detik
  • DPP PDIP meluncurkan wadah aspirasi intelektual Public Pulse 28 di Lenteng Agung pada Selasa, 28 Juli 2026.
  • Forum perdana yang menghadirkan 30 mahasiswa ini bertujuan menyambut 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 mendatang.
  • Ketua DPP PDIP MY Esti Wijayati menegaskan bahwa kekritisan anak muda harus diakomodasi dan tidak boleh dibungkam.

Suara.com - Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) secara resmi meluncurkan wadah aspirasi intelektual bagi generasi muda bernama "Public Pulse 28" di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2026).

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa ruang demokrasi harus tetap terbuka lebar bagi kritik, tanpa adanya intimidasi atau pembungkaman.

Peluncuran gerakan progresif ini ditujukan untuk menyongsong 100 Tahun Sumpah Pemuda pada 2028 mendatang.

Dalam forum perdananya yang bertajuk 'Nasib Orang Muda Di Indonesia Emas 2045', PDIP secara sengaja mengundang 30 mahasiswa dari berbagai kampus secara acak untuk menyuarakan keresahan, ide, hingga kritik tajam terhadap kondisi bangsa saat ini.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemuda dan Olahraga, MY Esti Wijayati, menegaskan bahwa Sekolah Partai kini bertransformasi menjadi ruang aman bagi Gen Z dan milenial.

Ia menyatakan bahwa kekritisan anak muda adalah energi vital yang tidak boleh dipadamkan oleh kekuasaan.

"Di ruang inilah kita bersama anak muda diberikan ruang untuk melakukan dialog, untuk memberikan masukan, untuk mengkritik jika memang ada kebijakan-kebijakan yang kurang tepat. Ini pun juga menjadi ruang aspirasi, ruang berekspresi, ruang menyampaikan harapan," ujar Esti.

Esti yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi X DPR RI ini memberikan peringatan keras bahwa iklim demokrasi yang sehat hanya bisa tumbuh jika kritik tidak dianggap sebagai ancaman.

Ia menekankan pentingnya mengakomodasi suara-suara kritis agar tidak layu sebelum berkembang.

baca juga

"Kita gaungkan, dan kita nyatakan bahwa anak muda adalah pemilik masa depan bangsa, maka kekritisan harus dibangun tidak untuk dibungkam, dan itu adalah sebagai ruang memberikan tempat agar anak muda bisa memberikan warna indah bagi Indonesia Raya," tegas Esti.

Acara yang dipandu oleh politisi muda Muhammad Syaeful Mujab ini juga menghadirkan narasumber profesional, yakni Co-Founder What is Up Indonesia (WIUI), Abigail Limuria, dan Ekonom INDEF, Berly Martawardaya.

Para narasumber menanggapi langsung "pulse" atau denyut ide yang dituliskan secara bebas oleh para mahasiswa di lokasi.

Mujab menyampaikan bahwa forum ini akan menjadi agenda rutin setiap tanggal 28 hingga tahun 2028 nanti. Menurutnya, mendengarkan keresahan anak muda adalah kewajiban konstitusional dalam membangun bangsa.

"Dua tahun lagi kita akan memperingati 1 abad Sumpah Pemuda. Jika tahun 1928 adalah tonggak pemersatu bangsa, maka 1 abad di 2028 harus hadir dengan merasakan denyut nadi rasa, ide, dan keresahan dari orang muda. Selamat datang teman-teman semua di Public Pulse 28," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan

DPR Dinilai Gagal Awasi Pemerintah, 15 Akademisi Bentuk Kabinet Bayangan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 20:00 WIB

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Kami Ireng Tapi Bukan Londo, Menjawab Cap Antek Asing dari Podium Kekuasaan

Liks | Senin, 27 Juli 2026 | 18:33 WIB

30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!

30 Tahun Kudatuli, Megawati: Republik Ini Dibangun dengan Air Mata, Darah dan Keringat!

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:22 WIB

Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah

Tentara Harus Jago Terjun Payung dan Setir Tank, Bukan Urus Jagung atau Buka Sawah

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:46 WIB

Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang

Prabowo Sebut PDIP Sehati, Hasto Ungkap Titah Megawati: Kader Pantang Jadi Buzzer Penyerang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 08:35 WIB

Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?

Cancel Culture Era Medsos: Kritik Membangun atau Penghakiman Massal?

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 14:00 WIB

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 19:34 WIB

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

Kepuasan Publik ke Prabowo Menurun Tajam, Begini Respons PDIP

News | Minggu, 26 Juli 2026 | 18:43 WIB

Terkini

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polda DIY Pastikan Malioboro Dalam Kendali Penuh Usai Kerahkan Water Cannon dan Gas Air Mata

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:14 WIB

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Mahasiswa Kemah di Kantor Gubernur Sumsel saat Sumpah Pemuda, Desak Transparansi Anggaran Karhutla

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:44 WIB

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Pengamat Tanggapi Harga Saham BYAN Haji Isam

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 23:17 WIB

×