Cegah Spekulasi Liar, DPR Desak Polisi Bongkar Fakta di Balik Kematian Karumga Eks Jampidsus

Muhamad Yasir, Bagaskara Isdiansyah

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:15 WIB
Cegah Spekulasi Liar, DPR Desak Polisi Bongkar Fakta di Balik Kematian Karumga Eks Jampidsus
Penjaga Rumah Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Ditemukan Meninggal dengan Mulut Berbusa. [Instagram]
baca 10 detik
  • DPR mendesak Polda Metro Jaya segera mengusut tuntas kematian Sutrimo secara transparan demi mencegah spekulasi.
  • Polda Metro Jaya menyatakan penyelidikan masih berlangsung melalui pengumpulan bukti, pemeriksaan saksi, dan potensi ekshumasi.
  • Koalisi Masyarakat Sipil meminta penegakan hukum independen serta pengawasan ketat dari berbagai lembaga negara terkait.

Suara.com - Anggota Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Komisi III DPR RI Teuku Ibrahim mendesak Polda Metro Jaya segera mengungkap secara tuntas penyebab kematian Sutrimo, yang disebut sebagai Kepala Rumah Tangga atau Karumga mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Ia meminta penyelidikan dilakukan cepat, transparan, dan berbasis bukti agar tidak memunculkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Teuku menilai lambannya penanganan perkara sensitif tersebut hanya akan menggerus kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

“Jangan biarkan penanganannya berlarut-larut tanpa arah. Jika hasil penyelidikan membuktikan tidak ada pidana, umumkan secara resmi dan akuntabel. Namun jika ada indikasi kejahatan, buru dan tindak tegas pelakunya tanpa pandang bulu!” tegas Teuku kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).

Ia mengingatkan minimnya informasi resmi dari kepolisian berpotensi memicu berbagai spekulasi yang dapat menyesatkan publik.

“Setiap pembiaran tanpa kepastian hukum hanya memberi ruang bagi rumor yang menyesatkan. Penyelidikan wajib dilakukan secara komprehensif, berbasis bukti ilmiah, dan hasilnya harus dibuka terang-benderang kepada publik,” katanya.

Teuku juga meminta penyidik menjaga independensi selama proses penyelidikan dan tidak terpengaruh tekanan dari pihak mana pun. Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh kepastian hukum atas kematian Sutrimo.

“Hukum tidak boleh dibiarkan mengambang—keadilan harus ditegakkan secepat-cepatnya bagi keluarga korban dan masyarakat,” ungkapnya.

Desakan serupa sebelumnya juga disampaikan Koalisi Masyarakat Sipil yang meminta aparat penegak hukum mengusut kematian Sutrimo secara transparan, akuntabel, dan bebas dari konflik kepentingan.

baca juga

Koalisi menilai perkara tersebut bukan sekadar mengungkap penyebab kematian, tetapi juga menjadi ujian komitmen negara dalam menegakkan hukum secara adil dan melindungi hak hidup setiap warga negara.

Koalisi menyoroti pentingnya penyelidikan yang independen, menjaga integritas barang bukti sejak awal, melindungi keluarga korban dan saksi, serta membuka ruang pengawasan oleh lembaga negara independen.

Mereka juga meminta Komnas HAM, LPSK, Kompolnas, dan Ombudsman menjalankan fungsi pengawasan sesuai kewenangannya, serta mendesak Presiden memberi perhatian khusus terhadap penanganan perkara tersebut.

Tim Forensik Angkut Barang Bukti dari Klinik Lokasi Penemuan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah. [Suara.com/Cornelius]
Tim Forensik Angkut Barang Bukti dari Klinik Lokasi Penemuan Penjaga Rumah Febrie Adriansyah. [Suara.com/Cornelius]

Di sisi lain, Polda Metro Jaya memastikan penyelidikan masih berlangsung dan belum dapat menyimpulkan apakah kematian Sutrimo terjadi secara wajar atau mengandung unsur pidana.

Polisi juga membuka kemungkinan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam apabila diperlukan untuk memastikan penyebab kematian.

Saat ini penyidik masih mengumpulkan alat bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta mendalami berbagai informasi, termasuk yang mengaitkan Sutrimo dengan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah.

Penyelidikan turut mengandalkan rekaman CCTV di sekitar lokasi penemuan korban karena kondisi tempat kejadian perkara sudah tidak steril saat olah TKP dilakukan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus

Kasus Sutrimo Jadi Ujian Negara, Koalisi Sipil Desak Usut Tuntas Kaitan dengan Eks Jampidsus

News | Senin, 27 Juli 2026 | 19:57 WIB

Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi

Kesaksian Jukir Saat Lihat Jasad Sutrimo: Tak Ada Aktivitas, Tiba-tiba Ramai Polisi

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:47 WIB

Puslabfor Bawa Bantal dan Kotak Hitam dari TKP Kematian Sutrimo, Pastikan Tak Ada Racun

Puslabfor Bawa Bantal dan Kotak Hitam dari TKP Kematian Sutrimo, Pastikan Tak Ada Racun

News | Senin, 27 Juli 2026 | 15:49 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×