2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 28 Juli 2026 | 14:38 WIB
2 Warga Belanda Dilarang Masuk Indonesia Usai Gelar Event Lari Khusus Bule
Direktorat Jenderal Imigrasi mengambil langkah tegas menyusul viralnya penyelenggaraan acara lari bertajuk Bali Silent Disco yang diduga melanggar aturan dan mendiskriminasi warga negara Indonesia (WNI). (tangkap layar)
baca 10 detik
  • Imigrasi melarang dua WNA Belanda masuk Indonesia akibat menggelar acara lari ilegal.

  • Penyelenggara lari Entourage Bali diduga melakukan diskriminasi dengan menolak pendaftar warga lokal.

  • Pemerintah menindak tegas aktivitas bisnis WNA ilegal yang dinilai melanggar kedaulatan negara.

Suara.com - Praktik eksklusivitas komunitas asing yang menyisihkan warga lokal di Bali akhirnya memicu tindakan tegas Imigrasi Indonesia. Pemerintah resmi menjatuhkan sanksi penangkalan terhadap 2 warga Belanda yang menggelar kegiatan lari tanpa izin resmi.

Langkah represif ini diambil usai publik mengecam keras dugaan penolakan sistematis terhadap warga Indonesia yang ingin bergabung. Dua pria asing berusia 35 dan 37 tahun tersebut melarikan diri ke Singapura sebelum vonis larangan melintas diumumkan.

Imigrasi juga memastikan keduanya tidak bakal diizinkan menginjakkan kaki kembali di wilayah Indonesia. Pengusiran ini menjadi sinyal kuat bertambahnya ketegangan sosial antara penduduk asli dan kaum migran digital di Pulau Dewata.

Ilustrasi running shoes (freepik/wirestock)
Ilustrasi running shoes (freepik/wirestock)

Kekesalan masyarakat lokal kian membuncah akibat maraknya oknum pendatang yang bertindak sewenang-wenang serta membangun lingkaran eksklusif. Menanggapi polemik tersebut, Gubernur Bali I Wayan Koster berjanji menerjunkan penertiban sengit guna mencegah pengulangan insiden serupa.

Pihak imigrasi menegaskan pelanggaran hukum terjadi lantaran penyelenggara nekat mengeksekusi acara tanpa mengantongi izin resmi. Penolakan terhadap peserta lokal terkuak setelah unggahan kesaksian warganet viral di berbagai platform media sosial.

Seorang wanita membeberkan pendaftarannya ditahan lama hanya karena menggunakan nama serta nomor telepon Indonesia. Sebaliknya, sang suami yang mencantumkan nama beserta nomor beridentitas Barat langsung diterima dalam hitungan detik.

Menanggapi tuduhan tersebut, manajemen Entourage Bali menyampaikan penyataan tertulis pada Jumat lalu untuk memberikan klarifikasi. Pihaknya mengklaim bahwa acara lari yang diprakarsai sebenarnya terbuka untuk seluruh lapisan masyarakat.

"Terbuka untuk siapa saja, termasuk non-digital nomad," tulis manajemen Entourage Bali, dikutip dari BBC Internasional, Senin (28/7/2026).

Pihak penyelenggara menyampaikan bahwa warga Indonesia justru menjadi kelompok peserta terbesar dengan porsi hampir 25 persen tiket. Mereka beralih menyalahkan gangguan teknis pada sistem verifikasi otomatis di aplikasi obatan obrolan grup.

baca juga

"Kesalahan pada proses persetujuan otomatis yang secara tidak benar menolak beberapa nomor yang terdaftar di Indonesia," dalih mereka.

Pihak klub berdalih wadah ini didirikan semata-mata untuk membantu pendatang baru menjalin relasi dan beraktivitas bersama. Menurut mereka, status pekerja jarak jauh tidak dibatasi oleh latar belakang kebangsaan mana pun.

"Entourage dibentuk sebagai komunitas bagi digital nomad di Bali untuk membantu orang-orang yang baru di pulau ini terhubung dengan orang lain dan melakukan kegiatan menyenangkan bersama selama mereka tinggal," ungkap manajemen.

"Menjadi digital nomad tidak ditentukan oleh kewarganegaraan. Komunitas kami mencakup anggota dari banyak negara, termasuk Indonesia," tambah mereka.

Buntut dari kekacauan ini, Entourage Bali memutuskan menghentikan seluruh agenda kegiatan sambil menjanjikan pembenahan internal. Komunitas tersebut sebelumnya sukses menggelar acara disco run pada Mei lalu dengan ratusan pelari berpenyuara jemala.

Namun rencana ajang lari lanjutan pada 22 Juli mendadak berantakan setelah gelombang tuduhan bias rasial mencuat pesat. Pemerintah kini mengintensifkan razia terhadap warga asing yang kedapatan menjalankan bisnis komersial secara ilegal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban

Komisi XIII DPR Kecam Keroyok Massa di Bali: Desak Penegakan Hukum & Pendampingan Trauma Anak Korban

DPR | Selasa, 28 Juli 2026 | 13:10 WIB

Review Buku Navigating Night, Kisah Hangat Keluarga Imigran

Review Buku Navigating Night, Kisah Hangat Keluarga Imigran

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 06:34 WIB

Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah

Wamendagri Bima Arya Dorong Tiga Langkah Perkuat Ketahanan Pangan di Daerah

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:20 WIB

Terkini

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jelang Akhir Tahun, Wakil Ketua DPRD Jateng Wanti-wanti Ancaman Kelangkaan dan Antrean BBM

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:50 WIB

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:46 WIB

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

P3MUDA PPP Dorong Anak Muda Aktif Mengawal Masa Depan Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bahlil Hapus Perusahaan Cangkang dalam Impor BBM dan LPG, Negara Ambil Alih Kendali

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:44 WIB

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:40 WIB

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Mindset Kelas Atas, New BIONS by BNI Sekuritas Siap Dampingi Penggunanya Sampai Menetas Tuntas

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:38 WIB

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Kenali Perbedaan Fungsi Sabun Cuci Muka Kahf Warna Hitam, Biru, dan Hijau

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:35 WIB

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Perusahaan Tambang Bisa Kembali Beroperasi, ESDM Terbitkan RKAB Minerba 2026

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:32 WIB

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Jalani Sidang Perdana, Silmy Karim Didakwa Peras Izin Tinggal WNA Rp168,9 Miliar

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Hati-hati! Wakil Ketua DPRD Jateng Peringatkan Bahaya Bullying di Sekolah

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:31 WIB

×