Pria Kepergok Curi Kabel Listrik Jalur KRL di Stasiun Cakung, Ternyata Sudah Beraksi Sejak 2020

Vania Rossa, Adiyoga Priyambodo

Rabu, 29 Juli 2026 | 13:38 WIB
Pria Kepergok Curi Kabel Listrik Jalur KRL di Stasiun Cakung, Ternyata Sudah Beraksi Sejak 2020
KAI Tangkap Pencuri Kabel Listrik di Stasiun Cakung. (Dok. KAI Daop 1 Jakarta)
baca 10 detik
  • Petugas keamanan KAI bersama warga berhasil menangkap pencuri kabel grounding di Stasiun Cakung pada Selasa malam, 28 Juli 2026.
  • Pelaku berinisial P terbukti sudah beberapa kali melakukan pencurian kabel di berbagai lokasi jalur kereta api sejak tahun 2020.
  • Pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke Polsek Bekasi Barat untuk menjalani proses hukum dan menghadapi ancaman hukuman penjara.

Suara.com - Seorang pria berinisial P (36) diamankan petugas keamanan KAI setelah kedapatan mencuri kabel grounding listrik aliran atas (LAA) di emplasemen Stasiun Cakung.

Peristiwa ini terjadi pada Selasa (28/7/2026) malam sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di KM 21+300 petak jalan Cakung–Kranji.

Aksi pelaku terbongkar berkat kejelian Petugas Keamanan Dalam (PKD) Stasiun Cakung yang tengah menjalankan patroli rutin di sepanjang jalur kereta api.

Saat aksinya diketahui, pelaku sempat berupaya kabur dengan melompati pagar menuju Jalan Raya Cakung.

Namun, petugas yang dibantu warga sekitar akhirnya tetap berhasil membekuk pelaku.

Dari tangan pelaku, petugas turut mengamankan barang bukti berupa potongan kabel grounding sepanjang kurang lebih lima meter beserta sebuah gergaji besi yang diduga digunakan untuk memotong kabel.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar pencurian aset biasa, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan perjalanan kereta api.

"Kabel grounding merupakan bagian penting dari sistem kelistrikan yang berfungsi melindungi peralatan LAA dari gangguan arus listrik maupun sambaran petir sehingga perangkat dapat bekerja secara andal. Ketika komponen ini dicuri atau dirusak, keandalan sistem LAA dapat terganggu dan berpotensi memengaruhi keselamatan operasional perjalanan kereta api," ujar Franoto dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Rabu (29/7/2026).

Gangguan sekecil apa pun pada sistem LAA, lanjut Franoto, dapat berbuntut panjang. Mulai dari pembatasan operasional, hingga keterlambatan perjalanan kereta.

baca juga

Kabel yang dianggap sepele oleh pelaku juga menyimpan risiko besar bagi keselamatan publik.

"Mungkin bagi pelaku kabel tersebut hanya memiliki nilai jual sebagai barang bekas. Namun bagi operasional perkeretaapian, kabel itu merupakan bagian dari sistem keselamatan. Keuntungan yang diperoleh pelaku sama sekali tidak sebanding dengan risiko yang ditimbulkan terhadap keselamatan ribuan penumpang dan masyarakat," tegas Franoto.

Dari pemeriksaan awal, terungkap bahwa pelaku bukan pemain baru dalam aksi pencurian kabel di jalur rel.

Pelaku telah beberapa kali beraksi di sejumlah lokasi sejak tahun 2020, mulai dari sekitar Stasiun Pondok Jati, Jatinegara, Buaran, Klender, Cakung, Kranji, Bekasi, hingga Telaga Murni.

Pengakuan tersebut akan didalami lebih lanjut oleh aparat kepolisian melalui proses penyidikan.

Pada pukul 23.30 WIB di hari yang sama, pelaku beserta barang bukti diserahkan kepada Polsek Bekasi Barat untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Atas perbuatannya, pelaku terancam dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf f Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun atau denda kategori V hingga Rp500 juta.

KAI menyampaikan apresiasi kepada petugas dan masyarakat yang telah bergerak cepat menggagalkan aksi pencurian tersebut.

Ke depan, KAI menegaskan akan terus memperkuat pengamanan aset dan prasarana perkeretaapian melalui patroli rutin, pengawasan di titik-titik rawan, serta pemanfaatan teknologi pengamanan. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru

Ke Depan Tak Ada Lagi Kecelakaan Kereta Api , KAI Kembangkan Teknologi Baru

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:50 WIB

Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan

Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan

Foto | Rabu, 29 Juli 2026 | 08:00 WIB

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

Gempa Bumi Jepang Hari Ini Lumpuhkan Listrik Hingga Kereta Cepat, Peringatan Tsunami Dicabut

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 17:03 WIB

Terkini

Dimyati Natakusumah dari Partai Apa? Dinasti Politik Keluarganya Viral di X

Dimyati Natakusumah dari Partai Apa? Dinasti Politik Keluarganya Viral di X

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:35 WIB

Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal

Arab Saudi - Amerika Bersatu Serang Irak, 8 Milisi Pendukung Iran Tewas Dirudal

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:34 WIB

Akui Diculik dan Disiksa, Relawan Global Sumud Flotilla Adukan Dugaan Kejahatan Israel ke Kejagung

Akui Diculik dan Disiksa, Relawan Global Sumud Flotilla Adukan Dugaan Kejahatan Israel ke Kejagung

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:31 WIB

Avatar Aang: The Last Airbender dan Penyakit Nostalgia Hollywood

Avatar Aang: The Last Airbender dan Penyakit Nostalgia Hollywood

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:30 WIB

Selain Plt Bupati Sukoharjo, Empat Kepala Dinas Juga Diperiksa KPK, Siapa Saja?

Selain Plt Bupati Sukoharjo, Empat Kepala Dinas Juga Diperiksa KPK, Siapa Saja?

Jawa Tengah | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:29 WIB

Motor Listrik Terbaik untuk Perjalanan Harian yang Tahan Air dan Rekomendasi Unitnya

Motor Listrik Terbaik untuk Perjalanan Harian yang Tahan Air dan Rekomendasi Unitnya

Otomotif | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:29 WIB

Usai 3 Tahun, Lee Chae Min dan Roh Yoon Seo Reuni di Drama My Reason to Die

Usai 3 Tahun, Lee Chae Min dan Roh Yoon Seo Reuni di Drama My Reason to Die

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:26 WIB

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Masih Diperiksa KPK! Nasibnya Ditentukan Dalam 1x24 Jam

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Masih Diperiksa KPK! Nasibnya Ditentukan Dalam 1x24 Jam

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:25 WIB

The Broker: Ketika Pengampunan Presiden Jadi Hukuman yang Lebih Mematikan

The Broker: Ketika Pengampunan Presiden Jadi Hukuman yang Lebih Mematikan

Your Say | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:25 WIB

Dudung Warning APH Termasuk TNI: Aparat Jangan Mengada-ada Hambat Ekspor

Dudung Warning APH Termasuk TNI: Aparat Jangan Mengada-ada Hambat Ekspor

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 13:24 WIB

×